Okt 04, 2018 07:11 Asia/Jakarta
  • 4 Oktober 2018
    4 Oktober 2018

Hari ini, Kamis tanggal 4 Oktober 2018 bertepatan dengan tanggal 24 Muharram 1439 Hijriah Qamariah dan menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Mulla Muhammad Taqi Istarabadi Wafat

168 tahun yang lalu, tanggal 24 Muharam 1272 HQ, Mulla Muhammad Taqi Istarabadi meninggal dunia.

Mulla Muhyammad Taqi bin Muhammad Ismail merupakan seorang ulama besar Syiah. Mulla Muhammad Taqi Istarabadi mendapat ijazah ijtihad dari Muhammad Taqi bin Muhammad Rahim Tehrani Isfahani yang dikenal sengan Shahib Hidayah al-Mustarsyidin. Beliau juga sempat belajar kepada guru-guru besar di Najaf al-Asyraf, Irak selama 14 tahun.

Mulla Taqi Istarabadi ke Tehran pada 1271 HQ dengan tujuan menemui Naseruddin Shah untuk memberikan laporan terkait kerusuhan yang terjadi di perbatasan Istarabadi, tapi sebelum kembali, beliau meninggal pada 24 Muharam 1272 di Tehran.

Mulla Muhammad Taqi Istarabadi

Belgia Merdeka

188 tahun yang lalu, tanggal 4 Oktober 1830, Belgia memproklamasikan kemerdekaannya.

Negara ini sejak awal abad ke-18 berada di bawah kekuasaan Austria dan pada akhir abad itu pula, Belgia dikuasai oleh Perancis. Namun, setelah kekalahan Napoleon dari negara-negara Eropa, pada tahun 1815, Belgia dan Belanda membentuk negara persatuan.

Namun, persatuan ini tidak berlangsung lama karena terjadi peperangan antara rakyat Katolik Belgia dan rakyat Protestan Belanda. Kedua bangsa itu kemudian mendirikan dua negara terpisah. Serangan Belanda ke Belgia berakhir dengan kekalahan karena campur tangan Inggris dan Perancis. Raja Belgia yang pertama adalah Raja Leopold dan sistem pemerintahan negara ini berbentuk monarkhi konstitusional.

Belgia memiliki luas wilayah 30 ribu km persegi dan berbatasan dengan Perancis, Jerman, dan Luxemburg.

Bendera Belgia

Ditekan Rezim Baath Irak, Imam Khomeini Pindah ke Kuwait

40 tahun yang lalu, tanggal 12 Mehr 1357 HS, Imam Khomeini pindah ke Kuwait akibat ditekan rezim Baath Irak.

Setelah diasingkan ke Najaf, Irak Imam Khomeini tetap meneriakkan dengan lantang kebenaran dan perjuangannya melawan kezaliman rezim Pahlevi lewat pidato dan pesan tertulis ke Iran.

Rezim Pahlevi kemudian mengirim delegasi khusus ke Baghdad untuk meminta pemerintah Irak membatasi gerak-gerik Imam Khomeini ra. Rezim Baath Irak menerima permintaan itu dan mengepung rumah beliau pada 2 Mehr 1357 HS. Gerakannya dibatasi, Imam Khomeini ingin meninggalkan negara ini menuju Kuwait. Tapi negara Kuwait mencegah masuknya Imam ke sana dengan alasan berusaha mempertahankan hubungannya dengan rezim Shah Pahlevi.

Akhirnya, pada 12 Mehr 1357 HS, setelah berhenti sebentar perbatasan Basrah, beliau kemudian mengalihkan perjalanannya ke Baghdad dan sehari setelahnya Imam berangkat ke Paris.

Imam Khomeini