Jan 25, 2017 07:43 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 25 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Qattan Muruzi Meninggal Dunia

 

973 tahun yang lalu, tanggal 26 Rabiul Tsani 465 HQ, Ainuz Zaman Qattan Muruzi, matematikawan, dokter dan filsuf terkemuka muslim terlahir ke dunia di kota Marv, Khorasan yang kini masuk dalam wilayah Turkmenistan.

 

Qattan dikenal sebagai ilmuan besar di bidang matematika, filsafat, sastra dan ilmu-ilmu agama. Dia juga memiliki ketertarikan yang besar kepada ilmu kedokteran.

 

Qattan Muruzi akhirnya lebih menyibukkan diri dengan aktivitasnya sebagai dokter. Banyak buku yang telah ditulisnya, diantaranya buku berjudul Keyhan-e Shenakht, yang membahas ilmu matematika. Qattan Muruzi wafat pada tahun 548 Hijriah.

 

Industri Percetakan Lahir

561 tahun yang lalu, tanggal 25 Januari 1456, industri percetakan lahir dengan dicetaknya Injil Gutenberg atau dikenal dengan nama Mazarin Bible.

 

Injil cetakan pertama ini bentuknya seperti manuskrip, tidak memiliki nomor halaman, judul halaman, dan identitas buku lainnya.

Pencetakan Injil Gutenberg ini merupakan hasil dari penemuan mesin cetak dengan huruf bergerak oleh Johann Gutenberg pada tahun 1450. Namun sesungguhnya, penemuan mesin cetak pertama kali ditemukan oleh bangsa Cina pada tahun 594 yang menggunakan metode penyekaan terhadap cetakan yang terbuat dari sebuah kayu.

 

Najafi Quchani Wafat

 

75 tahun yang lalu, tanggal 26 Rabiul Tsani 1363 HQ, Agha Najafi Quchani, filsuf, faqih dan sastrawan terkemuka Iran wafat di tanah kelahirannya Quchan, Iran.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Quchan, beliau bertolak ke Irak untuk menimba ilmu agama di Hauzah Ilmiah Najaf.  Di bawah bimbingan para ulama besar, Najafi Quchani berhasil meraih derajat ijtihad. Setelah menyelesaikan pendidikannya, beliau kembali ke Iran.

 

Di saat para ulama Iran terjun di medan perjuangan yang dikenal dengan nama gerakan Masyrutiyat (Revolusi Konstitusi), Agha Najafi Quchani juga ikut terlibat. Banyak karya penulisan yang ditinggalkannya di antaranya, Siyahate Sharq, Siyahate Ghrab, dan Odzr Badtar az Gonah.

 

Warga Tehran Bersiap Nasionalisasi Industri Minyak

 

66 tahun yang lalu, tanggal 6 Bahman 1329 HS, warga Tehran bersiap menasionalisasi industri minyak Iran.

 

Sejak dimulainya eksplorasi dan pengeboran minyak di Iran, perusahaan-perusahaan minyak asing mendekati para pejabat urusan perminyakan guna menjarah kekayaan Iran lewat cara ini. Sementara Iran sendiri hanya mendapatkan sedikit keuntungan. Oleh karenanya, Majlis Syura Melli Iran tengah berusaha untuk membatatalkan kontrak-kontrak dengan pihak asing dan menasionalisasi industri perminyakan.

 

Tapi dalam upaya ini, Sepahbod Razmara, Perdana Menteri Rezim Pahlevi pendukung Inggris, berusaha menandatangani kontrak yang menguntungkan Inggris dan merugikan Iran.

 

Perselisihan pendapat antara Majlis Syura bersama rakyat dengan perdana menteri semakin meningkat, sehingga Ayatullah Kashani, ulama besar waktu itu menyelenggarakan pertemuan besar yang dihadiri oleh warga Tehran. Pertemuan besar ini diselenggarakan pada 6 Bahman 1326 HS dengan tujuan memberikan informasi kepada rakyat untuk menuntut nasionalisasi industri minyak Iran.

 

Pada akhirnya, PM Razmara yang memiliki keseriusan diratifikasinya kontrak tambahan soal perminyakan, dibunuh oleh Khalil Tahmasebi, anggota Fedayeen Eslami. Di akhir bulan Isfand 1329 HS, Majlis merafitikasi nasionalisasi industri minyak Iran.

 

Nasionalisasi Hutan Iran

54 tahun yang lalu, tanggal 6 Bahman 1341 HS, diumumkan sebagai hari nasionalisasi hutan-hutan Iran dalam kerangka piagam Revolusi Putih.

 

Hutan-hutan Iran yang disebut sebagai tambang emas hijau dan ladang negara akhirnya dinasionalisasikan. Dengan nasionalisasi hutan Iran, maka hampir 120 juta hektar hutan dan ladang negara menjadi milik negara.

Di sisi lain ditanam juga hutan buatan seluas 28 ribu hektar. Lebih dari 5 ribu hektar jalur hijau dibuat melingkari kota-kota besar dan taman-taman hutan dibuat di banyak kawasan di Iran.

Iran juga menyusun program makro dalam rangka menghidupkan kembali sumber-sumber hutan, melindungi tanah, mengontrol debu dan mencegah meluasnya gurun.