Jan 24, 2017 09:41 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 24 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Tsabit Al-Shabi’i Meninggal Dunia

 

1150 tahun yang lalu, tanggal 25 Rabiul Tsani 288 HQ,Tsabit bin Qurrah al-Shabi'i, matematikawan, astronom, dan dokter kenamaan meninggal dunia.

 

Al-Shabi'i lahir pada tahun 221 hijriah di kawasan Haraan di wilayah Beinan Nahrein, Irak. Sebagai bagian kaum Shabiin yang bermukim di wilayah beinan Nahrein, Al-Shabi'i juga fasih berbahasa Yunani dan Suryani.

 

Selain dua bahasa tersebut, Tsabit Al-shabi'I juga mengenal bahasa Arab dengan baik. Dia berhasil menguasai ilmu matematika dan astronomi dibawah bimbingan Muhammad bin Musa, matematikawan muslim terkenal. Al-Shabi'i banyak menulis dan menerjemahkan karya ilmiah menyangkut ilmu kedokteran, matematika, dan astronomi. Diantara hasil karyanya adalah Al-Dzakhirah fi ‘ilm Al-Thibb dan Kitabul Mafrudhat.

 

Ibnu Abdil Barr Lahir

 

1070 tahun yang lalu, tanggal 25 Rabiul Tsani 368 HQ, Abu Umar Yusuf bin Abdillah yang dikenal dengan nama Ibnu Abdil Barr seorang faqih, muhaddits, sastrawan dan ahli sejarah terkenal lahir di Andalusia.

 

Sejak dini, Ibnu Abdil Barr telah mulai menima ilmu dari ayahnya dan para guru terkenal saat itu. Berkat ketekunannya dalam belajar, dalam waktu yang cukup singkat, Ibnu Abdil Baar tampil sebagai salah seorang ulama besar di Andalusia.

 

Salah satu karya besar Ibnu Abdil Baar adalah kitab al-Isti'ab yang merupakan kitab biografi para sahabat Nabi Saw.

 

Perjanjian Breda Ditandatangani

350 tahun yang lalu, tanggal 24 Januari 1667, perjanjian Breda ditandatangani oleh Inggris dan Belanda.

 

Atas dasar perjanjian ini, Belanda harus menyerahkan daerah jajahannya di Amerika kepada Inggris. Pada tahun 1602, pemerintah Belanda memerintahkan Perusahaan dagang Hindia Belanda (VOC) untuk mencari jalan pintas menuju India dan mereka mengklaim semua wilayah yang ditemukan sebagai jajahan Belanda.

Pada tahun 1621, sebuah perusahaan baru bernama WIC didirikan untuk memonopoli perdagangan di Amerika dan Afrika Barat. Perusahaan ini pun kemudian mendirikan berbagai pemukiman dan pusat perdagangan Eropa di Amerika, di antaranya Manhattan, New York, dan Philadelphia.

 

Pada tahun 1664, tentara Inggris datang menyerang koloni Belanda di Amerika dan meletuslah perang Inggris-Belanda kedua selama tahun 1665 hingga 1667.
Perang ini diakhiri dengan Perjanjian Breda. Sebagai kompensasi atas diserahkannya koloni Belanda di Amerika kepada Inggris, Inggris menyerahkan Suriname kepada Belanda.

 

Ernest Hoffman Lahir

241 tahun yang lalu, tanggal 24 Januari 1776, Ernest Theodor Wilhelm Amadeus Hoffman, seorang penulis dan pemusik terkenal Jerman, terlahir ke dunia di kota Konigsberg.

 

Hoffman adalah seorang figur utama dari Romantisme Jerman dalam bidang penulisan maupun musik. Karya-karya Hoffman banyak memperlihatkan kemampuan imajinasinya yang fantastis, meskipun tetap memperhatikan dunia kehidupan sehari-hari.

 

Novel-novel pertama karya Hoffman, di antaranya berjudul  Ritter Gluck  dan Don Juan, yang berkisah tentang pengalaman supernaturalnya, kegilaan, dan musik. Karya-karya penulisan Hoffman banyak memberi inspirasi kepada para musisi, misalnya Offenbach yang menciptakan karya musik berjudul The Tales of Hoffman.

Karya musik  Hoffman yang terpenting adakah opera berjudul Undone yang pertama kali ditampilkan di The Royal Theatre of Berlin yang dianggap sebagai basis musik romantis Jerman. Ernest Hoffman meninggal dunia tahun 1822.

 

Ayatullah Mirza Jamaluddin Kalbasi Wafat

 

85 tahun yang lalu, tanggal 5 Bahman 1310 HS, Ayatullah Mirza Jamaluddin Kalbasi meninggal dunia pada di kota Isfahan dan dikuburkan di pekuburan Takht-e Foulad.

 

Ayatullah Mirza Jamaluddin Kalbasi anak dari Ayatullah Mirza Abolmaali Kalbasi yang merupakan keluarga ulama. Ia lahir di kota Isfahan.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat dasar dan menengah pada ayahnya, ia kemudian pergi ke kota Najaf al-Asyraf untuk melanjutkan pendidikannya. Mirza Jamaluddin selama di Najaf belajar kepada ulama besar seperti Akhond Khorasani dan selama bertahun-tahun belajar di sana, ia kembali ke kota kelahirannya, Isfahan. Ia kemudian mengajar di sana dan banyak pelajar agama yang kemudian hari menjadi ulama besar belajar darinya.

 

Ayatullah Kalbasi menjalani kehidupannnya dengan sangat sederhana dan tidak tertawan oleh keindahan dunia. Ia banyak meninggalkan karya ilmiah seperti Talkhis Ilahiah dalam ilmu astronomi dan buku Ushul Fiqih.