Feb 21, 2018 11:17 Asia/Jakarta

Surat ar-Rum ayat 47-49.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ (47)

Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (30: 47)

Di akhir ayat dalam pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan tentang pengiriman angin dan hujan untuk menumbuhkan tanaman dan kehidupan manusia. Sementara dalam ayat ini disinggung mengenai pengutusan para nabi untuk memberikan petunjuk dan bimbingan kepada umat manusia berdasarkan argumen dan dalil-dalil yang jelas. Ayat-ayat setelahnya menyinggung kembali tentang pengiriman angin dan hujan untuk menghidupkan bumi.

Peletakan ayat ini di antara ayat-ayat mengenai kekuatan dan kebijaksanaan Allah Swt dalam penciptaan seperti menunjukkan titik utama bahwa penciptaan dan syariat berasal dari satu sumber. Artinya, Tuhan yang menciptakan manusia, matahari, angin, awan dan hujan untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia adalah juga Tuhan yang mengutus para nabi untuk memenuhi kebutuhan ruh manusia dan membimbingnya untuk menggunakan akal dan fitrah.

Ketika mereka memahami hakikat dan beriman kepada Allah Swt, tentunya mereka akan berada dalam naungan rahmat dan karunia-Nya serta menikmati pertolongan-Nya. Namun sayangnya, mereka menolak kebenaran dan tidak mematuhi perintah Allah Swt sehingga mereka mendapat azab dari-Nya.

Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Allah Swt telah menyempurnakan hujjah-hujjahnya melalui pengiriman para nabi bersama mukjizat, argumen dan dalil yang terang.

2. Hukuman terhadap para pelaku kejahatan dilakukan setelah pemberian petunjuk kepada mereka dan penyempurnaan hujjah. Sebab, jika hujjah belum sempurna, maka hukuman terhadapnya tidak adil.

3. Kemenangan akhir bagi orang-orang Mukmin terhadap orang-orang Kafir atau kemenangan front kebenaran terhadap kebatilan adalah janji pasti Allah Swt.

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (48) وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمُبْلِسِينَ (49)

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. (30: 48)

Dan Sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa. (30: 49)

Panas matahari membuat air yang ada di muka bumi terutama di laut mengalami proses penguapan dan terbentuklah uap aiar yang menjadi awan kecil. Setelah itu, Allah Swt mengirim angin yang membawa awan kecil bersatu sehingga menjadi awan besar. Kandungan air di awan yang membesar lama kelamaan tidak bisa dibendung lagi, maka terjadilah hujan. Menariknya, angin tersebut membawa awan ke berbagai wilayah bumi yang kering dan terjadilah hujan di sana.

Kebesaran pekerjaan tersebut akan menjadi jelas ketika kita melihat bahwa manusia memerlukan miliaran dolar hanya untuk memindahkan gas, minyak dan air dari satu tempat ke tempat lainnya. Mereka harus membuat pipa-pipa besar, mengebor tanah, meletakkan pipa dan membangun pusat-pusat kontrol. Inipun hanya bisa dilakukan di wilayah terbatas. Namun Allah Swt, dengan menggunakan sebuah sistem yang tidak memerlukan biaya untuk manusia, mampu menyediakan air yang merupakan sumber penghidupan, kepada seluruh penduduk bumi dan bahkan kepada seluruh makhluk di dunia ini.

Turunnya hujan tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan fisik manusia, namun juga untuk ruh dan jiwanya. Meyaksikan turunnya hujan, mekarnya bunga-bunga, hijaunya dedaunan dan indahnya kebun dan alam semesta membuat setiap manusia bahagia. Fenomen indah ini membebaskan manusia dari persoalan dan kesedihan.

Para petani dan peternak yang menghadapi kekurangan air dan bahkan dilanda kekeringan serta melihat tanaman dan ternak mereka di ambang kemusnahan, akan merasa bahagia melihat turunnya hujan. Harapan mereka muncul kembali dan senyuman tersungging di bibir mereka. Ini adalah harapan kepada karunia tak terbatas Allah Swt, dimana angin, hujan memberikan kabar gembira tentang rahmat itu.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Fenomena alam bukan begitu saja terjadi. Hal itu adalah tanda-tanda kekuasaan dan hikmah Allah Swt dalam mengatur alam semesta.

2. Kehendak Tuhan adalah bahwa urusan dunia terwujud melalui sebab-sebab almiah. Sebab-akibat adalah ciptaan Tuhan yang Maha Bijaksana.

3. Perhatian kepada karunia dan anugerah Tuhan yang tidak terbatas merupakan penyembuh rasa putus asa dalam diri manusia. Di samping kesulitan, ada kemudahan dan kenyamanan dan di samping ketidakpunyaan ada harta.