Jalan Menuju Cahaya 732
Surat ar-Rum ayat 43-46.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ (43)
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah. (30: 43)
Salah satu keutamaan agama Islam adalah keseuaiannya dengan logika dan fitrah manusia. Oleh karena itu pada ayat ini, Islam diperkenalkan sebagai agama yang selain berdiri pada prinsip kokoh dan juga mencakup seluruh kemaslahatan pribadi dan individu sosial masyarakat. Tentunya berkah agama ini akan mencakup seluruh masyarakat Muslim, jika Islam menjadi pedoman utama dalam segala urusan kehidupannya, tidak seperti kelompok orang yang hanya mengambil satu bagian dari agama berdasarkan alasan menyukainya dan meninggalkan bagian-bagian lainnya.
Jika manusia mengetahui betapa singkatnya kesempatannya dalam kehidupan dunia ini, dan akhirnya perjalanannya akan lebih cepat dari yang dibayangkannya, maka dia akan memanfaatkannya sebaik mungkin sehingga tidak menyesal di kemudian hari.
Salah satu ciri Hari Kiamat adalah umat manusia pada waktu itu akan terbagi secara berkelompok, jalan orang-orang Mukmin berbeda dengan jalur orang-orang Kafir dan menyimpang.
Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Perhatian terhadap agama dan ajarannya, harus secara serius dan menyeluruh bukan berdasarkan suka-suka.
2. Yang menjaga masyarakat dari masalah akhlak dan sosial adalah pengamalan menyeluruh ajaran agama.
مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ (44) لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (45)
Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan). (30: 44)
Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar. (30: 45)
Pada ayat sebelumnya dijelaskan bahwa pada Hari Kiamat umat manusia akan terbagi secara berkelompok dan barisan orang-orang Mukmin akan dipisahkan dari kelompok orang-orang Kafir. Ayat ini menyebutkan bahwa azab dan siksaan adalah hasil dari amal perbuatan manusia di dunia. Kekufuran akan merugikan manusia dan menyeretnya ke neraka. Sementara keimanan adalah amal baik dan memberikan ketenangan dan kesejahteraan bagi manusia di akhirat kelak.
Orang-orang Kafir akan merasakan azab sesuai dengan tingkat kekufuran dan perilaku durjana mereka. Adapun orang-orang Mukmin, selain mendapatkan pahala dan kebaikan, jika dianugerahi rahmat dan kasih sayang Allah Swt, yang tidak didapatkan oleh orang-orang Kafir.
Dari dua ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Iman dan kekufuran, tidak mendatangkan kebaikan atau keburukan bagi Alllah Swt, karena manfaat dan kerugiannya kembalipada diri manusia sendiri.
2. Sikap Allah Swt terhadap orang kafir sesuai dengan keadilan, sementara sikap Allah Swt terhadap orang-orang Mukmin berdasarkan kasih sayang.
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (46)
Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur. (30: 46)
Ayat ini kembali pada ayat-ayat ketauhidan pada awal surat ar-Rum dan menekankan kesesuaian dan ketepatan seluruh gerakan di alam semesta ini. Jika kita perhatikan langit dan bumi dan berbagai fenomena alam seperti angin dan hujan yang terjadi di bumi, maka kita akan menyadari kekuasaan dan keesan Allah Swt. Manusia akan menyadari bahwa kedua fenomena alam itu mendatangkan semua yang diperlukan makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan, hewwan dan manusia.
Pertanian dan peternakan yang merupakan dua sumber pangan manusia, berkembang berkat hujan dan angin. Selain pada proses produksi maupun pada proses distribusi hasil pertanian dan peternakan. Sebagaimana sarana transportasi terbaik produk pertanian dan peternakan di masa lalu dan sekarang adalah melalui laut.
Akan tetapi sayang sekali banyak masyarakat melupakan nikmat besar dari Allah Swt ini dan mereka menganggap dua hal itu hanya sebagai fenomena alam yang seakan-akan muncul dengan sendirinya tanpa campur tangan Allah Swt.
Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Angin menyebabkan perpindahan awan ke seluruh penjuru bumi, sumber air yang besar ini direlokasi melalui udara menuju tanah dan wilayah yang kering.
2. Pelayaran kapal-kapal di samudera adalah berkat Allah Swt, bukan nakhoda. Karena Allah Swt telah menetapkan hukum alam yang dapat dimanfaatkan untuk pelayaran.
3. Upaya dan kerja keras manusia dalam mendapatkan rezeki yang halal, termasuk di antara penekanan al-Quran. Tentunya, manusia harus bersyukur kepada Allah Swt apa apa yang diterimanya dan dia harus menyadari bahwa itu semua datang dari Allah Swt berdasarkan hikmah-Nya.