Jan 23, 2017 07:44 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 23 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Sayid Qasim al-Anwar Penyair Dinasti Timurid Wafat

 

601 tahun yang lalu, tanggal 24 Rabiul Tsani 837 HQ, Sayid Qasim al-Anwar, penyair terkenal periode Dinasti Timurid yang berasal dari Tabriz meninggal dunia.

 

Ia belajar kepada ulama besar di masanya. Setelah itu selama beberapa tahun sempat tinggal di Herat, Afghanistan dan mengajar di sana. Perlahan-lahan ia semakin terkenal, sehingga banyak murid dari pelbagai kota ikut belajar kepadanya. Waktu itu semasa dengan kekuasaan Taimur dan anaknya Shahroukh.

 

Sayid Qasim kemudian ingin dibunuh oleh Shahroukh, sehingga ia meninggalkan kota Herat dan pergi ke Samarqand, Uzbekistan.

 

Karya sastra Sayid Qasim al-Anwar termasuk Diwan Ghazal dan beberapa Matsnawi, dimana naskah tulisan tangannya ada hingga sekarang. Ia juga meninggalkan sejumlah risalah Anis al-Arifin dan Anis al-Asyiqin.

 

Muhammad Shiddiqi Wafat

 

445 tahun yang lalu, tanggal 24 Rabiul Tsani 993 HQ, Muhamad bin Muhamad Shiddiqi, salah seorang ulama terkenal asal Mesir meninggal dunia.

 

Muhammad Shiddiqi dilahirkan dari keluarga ulama dan sejak kecil menunjukkan bakat dan minat yang sangat besar terhadap ilmu-ilmu keagamaan. Setelah menguasai sejumlah ilmu keagamaan, Shiddiqi kemudian mengajar di bidang fiqh, hadis, dan tafsir.

 

Di antara karya tulisannya adalah sebuah buku berjudul "Adabusy-Syaikh Wal-Murid".

 

Partai Fascist Italia Berdiri

98 tahun yang lalu, tanggal 23 Januari tahun 1919, Partai Fascist pimpinan Benito Mussolini didirikan.

 

Pembentukan partai ini didasarkan pada keinginan untuk merombak kekuasaan Imperium  Roma.  Kelompok yang anggotanya selalau mengenakan baju hitam ini menganut doktrin diktatorisme yang sama sekali tidak mentolerir segala bentuk kebebasan.

Pada tahun 1922, Mussolini dan rekan-rekannya menguasai kota Roma. Ia sendiri mengangkat dirinya menjadi penguasa Italia dengan jabatan perdana menteri. Ia kemudian secara perlahan memperlebar kekuasaannya di seluruh Italia. Akan tetapi, pada tahun 1945, yaitu ketika Perang Dunia II berakhir, Mussolini ditangkap oleh kelompok nasionalis Italia, dan akhirnya dihukum mati oleh kelompok tersebut.

 

Knesset Mengumumkan Baitul Maqdis Sebagai Ibukota Israel

67 tahun yang lalu, tanggal 23 Januari 1950, Parlemen Israel Knesset mengumumkan Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.

 

Pengumuman ini hanya berselang dua tahun dari terbentuknya rezim ilegal Israel.

Pengumuman ini langsung mendapatkan reaksi keras dari negara-negara Arab dan muslim karena Baitul Maqdis adalah salah satu kota suci umat Islam dan pernah menjadi kiblat shalat kaum Muslimin.

 

Akibat penentangan yang luas itu, upaya Israel untuk mendapatkan pengakuan dari negara-negara dunia terkait pemindahan ibu kota dari Tel Aviv  ke Baitul Maqdis itu tidak mendapatkan sambutan sebagaimana yang diharapkan. Negara-negara dunia enggan memindahkan kantor kedutaannya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, dan hingga kini, ibu kota Israel tetap Tel Aviv.

 

Demonstrasi Perwira AU Iran

38 tahun yang lalu, tanggal 4 Bahman 1357 HS, rakyat kembali mengadakan demonstrasi besar-besaran menentang perintah Rezim Pahlevi yang melarang rakyat untuk melakukan pertemuan lebih dari dua orang.

 

Dalam demonstrasi ini banyak rakyat yang gugur syahid akibat tindakan represif tentera Shah.

Pada hari ini pula, sejumlah besar perwira Angkatan Udara turun ke jalan-jalan untuk berdemonstrasi dan menunjukkan kesetiaan mereka kepada Imam Khomeini. Di akhir demonstrasi, para perwira itu mengeluarkan resolusi yang berisi kecaman atas kejahatan Rezim Shah Pahlevi dan kesiapan mereka untuk mendukung Imam Khomeini.

 

Bandara Iran Ditutup

38 tahun yang lalu, tanggal 4 Bahman 1357 HS, setelah tersebar kabar bahwa Imam Khomeini akan segera kembali ke Iran dari  tempat pengasingan beliau di Paris, Perdana Menteri Rezim Pahlevi, Shapour Bakhtiar, memerintahkan agar seluruh bandara di Iran ditutup untuk mengahalangi kedatangan Imam Khomeini.

Tindakan ini menimbulkan kemarahan rakyat dan terjadilah berbagai demonstrasi besar di Iran. Tokoh-tokoh pejuang revolusi, di antaranya Ayatullah Murtadha Muthahhari dan Doktor Behesti juga mengadakan aksi mogok di masjid  Universitas Teheran.