Feb 21, 2018 11:23 Asia/Jakarta

Surat ar-Rum ayat 55-60.

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ كَذَلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ (55) وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (56) فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ (57)

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; "mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)". Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran). (30: 55)

Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir), "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)". (30: 56)

Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi. (30: 57)

Salah satu karakteristik orang-orang jahat dan kufur adalah mereka didunia mendustakan Hari Kiamat dan tidak menerima adanya hari tersebut. Berdasarkan ayat-ayat tersebut, di Hari Kiamat, orang-orang seperti itu bahkan tidak siap untuk menerima bahwa kiamat (hari pembalasan) telah terjadi dan mereka mengalaminya. Mereka mengatakan di sini adalah kelanjutan dari dunia. Kita hanya tertidur sesaat dan sekarang kita telah bangun.

Orang-orang yang beriman dan menerima kebenaran tentang Hari Kiamat memiliki ilmu dan makrifat mengenai hari pembalasan. Mereka kepada para pengingkar Hari Kiamat mengatakan, di sini adalah hari pembalasan dan berdasarkan apa yang telah ditetapkan Allah Swt, kalian telah melewati periode barzakh antara dunia dan akhirat dan hari ini kalian hadir di pengadilan pembalasan.

Ketika orang-orang zalim dan durjana menyaksikan sebuah kenyataan bernama pengadilan Hari Kiamat, mereka akan memohon ampun dan bertaubat. Akan tetapi berdasarkan ayat-ayat tersebut, permohonan ampunan mereka tidak akan berguna dan taubat mereka tidak akan diterima.

Dari tiga ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Penympangan pemikiran akan menjerumuskan manusia. Penyimpangan dalam pemikiran dan akidah akan membuka pintu bagi peningkatan kejahatan dan dosa dalam masyarakat.

2. Ilmu dan keimanan, memiliki hubungan erat. Ilmu sejati manusia adalah yang mendorong manusia pada keimanan dan keimanan masyarakat juga mendorong masyarakat untuk menuntut ilmu.

3. Nasib manusia bergantung pada amalnya. Kezaliman dan kejahatan tidak akan berakhir pada kebaikan di dunia maupun di akhirat.

4. Permohonan ampun dan taubat dari segala dosa hanya berguna semasa di dunia dan tidak akan diterima ketika di Hari Kiamat.

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآَنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَلَئِنْ جِئْتَهُمْ بِآَيَةٍ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ (58) كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (59)

Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka". (30: 58)

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami. (30: 59)

Al-Quran adalah kitab hidayah dan semua yang dapat berpengaruh dalam memberikan bimbingan kehidupan manusia, telah dijelaskan dalam kita ini. Mulai dari nasehat, peringatan, amar makruf dan nahi mungkar, dorongan, motivasi, argumentasi, dalih, serta semua cara yang menjauhkan manusia dari kesesatan.

Argumentasi Ketauhidan dan Keesaan Allah Swt telah dijelaskan dalam banyak ayat al-Quran. Di dalam kita samawi ini, telah dihamparkan jalan dan cara hidup yang benar serta imbauan untuk menjauhi sikap tidak terpuji dengan berbagai cara dan bentuk. Telah dijelaskan pula cara penyembahan kepada Allah Swt pada siang dan malam selama setahun. Masalah akidah, hukum dan akhlak, yang merupakan pedoman pemikiran dan amal setiap manusia bertauhid, telah dijelask di lebih dari 6.000 ayat al-Quran, dalam berbagai format. Namun, ada sekelompok manusia yang tidak ingin menerima kebenaran dan bersikeras pada kekufuran mereka serta menolak ayat-ayat tersebut.

Dalam lanjutan ayat tersebut dijelaskan tentang dalih kekufuran dan pengingkaran mereka, bahwa Allah Swt telah mengunci hati manusia yang telah melakukan banyak kejahatan dan dosa sehingga mereka tidak dapat memahami kebenaran. Sama seperti para pencuri yang karena perbuatannya harus dihukum di penjara dan sel mereka akan terkunci. Aksi para pencuri itu memaksa hakim menjatuhkan vonis penjara terhadap mereka dan mencabut hak mereka untuk hidup bebas. Jika bertaubat secara tulus, Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa mereka dan jika mereka tetap bersikeras melakukan dosa dan berbuat kejahatan, maka hati mereka akan terkunci dan tidak dapat merasakan nikmat hakikat.

Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Al-Quran adalah untuk seluruh umat manusia serta menggunakan banyak cara untuk membimbing manusia.

2. Sekelompok manusia yang bersikeras di jalan kebatilan, mereka bukan hanya akan menolak kebenaran, melainkan juga akan menilai orang-orang Mukmin sebagai manusia durjana. Kita harus berhati-hati agar propaganda dan agitas mereka tidak mempengaruhi diri kita.

3. Dampak kekufuran dan menolak kebenaran adalah terjauhkan dari hidayah Allah Swt pada diri manusia yang pasti akan merugikannya sendiri.

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ (60)

Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (30: 60)

Ayat ini adalah ayat terakhir surat ar-Rum dan menjelaskan bahwa manusia-manusia beriman sepanjang sejarah selalu menjadi sasaran gangguan dan kezaliman baik secara verbal maupun aksi kelompok manusia kafir. Mereka harus bersabar dan agar tidak menyerah di hadapan ancaman dan propaganda mereka. Karena Allah Swt telah menjanjikan kemenangan bagi mereka bersabar dan bertahan, mereka akan menang.

Lanjuta ayat ini ditujukan kepada Rasulullah Saw dan orang-orang yang beriman. Jika mereka terpengaruh ucapan musuh, mereka akan takut dan gelisan, ketika itulah alih-alih bertahan dan bersabar, mereka akan menganggap diri mereka kerdil dan kecil serta melakukan hal-hal yang sia-sia dan tidak bernilai. Atau jika mereka beremosi karena ucapan musuh, mereka akan geram dan marah sehingga kehilangan ketenangan serta kewibawaan mereka, yang pada akhirnya akan melakukan aksi-aksi yang menghancurkan kehormatan mereka sendiri.

Dari ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:

1. Orang-orang yang beriman harus komitmen dan kokoh di hadapan perilaku tidak sopan musuh.

2. Propaganda dan makar sekelompok manusia yang tidak beragama dan tidak beriman, jangan sampai mempengaruhi pengambilan keputusan. Dan hendaknya orang-orang Mukmin meyakini janji Allah Swt soal kemenangan pihak kebenaran. Masalah ini juga akan menjadi penenang batin orang-orang yang beriman.

3. Orang-orang yang tidak sabar akan kehilangan kewibawaan dalam masyarakat.