Lintasan Sejarah 22 Januari 2017
Hari ini, Ahad tanggal 22 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Sultan Mahmud Ghaznawi Wafat
1017 tahun yang lalu, tanggal 23 Rabiul Tsani 421 HQ, Sultan Mahmud Ghaznawi, Raja Ketiga Dinasti Ghaznawi meninggal dunia.
Sultan Ghaznawi sejak tahun 387 HQ setelah mengalahkan saudarahnya Ismail, berhasil merebut kekuasaan. Ia juga berhasil mengalahkan para gubernur Dinasti Shafari, Samani, Ali Buyeh, Ali Ziyar dan Khorazmshahian di Utara dan Timur Iran lalu menguasainya.
Sultan Mahmud Ghaznawi secara perlahan-lahan melakukan perluasan dan banyak daerah yang dikuasainya. Ia menyerang India sebanyak dua belas kali, tapi sebelum pergi ke Rey dan setelah berkuasa selama 34 tahun, ia meninggal dunia akibat penyakit TBC.
Sultan Ghaznawi merupakan raja yang independen dan merupakan pribadi besar dari Dinasti Ghaznawi. Ia terkenal dengan keberanian dan perluasan kekuasaan dalam sejarah Islam. Perang yang dilakukannya terhadap India dan pampasan perang yang didapatkan dari negara ini serta berkumpulnya ulama dan para penyair di istananya membuat namanya terkenal di mana-mana.
Abu Shamah Lahir
839 tahun yang lalu, tanggal 23 Rabiul Tsani 599 HQ, Shihabuddin Abdurrahman Dimasyqi Muqaddasi, yang terkenal dngan nama Abu Shamah, terlahir ke dunia di kota Damaskus, Suriah.
Abu Shamah adalah seorang cendikiawan dan ulama terkemuka di Damaskus. Dia menuntut ilmu-ilmu agama di Iskandariah, Mesir.
Abu Shamah meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul Mukadimah Ilmu Nahwu dan Sejarah Ringkas Kota Damaskus. Namun sayang sekali sebagian besar karya Abu Shamah hancur dalam kebakaran yang menimpa perpustakaan besar yang dimilikinya.
Ratu Victoria meninggal Dunia
116 tahun yang lalu, tanggal 22 januari 1901, Victoria, Ratu Inggris terkenal, meninggal dunia pada usia 82 tahun.
Ia dilahirkan tahun 1819 di kota London. Pada usia yang masih sangat muda, yaitu 18 tahun, Victoria sudah menjadi penguasa kerajaan Inggris, menggantikan pamannya, Raja Wiliam IV, yang meninggal dunia.
Ratu Victoria memerintah selama 63 tahun sehingga merupakan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Inggris. Victoria berhasil mempertahankan keberadaan sistem monarki di Inggrsi dan menjadikannya sebagai institusi politik seremonial. Pada masa pemerintahannya itulah, aksi represi terhadap rakyat di kawasan-kawasan koloni Inggris meningkat secara signifikan.
Pada tahun 1839, sepupu Victoria, Albert, seorang pangeran dari Jerman, datang ke Inggris dan lima hari kemudian, ia dilamar oleh Ratu Victoria. Pangeran Albert menerimanya dan mereka menikah pada bulan Februari tahun 1840. Pasangan ini memiliki sembilan anak, di antaranya Raja Edward VII. Setelah kematian Victoria, kekuasaan Imperium Inggris di bawah kepemimpinan Raja Edward VII, semakin melemah.
Panitia Penyambutan Kepulangan Imam Khomeini Dibentuk
38 tahun yang lalu, tanggal 3 Bahman 1357 HS, dalam rangka menyambut kepulangan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Iran Imam Khomeini dari Paris, sebuah panitia penyambutan dibentuk oleh para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat Teheran.
Pembentukan panitia ini ternyata bukan hanya didukung oleh warga Teheran. rakyat Iran dari berbagai pelosok negeri juga berdatangan ke Teheran untuk menyatakan dukungannya kepada pembentukan panitia tersebut. Mereka juga datang ke Teheran sekaligus untuk langsung terlibat dalam upacara sambutan atas kedatangan pemimpin agung mereka.
Imam Khomeini ra Masuk Rumah Sakit Jantung Tehran
38 tahun yang lalu, tanggal 3 Bahman 1357 HS, Imam Khomeini ra masuk rumah sakit jantung Tehran.
Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, sebagaimana telah berjanji sebelumnya Imam Khomeini ra pada bulan Isfand 1357 HS pergi ke kota Qom untuk tinggal di sana. Namun penyakit jantung yang dideritanya membuat beliau pada 3 Bahman harus kembali dibawa ke rumah sakit jantung untuk melewati masa perawatannya di sana.
Imam Khomeini ra dirawat di Rumah Sakit Jantung Tehran selama 39 hari. Setelah melewati masa perawatan di sana, beliau kemudian tinggal untuk sementara waktu di daerah Darband, Tehran dan setelah itu pada 27 Ordibehesht 1359 Hs, beliau tinggal di sebuah rumah sederhana di daerah Jamaran.