Jan 29, 2017 07:50 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 29 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 30 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Muhammad bin Ahmad Dzahabi Lahir

 

765 tahun yang lalu, tanggal 30 Rabiul Tsani 673 HQ, Muhammad bin Ahmad Dzahabi,  seorang ahli hadis dan sejarah muslim termasyhur, terlahir ke dunia.

 

Sejak masa mudanya, Muhammad bin Ahmad Dzahabi yang terkenal dengan julukan Syamsuddin itu, telah tertarik untuk mengumpulkan hadis. Ia juga melakukan perjalanan ke berbagai wilayah untuk mencatat dan mempelajari hadis-hadis dari para ulama pada zaman itu.

 

Dzahabi juga mempelajari sejarah Islam sejak dimulainya kemunculan Islam hingga tahun 704 Hijriah yang kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul Taariikhul Islam  yang banyak menjadi rujukan para ilmuwan Islam setelahnya. Karya-karya Dzahabi lainnya berjudul al-Kashif, al-Mu'jam as-Shagiir dan al-Mu'jam al-Kabiir.

 

Dzahabi meninggal dunia pada tahun 748 Hijriah di Damaskus.

 

Jean-Philippe Rameau Lahir

324 tahun yang lalu, tanggal 29 Januari tahun 1693,  Jean-Philippe Rameau, seorang musisi terkenal Perancis, terlahir ke dunia di kota Dijon.

 

Ayahnya, Jean Rameau adalah seorang pemain organ di beberapa gereja di Dijon. Dia mengajarkan musik kepada semua anak-anaknya, termasuk Jean-Philippe. Bahkan, Jean-Philippe menguasai not balok sebelum dia bisa membaca.

Jean-Philippe kemudian juga menjadi pemusik di gereja-gereja Perancis. Karya-karya musiknya antara lain berjudul Laboravi clamans, yang dibuatnya tahun 1722 dan In Convertendo yang dibuatnya antara tahun 1713 hingga tahun 1715.

Alexis Claude Clairaut Lahir

304 tahun yang lalu, tanggal 29 Januari tahun 1713, Alexis Claude Clairaut, seorang matematikawan Perancis, terlahir ke dunia.

 

Sejak kecil, Clairaut telah menunjukkan kejeniusannya di bidang matematika. Pada usia 10 tahun, ia telah mempelajari kalkulus dan pada usia 11 tahun ia telah menyusun risalah mengenai kurva tingkat tiga.

Kejeniusannya membuat Clairaut diterima sebagai anggota akademi Perancis pada usia 18 tahun.  Caliraut adalah orang pertama yang memperkirakan massa planet Venus dengan sangat mendekati ketepatan.

Pada tahun 1736, ia dipilih sebagai anggota ekspedisi pengukuran panjang setiap derajat bujur bumi. Hasil penelitiannya itu ditulisnya dalam buku "Teori Figur Permukaan Bumi". Claude Clairaut meninggal dunia tahun 1765.

 

Demonstrasi di Masjid Universitas Teheran

38 tahun yang lalu, tanggal 10 Bahman 1357 HS, demonstrasi di mesjid Universitas Teheran terus berlanjut.

 

Demonstrasi ini dimulai oleh para ulama, di antaranya Ayatullah Murtadha Mutahhari, untuk memprotes tindakan pemerintah yang menutup semua bandara Iran demi mencegah kedatangan Imam Khomeini dari Paris.

Setelah rakyat bergabung dengan para ulama dan mahasiswa, kini giliran para budayawan dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya bersatu mengadakan demonstrasi. Akhirnya, Perdana Menteri Shapour Bakhtiar memutuskan untuk mengizinkan Imam Khomeini kembali ke Iran dan membuka kembali bandara-bandara di Iran.

 

Ayatullah Sayid Ziauddin Allamah Fani Isfahani Wafat

 

18 tahun yang lalu, tanggal 10 Bahman 1377 HS, Ayatullah Ziauddin Allamah Fani Isfahani meninggal dunia dalam usia 87 tahun. Beliau dimakamkan di samping kuburan Allamah Majlisi.

 

Allamah Fani Isfahani lahir di kota Isfahan sekitar tahun 1290 HS dan berasal dari keluarga ulama. Sejak remaja, beliau punya kecenderungan luar biasa untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, tanpa melupakan aktivitas politik dan sosial. Beliau terlibat aktif mencetak majalah mingguan Neda-ye Din di Isfahan di masa Doktor Mosaddegh, memerangi pemikiran menyimpang Bahai, menjadi anggota Fedayeen al-Islam dan sering menyampaikan ceramah yang mengritik kondisi di masanya, terutama rezim Shah Pahlevi.

 

Aktivitas sosial dan politiknya membuat rezim Shah meradang dan mengasingkannya selama 37 tahun di Irak. Selama di Najaf al-Asyraf, Allamah Fani Isfahani menghadiri kuliah ulama besar seperti Sayid Abdolhadi Shirazi, Sayid Mohsen al-Hakim, Sayid Mahmoud Shahroudi, Sayid Abolqasem Khui dan lain-lain-lainnya. Beliau mendapatkan ijazah ijtihad dan meriwayatkan hadis dari mereka. Begitu juga beliau dekat dengan peneliti besar Agha Bozourgh Tehrani, sehingga menguasai penulisan bibliografi. Setelah tinggal selama 10 tahun di Najaf beliau kembali ke Iran.

 

Allamah Fani Isfahani meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Tafsir Dhiya, meneliti buku al-Wafi dalam 16 jilid dan Majma Rijal dalam 7 jilid.