Jan 28, 2017 07:28 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 28 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Muqassim Wafat

 

1663 tahun yang lalu, tanggal 29 Rabiul Tsani 354 HQ, Ibnu Muqassim, seorang cendekiawan dan ahli hadis muslim terkemuka meninggal dunia.

 

Ibnu Muqassim dilahirkan di Baghdad dan menuntut ilmu dari ulama-ulama besar di kota itu, di antaranya Abbas bin Fadhl ar-Razi.

 

Ibnu Muqassim banyak meninggalkan karya-karya penulisan, umumnya di bidang ulumul quran, di antaranya berjudul al-Anwar fi Tafsir al-Quran.

 

Muhammad Dzahabi, Ahli Hadis dan Sejarawan Lahir

 

765 tahun yang lalu, tanggal 29 Rabiul Tsani 673 HQ, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Dzahabi, ahli hadis dan sejarawan terkenal terlahir ke dunia.

 

Sejak mudanya, Muhammad bin Ahmad Dzahabi sangat tertarik mengumpulkan hadis dan untuk menyempurnakan koleksi hadis dan ilmunya tentang ilmu ini, beliau banyak melakukan perjalanan. Dalam perjalanannya Dzahabi bertemu banyak ulama hadis dan mencatatnya.

 

Pada dasarnya, Dzahabi menulis tentang peristiwa yang terjadi dalam sejarah Islam sejak kemunculan agama Islam hingga tahun 704 Hq. Begitu pula dengan peristiwa para ahli hadis di masa itu sempat diabadikan dalam bukunya Tarikh Islam.

 

Karya-karya Dzahabi dimanfaatkan oleh para ilmuwan dan ulama untuk menganalisa apa yang terjadi di dunia Islam di masa itu. Semasa hidupnya banyak ulama yang mendatanginya untuk mendengarkan langsung hadis-hadis yang didapatkannya.

 

Al-Kasyif, Thabaqat al-Qurra, al-Mu’jam al-Kabir dan al-Mu’jam as-Shagir merupakan sebagian dari karyanya.

 

Muhammad bin Ahmad Dzahabi meninggal dunia pada 748 Hq dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di Damaskus, Suriah.

 

Peter The Great Meninggal

292 tahun yang lalu, tanggal 28 Januari tahun 1725, Peter Romanov, kaisar Rusia ketiga dari Dinasti Romanov, meninggal dunia pada usia 53 tahun.

 

Peter the Great adalah pemimpin reformasi di Rusia. Dia mengundang para insinyur, pembuat kapal, arsitek, pengrajin, dan pedagang dari Barat untuk datang ke Rusia. Ratusan orang Rusia juga dikirimkan belajar ke Barat.

Pada tahun 1700, ia memulai perang dengan Swedia, yang dinamakan "Perang Utara" Tujuan utama perang ini adalah meraih akses ke Lautan Baltik dan perdagangan di sana. Selama perang berlangsung, Peter membangun kota St. Petersburg di delta Sungai Neva, pada tahun 1703.

Pada tahun 1712, Peter memindahkan ibukota Rusia ke St. Peterburg. Setelah berlangsung selama 21 tahun, Perang Utara berakhir pada tahun 1721 dengan kemenangan Rusia. Di tahun itu pula, Rusia dinyatakan sebagai imperium dan Peter mengangkat dirinya sebagai Kaisar.

 

Di samping dikenal sebagai arsitek modernisasi Rusia, Peter The Great  juga dikenal sebagai kaisar yang kejam dan berdarah dingin. Untuk membiayai reformasi di Rusia, ia menarik pajak yang besar dari rakyatrnya. Diapun membunuh massal para oposannya.

 

Arif Besar Ayatullah Mirza Ali Qazi Thabathabai Wafat

 

70 tahun yang lalu, tanggal 9 Bahman 1325 HS, Ayatullah Sayid Ali Qazi Thabathabai, arif besar meninggal dunia dalam usia 77 tahun. Beliau dimakamkan di pekuburan Wadi as-Salam, Najaf al-Asyraf.

 

Ayatullah Sayid Ali Qazi Thabathabai lahir pada 1248 Hs di kota Tabriz. Keluarganya berasal dari kalangan sastrawan dan ulama. Selama di Tabriz, beliau belajar kepada sejumlah ulama termasuk ayahnya.

 

Sejak muda beliau telah pergi ke Najaf al-Asyraf untuk menuntut ilmu. Selama di sana, beliau belajar kepada ulama besar seperti Mohammad Fazel Sharbiyani, Mohammad Hassan Mameghani, Sheikh as-Shariah Isfahani, Akhond Khorasani dan Mirza Hossein Khalili Tehrani. Sementara untuk mempelajari lebih dalam masalah irfan, beliau belajar kepada Sayid Ahmad Karbalai dan Sheikh Mohammad Bahari.

 

Belajar selama bertahun-tahun di Najaf membuat beliau menjadi ulama besar di bidang fiqih, ushul, hadis dan tafsir, sekaligus menjadi seorang arif dan guru akhlak.

 

Selain berusaha keras membersihkan jiwanya, beliau juga mendidik murid-murid seperti Allamah Thabathabai, Sayid Mohammad Hassan Ilahi, Sayid Reza Bahauddini, Mohammad Taqi Bahjar Foumani dan lain-lain.