Lintasan Sejarah 3 Februari 2017
Hari ini, Jumat tanggal 3 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Sayidah Zainab Lahir
1433 tahun yang lalu, tanggal 5 Jumadil Awal 5 HQ, Sayidah Zainab, cucu Rasulullah Saw, putri Imam Ali as dan Fathimah az-Zahra as, terlahir ke dunia.
Putri Imam Ali as ini terkenal atas ketakwaan, ketinggian ilmu, kefasihan bahasa, dan keberaniannya dalam membela kebenaran.
Pada era pemerintahan Khalifah Yazid yang kejam dan despotik, saudara Sayidah Zainab, Imam Husein as menolak untuk berbaiat kepada khalifah zalim itu dan memilih melakukan perlawanan. Imam Husein beserta 72 anggota keluarga dan sahabatnya dikepung oleh ribuan orang pasukan Yazid di Padang Karbala.
Di antara anggota kafilah Imam Husein tersebut adalah Sayidah Zainab dan dua putra beliau yang kemudian gugur syahid untuk membela Imam Husein.
Di Iran, hari kelahiran Sayidah Zainab juga diperingati sebagai "Hari Perawat" untuk mengenang jasa beliau yang menjadi perawat dan pelindung para korban tragedi Karbala.
Terusan Suez Diserang Jerman
102 tahun yang lalu, tanggal 3 Februari 1915, dalam era Perang Dunia I, Terusan Suez yang saat itu berada di bawah kekuasaan Inggris, diserang oleh pasukan bersama Jerman dan Ottoman.
Posisi Terusan Suez yang sangat strategis, yaitu menghubungkan Lautan Mediterania dengan Lautan Merah, menjadikan terusan ini objek rebutan antara pasukan Sekutu dan Axis.
Inggris yang khawatir kehilangan kontrol atas Terusan Suez, karena akan membahayakan daerah-daerah koloninya di Asia, berusaha mati-matian mempertahankan Terusan ini.
Akhirnya pasukan aliansi Jerman dan Ottoman terpaksa menelan kekalahan dan terusan itu tetap berada di bahwa kekuasaan Inggris sampai tahun 1956 ketika dinasionalisasi oleh Presiden Mesir saat itu, Gamal Abdul Naser.
Peletakan Batu Pertama Universitas Tehran
82 tahun yang lalu, tanggal 15 Bahman 1313 HS, peletakan batu pertama Universitas Tehran.
Rencana pembangunan Universitas Tehran pada tahun 1313 Hs telah diserahkan kepada Majlis Syura Melli dalam bentuk draf dan setelah diratifikasi pada tanggal 15 Bahman 1313 HS dilakukan peletakan batu pertama.
Universitas Tehran dibentuk dari sekolah-sekolah tinggi waktu itu seperti sekolah tinggi kedokteran, sekolah tinggi hukum dan sekolah tinggi sains.
Universitas Tehran di awal pembentukannya mencakup 6 fakultas dengan nama, kedokteran, sosial, pendidikan, politik, ekonomi dan teknik. Rektor Universitas Tehran sejak awal pendiriannya hingga tahun 1317 HS dipegang oleh Doktor Isa Seddighi dengan dibantu oleh Doktor Ali Asghar Hekmat.
Independensi Universitas Tehran dari sisi manajemen dan teknik terjadi di masa kementerian Doktor Ali Akbar Siyasi pada 1321 HS dan untuk pertama kali sesuai dengan undang-undang independensi universitas, dekan fakultas dipilih dari para dosen dengan pemilihan yang berlangsung di antara mereka. Sementara rektor juga dipilih dari para dekan lewat Dewan Universitas.
Tentara AS Menginvasi Kepulauan Marshall
73 tahun yang lalu, tanggal 3 Februari tahun 1944, tentara AS menginvasi Kepulauan Marshall di Lautan Pasifik.
Kepulauan ini sebelumnya berada di bawah kekuasaan Jepang sejak tahun 1914, dalam era perang Dunia I.
Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I, menetapkan bahwa pulau-pulau yang semula dikuasai Jerman, termasuk kepulauan Marshall, Carolina, dan Mariana, harus diserahkan kepada Jepang di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa.
Namun, Jepang keluar dari Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1933 dan menjadikan kepulauan di Pasifik tersebut sebagai pangkalan militer.
Selama Perang Dunia II, kepulauan ini menjadi sasaran serangan pasukan Sekutu dan akhirnya pada tanggal 3 Februari, kepulauan Marshall jatuh ke tangan AS dengan mengorbankan nyawa sekitar 40 tentara Amerika.