Lintasan Sejarah 10 Januari 2018
Hari ini, Rabu tanggal 10 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Agha Najafi Lahir
177 tahun yang lalu, tanggal 22 Rabiul Tsani 1262 HQ, Syeikh Muhammad Taqi Razi, yang terkenal dengan nama Agha Najafi, seorang ulama besar Iran, terlahir ke dunia di kota Isfahan.
Agha Najafi menuntut ilmu-ilmu pendahuluan dari ayahnya dan kemudian melanjutkan pendidikan ke hauzah ilmiah di kota Najaf, Irak. Di Najaf, Agha Najafi menimba ilmu dari ulama-ulama besar zaman itu, seperti Mirza Muhammad Hasan Shirazi dan Syaikh Mahdi Kashiful Githa'.
Ketika kembali ke tanah kelahirannya, Agha Najafi menajdi ulama yang amat berpengaruh dalam masayarakat. Ia juga aktif dalam menulis di antyaranya Al Ijtihad wat-Taklid dan Anwarul Arifin.
Liga Bangsa-Bangsa Berdiri
98 tahun yang lalu, tanggal 10 Januari 1920, Liga Bangsa-Bangsa secara resmi memulai aktivitasnya.
Liga Bangsa-Bangsa dibentuk setelah Perang Dunia Pertama dengan tujuan untuk mewadahi kepentingan bangsa-bangsa dan menjaga perdamaian dunia. Pendirian lembaga ini diprakarsai oleh Presiden AS waktu itu Woodrow Wilson, dalam perjanjian damai di Versailes. Namun, AS sendiri tidak bergabung dalam Liga Bangsa-Bangsa.
Pada awalnya, Afrika dan Uni Soviet juga tidak bergabung ke dalam organisasi ini. Perancis dan Inggris pun hanya bertindak sebagai pendukung, bukan anggota.Ketiadaan jaminan akan terlaksananya keputusan yang dihasilkan Liga Bangsa-Bangsa merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh organisasi ini. Bahkan, kekuatan-kekuatan besar saat itu, seperti Italia dan Jerman menganggap enteng organisasi ini.
Berbagai konflik menjelang Perang Dunia Kedua dan kekecewaan sebagian negara-negara anggota membuat organisasi ini akhirnya bubar begitu saja.
Pada tahun 1946, pasca Perang Dunia II, berdirilah PBB yang menggantikan fungsi Liga Bangsa-Bangsa.
Pernyataan Sikap Hauzah Ilmiah Qom atas Kejahatan Shah
40 tahun yang lalu, tanggal 20 Dey 1356 HS, Hauzah Ilmiah Qom mengeluarkan pernyataan sikap atas kejahatan Shah, menyusul kebangkitan berdarah 19 Dey 1356 HS.
Sebagian dari isi pernyataan itu sebagai berikut, “Pemerintah zalim setiap hari melakukan aksinya untuk menghancurkan Islam dan Muslimin serta Hauzah Ilmiah. Mereka tidak cukup dengan menciptakan kondisi mencekam, tapi secara langsung membantai warga dan para santri Hauzah Ilmiah Qom.”
Di bagian lain dari pernyataan sikap itu, kepada rakyat Iran juga ditegaskan bahwa, “Umat Islam Iran menyaksikan bagaimana pemerintah zalim memperlakukan para pemuda yang mewakafkan dirinya untuk Islam dan Muslimin. Bagaimana mereka meninggalkan kelezatan dunia dan berjuang di jalan Islam. Anehnya, Shah sang pelaku kejahatan berbicara atas nama Islam. Ia beranggapan dengan menguatkan dirinya sebagai boneka Amerika berarti dapat berbuat kejahatan apa saja. Tapi ia harus tahu bakal gagal menghadapi kebangkitan dan revolusi bangsa Iran.”