Jalan Menuju Cahaya 727
Surat ar-Rum ayat 23-26
وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (23) وَمِنْ آَيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (24)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (30: 23)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya. (30: 24)
Sebagian dari kandungan surat ar-Rum berbicar tentang ayat dan tanda-tanda kekuasaan Allah Swt dalam menciptakan manusia dan alam semesta. Ayat tersebut memaparkan dua contoh lain dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan dalam kehidupan manusia dan berkata, “Aktivitas tidur bagi kalian mungkin sebuah perkara sederhana, namun tidur dan terjaga yang terjadi pada waktu siang dan malam hari merupakan tanda-tanda hikmah Allah Swt, sehingga manusia menjalankan kegiatan dan rutinitas dengan penuh semangat dan rasa senang, dan mereka bisa kembali beristirahat ketika merasa lelah. Jika manusia tidak tidur, mereka akan selalu merasa letih dan kehilangan semangat untuk melanjutkan kehidupan.
Kilat dan petir yang kadang menimbulkan kecemasan masyarakat, merupakan mukadimah untuk turunnya hujan, dimana kehidupan bumi, manusia, binatang dan tumbuhan bergantung kepadanya. Jika sebuah daerah tidak disirami hujan untuk waktu yang lama, masyarakat setempat tentu akan lebih mengerti tentang betapa bernilainya sumber kehidupan ini.
Saat ini untuk keperluan transfer minyak dan gas dari kilang ke kota dan desa, manusia menghabiskan dana miliar dolar untuk pembangunan jaringan pipa, penggalian tanah, pemasangan dan perawatan instalasi, akan tetapi Allah Swt dalam sebuah sistem alam, menjadikan lautan dan samudera serta hembusan angin sebagai jalur transportasi dan sarana pengiriman energi secara gratis bagi manusia. Oleh karena itu, kita perlu merenungkan dan mensyukuri nikmat tak terbatas ini.
Dari ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1.Kita tidak boleh melalaikan nikmat-nikmat Allah Swt. Siklus tidur dan terjaga merupakan salah satu nikmat besar Tuhan.
2. Kerja untuk mencari rezeki halal dan memenuhi kebutuhan hidup merupakan perkara terpuji dan ditekankan oleh agama.
3. Petir dan kilat, turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman di muka bumi bukan sebuah kebetulan. Semua fenomena alam ini terjadi berdasarkan sebuah perencanaan yang sempurna oleh Sang Khalik.
4. Mengenal Tuhan harus dilandasi dengan ilmu pengetahuan, nalar dan pikiran.
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ (25)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur). (30: 25)
Ayat-ayat sebelumnya menyinggung tentang penciptaan langit dan bumi. Sementara ayat 25 surat ar-Rum berbicara seputar tegaknya langit dan bumi atas kehendak Allah Swt. Sistem tata surya, yang terdiri atas planet dan miliaran benda-benda langit, bergeraka dalam sebuah keteraturan dan jika terjadi penyimpangan sekecil apapun, maka mungkin saja akan menghancurkan sebagian dunia termasuk planet bumi dan penduduknya. Namun, kekuasaan Allah Swt membuat benda-benda langit bergerak pada porosnya dan menciptakan sebuah keteraturan.
Sistem tersebut tentu saja akan hancur dan umur dunia akan berakhir jika Allah Swt berkehendak dan kemudian membangun sebuah sistem baru. Dalam sistem baru ini, manusia, berbeda dengan dunia ini dimana mereka dilahirkan dari ibunya, mulai terputus hubungannya dengan orang tua dan anak saudara dan setiap individu akan hadir untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya di pengadilan Tuhan.
Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Tegaknya alam semesta bukan sebuah kebetulan dan juga bukan karena campur tangan pihak lain, tapi hanaya karena iradah Allah Swt.
2. Allah Swt bukan hanya menciptakan, tapi juga mengatur urusan dunia ini. Tidak benar jika dikatakan bahwa Tuhan menciptakan dunia dan kemudian membiarkannya bergerak sendiri, tetapi Dia selalu berperan dalam semua tahapan mulai dari penciptaan dan pengaturan.
3. Bangkitnya manusia dari tanah adalah bukti atas Ma’ad Jasmani. Karena dengan kematian, tubuh manusia akan dibaringkan di kuburan dan bukan ruhnya.
وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ (26)
Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. (30: 26)
Allah Swt adalah pemilik manusia dan semua mahkluk lain seperti malaikat dan jin. Dia memiliki kewenangan mutlak atas mereka semua dan tidak ada yang dapat menentang kehendak-Nya. Meskipun tunduk dan patuh pada sistem takwini-Nya. Ikhtiar mereka bahkan bergantung pada izin dan kehendak Allah Swt.
Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Tidak hanya benda mati, tumbuhan dan hewan, tapi makhluk yang memiliki idrak (daya yang dapat menangkap) seperti manusia, malaikat dan jin juga mustahil dapat keluar dari kekuasaan Allah Swt.
2. Seperti dalam sistem takwini, eksistensi manusia mengikuti kehendak Allah Swt dan oleh karena itu, mereka mencapai pertumbuhan dan kesempurnaan jasmani. Jika dalam sistem tasryri’i, manusia atas ikhtiarnya juga patuh pada perintah Allah Swt, maka mereka akan mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan.