Feb 18, 2018 16:31 Asia/Jakarta

Surat ar-Rum ayat 20-22.

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ (20)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (30: 20)

Pada pertemuan sebelumnya telah kita jelaskan kuasa Allah Swt dalam menghidupkan yang telah mati dan sebaliknya. Ayat ini dan juga ayat-ayat berikutnya, kembali menyinggung tanda-tanda kekuatan Allah swt pada makhluk ciptaan-Nya, khususnya manusia. Disebutkan bahwa semua umat manusia yang telah tersebar di bebagai penjuru dunia ini diciptakan dari tanah. Ayat ini dapat dijadikan sebagai bukti bahwa manusia pertama diciptakan Allah swt dari tanah. Kemudia dapat pula disinggung tentang makanan manusia yang bahan-bahannya baik secara langsung maupun tidak langsung dari tanah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah.

Jika manusia memperhatikan sumber penciptaan dan kehidupan, maka dia akan bertanya bagaimana Allah Swt menciptakannya dari tanah yang tidak bernyawa kemudia berubah bentuk dan memiliki sel-sel yang sangat rumit pada otak, sehingga umat manusia dapat mencapai kemajuan di sektor ilmu dan teknologi? Tanah yang tidak memiliki perasaan dan akal itu, melalui sebuah proses mukjizat berubah menjadi sel-sel yang sangat rumit sehingga berubah manusia yang memiliki akal, perasaan dan dapat bergerak.

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Mengenal diri sendiri adalah tahap mukadimah untuk mengenal Allah Swt, dan manusia itu sendiri merupakan salah satu bukti paling nyata tentang kekuatan dan kekuasaan Allah Swt.

2. Semua manusia tidak terkecuali diciptakan dari tanah dan akan kembali pada tanah juga. Maka seharusnya manusia meninggalkan kesombongan dan sifat takabur.

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (21)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (30: 21)

Menyusul pembahasan penciptaan manusia, ayat ini menyinggung tanda lain dari kebesaran Allah Swt yaitu hukum berpasang-pasangan. Disebutkan bahwa Allah Swt telah menetapkan pasangan bagi setiap manusia yang akan menjadi pengiringnya dalam menempuh kehidupan dan bersamanya mereka akan tenteram.

Hubungan itu dijalin dengan perasaan cinta yang terjalin antara suami-isteri serta mewujudkan saling ketergantungan sepanjang hidup mereka. Laki-laki dan perempuan adalah penyempurna dan saling mengisi. Salah satu pengaruh besar dari hubungan tersebut adalah pertumbuhan dan berlanjutnya generasi manusia. Hubungan keluarga merupakan pondasi pembentukan masyarakat dan penerimaan tanggung jawab sosial.

Dari ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Laki-laki dan perempuan adalah setara, tidak seperti sebagian pihak yang beranggapan bahwa perempuan lebih rendah dari laki-laki.

2. Budaya dan pendidikanIslam, keluarga yang baik adalah suami-isteri yang menjadi tempat ketenteraman hati pasangannya dan bukan yang menjadi penimbul gejolak dan percekcokan.

3. Kasih sayang dan cinta adalah anugerah sangat istimewa Allah Swt untuk pasangan suami-isteri. Unsur yang membuat hubungan mereka langgeng.

4. Sebagaimana cinta dan kasih sayang menjadi faktor hubungan suami-isteri, juga menjadi faktor kesinambungan ikatan tersebut.

وَمِنْ آَيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (22)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (30: 22)

Ayat ini menjelaskan penciptaan manusia di samping penciptaan langit dan bumi agar manusia lain juga memperhatikan dunia sekitarnya. Meski perkembangan pesat teknologi manusia, akan tetapi hingga kini pengetahuan manusia belum mampu mengakses berbagai galaksi.

Di bumi saja, masih tersimpan berbagai keajaiban dimana manusia belum mampu mengurainya. Di perut bumi tersimpang berbagai sumber alam yang sangat besar. Di kedalaman bumi, terdapat sumber minyak, gas dan mineral dan di samudera, berbagai jenis spesis dan ikan yang dapat dimanfaatkan manusia.

Ayat ini kembali kepada manusia dan menyinggung dua kriteria penting yaitu perbedaan bahasa yang menciptakan beragam logat dan intonasi, serta perbedaan warna kulit yang menciptakan berbagai golongan dan etnis.

Bayangkan apabila semua manusia sama dari sisi rupa, warna dan bahasa, lalu bagaimana kita dapat membedakan mereka? Bagaimana anak akan mengenal siapa orang tua mereka di antara ribuan dan jutaan laki-laki dan perempuan dari segala umur? Bagaimana seseorang dapat mengenali pasangannya?

Perbedaan wajah dan bahasa merupaka cara terbaik untuk mengenal. Selain itu, tanpa perbedaan dan keragaman, kehidupan sosial umat manusia akan menjejuhkan. Sama seperti ketika Anda berkunjung ke sebuah kota dimana semua kendaraannya berwarna putih.

Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Ilmu empiris selain membantu manusia memanfaatkan alam lebih baik juga dapat meningkatkan keyakinannya pada Sang Pencipta alam semesta.

2. Menurut pendapat para ilmuwan, keragaman etnis, warna kulit dan bahasa, merupakan bukti kekuatan Allah Swt. Akan tetapi kelompok orang jahil menilai perbedaan itu sebagai alasan untuk menghina atau mengolok kelompok lain.

3. Setiap bahasa memiliki keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, kelompok mana pun tidak boleh mengolok kelompok lain.