Jan 16, 2018 14:51 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 11 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abu Shamah Lahir

840 tahun yang lalu, tanggal 23 Rabiul Tsani 599 HQ, Shihabuddin  Abdurrahman Dimasyqi Muqaddasi, yang terkenal dngan nama Abu Shamah, terlahir ke dunia di kota Damaskus, Syria.

Abu Shamah adalah seorang cendikiawan dan ulama terkemuka di Damaskus. Dia menuntut ilmu-ilmu agama  di Iskandariah, Mesir.

Abu Shamah meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul Mukadimah Ilmu Nahwu dan Sejarah Ringkas Kota Damaskus. Namun sayang sekali sebagian besar karya Abu Shamah hancur dalam kebakaran yang menimpa perpustakaan besar yang dimilikinya.

Sejarah

Abul Qasim Sahab Wafat

61 tahun yang lalu, tanggal 21 Dey 1335 HS, Abul Qasim Sahab meninggal dunia dalam usia 69 tahun.

Abul Qasim Sahab lahir pada 1266 Hs di kota Tafresh. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya. Di masa remaja, Sahab berhasil mempelajari ilmu-ilmu keagamaan seperti fiqih, ushul fiqih, teologi, filsafat, tafsir dan sejarah Islam. Keluasan ilmu membuatnya menjadi rujukan ulama dan ilmuwan.

Di masa mudanya ia pergi ke kota Tehran dan belajar kepada ulama besar waktu itu seperti Sheikh Ali Nuri, Sayid Abdurrahim Sanglaji dan ulama lainnya demi menyempurnakan ilmunya.

Di samping mempelajari ilmu-ilmu keagamaan, Sahab juga mempelajari bahasa Perancis dan Inggris. Selama beberapa waktu ia memimpin majalah Talim va Tarbiat dan setelah itu diangkat menjadi Direktur Perpustakaan Nasional. Namun Sahab lebih memilih mengajar sebagai pekerjaan paling mulia.

Di akhir hidupnya ia mengajar di Sekolah Tinggi Tehran. Selama hidupnya ia melahirkan banyak karya tulis seperti Syarah Kehidupan Imam Husein bin Ali dalam dua jilid, Adab Shalat Jumat, Kamus Orientalis, Sejarah Kehidupan Imam Ridha, Imam Jawad, Imam Musa dan Imam Askari dalam 4 jilid.

Aljazair

Chadli Bendjedid Mengundurkan Diri

26 tahun yang lalu, tanggal 11 Januari 1992, menyusul kemenangan besar Front Penyelamat Islam Aljazair (FIS), presiden negara itu, Chadli Bendjedid mengundurkan diri.

Pengunduran diri Bendjedid ini atas desakan sebagian anggota kabinetnya, terutama pihak militer, yang tidak menginginkan berkuasanya sebuah partai Islam di Aljazair. Parlemen Aljazair kemudian dibubarkan dan hasil pemilu dibatalkan. Demonstrasi besar-besaran kemudian melanda Aljazair. Mohamed Boudiaf kemudian mendirikan Dewan Tinggi Negara yang menjalankan pemerintahan dan menyatakan Aljazair dalam situasi darurat. 

Chadli Bendjedid terpilih sebagai presiden Aljazair sejak tahun 1979. Situasi ekonomi yang terus memburuk, membuat rakyat Aljazair tidak puas atas kepemimpinan Bendjedi. Pada tahun 1988, setelah terjadi berbagai demonstrasi menentang pemerintahannya, Bendjedid melakukan reformasi yang di antaranya memberi kebebasan berdirinya partai-partai baru.

Pada tahun 1989, Partai Front Penyelamat Islam (FIS) berdiri dan dalam waktu singkat berhasil menarik banyak anggota serta meraih suara mayoritas dalam pemilu 1991.  Setelah digagalkannya hasil pemilu oleh penguasa militer, banyak anggota FIS yang ditangkap dan partai itu dibubarkan oleh penguasa.