Lintasan Sejarah 5 Oktober 2018
-
5 Oktober 2018
Hari ini, Jumat tanggal 5 Oktober 2018 yang bertepatan dengan tanggal 25 Muharram 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Rekan setia, kini mari kita tinjau peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Koran Pertama Iran Terbit
187 tahun yang lalu, tanggal 25 Muharram 1253 HQ, koran pertama di Iran diterbitkan dengan nama Kaqhaz-e Akhbar.
Suratkabar ini diterbitkan oleh Mirza Salih Shirazi dan disebarluaskan di Teheran.
Suratkabar Kaqhaz-e Akhbar terbit sebulan sekali dan berisi berita-berita tentang berbagai kota di Iran, Arab, dan Turki. Satu-satunya edisi yang masih tersisa dari koran ini disimpan di musium Britania.
Pelabuhan Solonik Direbut Sekutu
103 tahun yang lalu, tanggal 5 Oktober 1915, pelabuhan Solonik yang merupakan pelabuhan strategis di timur laut Yunani, direbut oleh pasukan sekutu.
Kejadian ini terjadi dalam sebuah operasi militer terpenting pada perang dunia pertama. Negara-negara seperti Inggris, Perancis, dan Rusia, telah berusaha keras untuk mempertahankan pelabuhan ini. Namun, karena setengah pasukan mereka telah tewas, mereka mengalami kekalahan dan pelabuhan Solonik pun direbut oleh sekutu.
Hijrah Historis Imam Khomeini dari Irak ke Paris
40 tahun yang lalu, tanggal 13 Mehr 1357 HS, Imam Khomeini ra melakukan perjalanan historisnya dari Irak ke Paris.
Tiga belas tahun berlalu dari pengasingan Imam Khomeini di Irak. Selama itu pula beliau tinggal di Najaf. Akibat tekanan pemerintah Baath, Irak dan pembatasan terhadap aktivitas politik beliau membuat Imam bersama beberapa orang dekatnya pagi tanggal 12 Mehr 1357 HS bergerak menuju Kuwait. Setelah tiba di perbatasan, pemerintah Kuwait tidak bersedia memberikan visa kepada beliau dan rombongannya.
Akibatnya, mereka sempat tertahan selama beberapa jam di perbatasan. Saat-saat terakhir, para petugas perbatasan Irak menginformasikan kepada Imam bahwa tidak masalah bila beliau dan rombongan ingin kembali ke Najaf. Tapi Imam tidak ingin kembali ke Najaf. Malam harinya, beliau tinggal di kota Basrah dan memutuskan untuk pergi ke Paris. Pada waktu itu pejabat Irak setuju dengan keputusan Imam ke Paris.
Sore hari tanggal 13 Mehr 1357 HS, Imam bersama rombongan pergi ke Baghdad dan keesokan harinya beliau bersama rombongan memulai hijrah historis dan sangat menentukan. Beliau tiba di Paris dan memilih tinggal di kota Neauphle lè Château. Imam empat bulan tinggal di Paris, kota Neauphle lè Château menjadi pusat penting pemberitaan dunia. Imam tinggal di kota ini hingga beberapa hari sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran dan tetap memimpin rakyat Iran menggulingkan rezim Pahlevi.