Jalan Menuju Cahaya 769
Surat Saba ayat 10-13
وَلَقَدْ آَتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ (10) أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (11)
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman), “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya. (34: 10)
(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. (34: 11)
Dalam pembahasan sebelumnya, di akhir ayat sembilan, disebutkan tentang "Abdu Munib", seorang hamba yang sering bermunajat kepada Allah Swt. (Dalam ayat 24 Surat Shad, disebutkan bahwa Daud bertobat dan bermunajat kepada Allah.) Ayat-ayat ini memberikan sedikit gambaran soal kehidupan Nabi Daud dan putranya Sulaiman.
Pertama disebutkan bahwa Allah Swt memberikan karunia khusus kepada Daud. Karunia spiritual dan materi yang telah disebutkan secara singkat di surat an-Naml. Yang pertama adalah kebersamaan benda-benda mati seperti gunung dan binatang seperti burung, dalam doa dan munajat Daud, sehingga ketika Nabi sedang sibuk dengan Tuhan, benda-benda yang ada di sekitarnya mengiringi munajatnya. Dalam berbagai riwayat juga disebutkan bahwa kerikil yang ada di tangan Nabi Muhammad Saw ikut bertasbih dan didengar para sahabat beliau.
Ayat-ayat tersebut selanjutnya mengacu pada karunia khusus Nabi Daud, dengan mengatakan, “Kami melembutkan besi untuk Daud untuk dibuat menjadi baju besi sehingga melindunginya dan sahabat-sahabatnya dari musuh.”
Tampaknya sebelum Daud, para prajurit menggunakan lempengan besi untuk melindungi diri dari panah, tombak dan pedang musuh, yang berat dan menyusahkan. Namun dengan kehendak ilahi, Daud mampu menipiskan besi seperti tali benang dan dan membuat lingkaran-lingkaran kecil dan menyambungkannya hinga membentuk baju sehingga para prajurit akan terlindungi dari panah dan pedang musuh.
Di bagian akhir, ayat-ayat ini ditujukan kepada Daud dan umatnya agar menggunakan alat-alat tersebut dengan cara yang benar dan bahwa Allah Swt mengetahui segala sesuatu.
Dari dua ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Mereka yang bertaubat dan bermunajat kepada Allah Swt akan mendapatkan rahmat dan hidayah khusus ilahi dan karunia istimewa.
2. Semua makhluk baik benda mati, tumbuhan dan hewan memiliki ruh dan patuh terhadap perintah Allah Swt. (Seperti yang telah disebutkan dalam ayat-ayat ini).
3. Pemanfaatan sumber bawah tanah dan kekayaan alam untuk kepentingan umat manusia, dibenarkan oleh Allah Swt.
4. Industri harus mendetail dan berkualitas serta dalam kepentingan umat manusia.
وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ (12) يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آَلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ (13)
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (34: 12)
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih. (34: 13)
Setelah penjelasan singkat tentang karunia Allah Swt kepada Nabi Daud, ayat-ayat ini menyebutkan tiga dari karunia Allah Swt kepada putranya Sulaiman:
Kasus pertama adalah sarana terbang (mirip dengan balon udara saat ini). Setelah benda tersebut terbang, maka angin akan membawa Sulaiman ke titik mana pun yang dia inginkan. Sulaiman dengan tunggangan itu melakukan perjalanan dalam waktu setengah hari untuk jarak yang biasa ditempuh satu bulan kala itu.
Karunia kedua adalah peleburan tembaga untuk membuat segala macam alat dan perabotan, seperti wadah kecil dan besar serta panci. Jika besi dilunakkan oleh Nabi Daud, maka tembaga dilebur pada era Sulaiman.
Karunia ketiga adalah menaklukkan kaum Jin untuk melayani Sulaiman dan pemerintahannya, serta melaksanakan tugas berat atas perintahnya, dan akan dihukum berat jika tidak patuh.
Dalam kasus kedua, jelas manusia dapat meleburkan tembaga, namun kasus pertama dan ketiga adalah hal-hal yang tidak diketahui manusia, dan mungkin sebagian menganggapnya sebagai takhayul. Namun manusia-manusia beriman yang meyakini kekuatan dan faktor non-materi mengakui bahwa selain sebab materi, ada juga faktor non-material yang tidak diketahui di dunia ini dan hanya para wali Allah yang mendapat ijin untuk mengaksesnya.
Dari dua ayat tadi terdapat lima poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Allah Swt dan para wali-Nya memiliki hak tasarruf dalam urusan Takwini.
2. Manusia bisa menaklukkan jin, tapi ini tidak dianjurkan kecuali jika Allah Swt menginginkannya.
3. Pembangunan benda-benda industri dan seni dan eksploitasi tambang dan logam telah menyebabkan ajaran ilahi bagi beberapa nabi untuk membuka jalan bagi pembangunan dan pembangunan manusia.
4. Produksi benda-benda industri dan seni memiliki sejarah panjang dan kembali ke zaman Nabi Daud dan Sulaiman.
5. Peleburan besi dan tembaga juga kembali ke era Nabi Sulaiman yang mengolah tembaga dan membuat perabotan.