Jan 06, 2018 08:02 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 5 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Perjanjian Dardanela Ditandatangani

209 tahun yang lalu, tanggal 5 Januari1809, perjanjian Dardanela ditandatangani oleh pemerintahan Ottoman dan Inggris.

erdasarkan perjanjian ini, Inggris berjanji untuk meninggalkan semua wilayah kekuasaan Ottoman, antara lain Mesir, dan menghentikan pendudukannya atas wilayah-wilayah tersebut. Sebaliknya, pemerintah Ottoman berjanji untuk mengakui secara resmi hak-hak konsuler Inggris di wilayah Ottoman.

Tujuan Inggris untuk menandatangani perjanjian ini adalah untuk menjaga keamanan maritimnya di perairan Mediterania terhadap kemungkinan ancaman serangan angkatan laut Rusia. Tujuan ini bisa dicapai Inggris, karena berdasarkan perjanjian Dardanela, Ottoman berjanji bahwa selama perdamaian antara Inggris dan Ottoman berlangsung, tidak akan ada kapal perang yang diizinkan melintasi selat Bosforus dan Dardanela yang dikuasai oleh Ottoman.

Sejarah

Ayatullah Nakhjawani Meninggal

105 tahun yang lalu, tanggal 17 Rabiul Tsani 1334 HQ, Ayatullah Syaikh Muhammad Ali Nakhjawani, seorang ulama termasyhur abad ke-14 Hijriah, meninggal dunia di kota Karbala, Irak.

Ayatullah Nakhjawani berasal dari kota Nakhjawan, Azerbaijan. Sejak usia 11 tahun, beliau telah menguasai al-Quran dan kemudian mempelajari ilmu-ilmu logika, sastra Arab, dll.

Selanjutnya, Syaikh Nakhjawani menuntut ilmu dari ulama-ulama besar seperti Fadhil Irwani, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid dan menjadi marja taklid kaum muslimin di Kaukasus dan Azerbaijan. Ayatullah Nakhjawani meninggalkan berbagai karya penulisan, di antaranya berjudul Ijtima'iy-e Imruzi.

Ayatullah Mir Sayid Mohammad Modarres Najafabadi Wafat

88 tahun yang lalu, tanggal 15 Dey 1318 HS, Mir Sayid Mohammad Modarres Najafabadi meninggal dunia dan dimakamkan di pekuburan umum Takht-e Foulad Esfahan.

Ayatullah Mir Sayid Mohammad bin Sayid Mohammad Hossein Modarres Najafabadi lahir di kota Najafabad sekitar tahun 1257 HS.

Beliau mempelajari pendahuluan ilmu-ilmu agama di tempat kelahirannya. Setelah itu, untuk melanjutkan pendidikan agamanya, Ayatullah Najafabadi pergi ke kota Najaf, Irak. Selama di Najaf, beliau belajar kepada guru-guru besar hauzah seperti Allamah Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani, Syeikh as-Syariah Isfahani, Sayid Ismail Sadr dan Agha Reza Hamedani.

Setelah beberapa tahun menuntut ilmu di Najaf dan meraih derajat keilmuan yang tinggi, beliau kembali ke kota kelahirannya, Isfahan dan hingga akhir usianya beliau membaktikan diri untuk mengajar dan membimbing masyarakat. Ruang kuliahnya menjadi tempat belajar para ulama dan ilmuan. Sebagian besar ulama kontemporer Isfahan merupakan muridnya.

Ayatullah Modarres Najafabadi meninggalkan banyak karya seperti catatan pinggi atas Kifayah al-Ushul dalam dua jilid.