Nov 04, 2018 16:40 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Baru-baru ini para peneliti Iran dari sebuah perusahaan berbasis ilmu pengetahuan berhasil merancang dan memproduksi printer tiga dimensi yang kuat, dari bahan logam dan dapat digunakan dalam produksi suku cadang kendaraan.

Menurut pemimpin proyek penelitian ini, mesin dalam printer ini berbeda dengan printen-printer lain baik di dalam maupun luar negeri, karena memiliki penyusutan yang rendah sehingga berpengaruh besar pada kualitas produk akhir.

Printer ini dibuat menggunakan alumunium campuran dan tingkat presisi 10 mikron sehingga berpengaruh besar pada hasil akhir dan bisa dimanfaatkan dalam industri perkapalan, produksi alas kaki, industri otomotif dan petrokimia.    

Printer-printer tiga dimensi memiliki banyak kegunaan. Peralatan ini bisa diatur secara otomatis dan tidak memerlukan campur tangan operator 15 menit sebelumnya. Begitu juga jika saat printer bekerja lalu aliran listrik pusat atau di printer tiba-tiba terputus, printer tidak bekerja dari awal lagi tapi melanjutkan pekerjaan sebelumnya. Pada printer-printer lain, jika aliran listrik terputus maka pekerjaan harus dimulai lagi dari awal.

Salah satu ciri khas mesin ini adalah memiliki layar sentuh, sehingga bukan LCD lagi. Oleh karena itu setiap pengguna dapat dengan mudah mengoperasikan alat ini. Selain itu, presisi mesin sudah ditingkatkan, sehingga bisa mencetak sampel dengan presisi 25 mikron dalam tinggi dan panjang, dan presisi 20 mikron dalam lebar. Harga printer ini lebih murah jika dibandingkan dengan printer-printer berfungsi sama di luar negeri.  

Sementara itu, para peneliti di Universitas Tehran, Iran berhasil mendiagnosis kanker dan penyakit yang terkait darah dengan menggunakan karakteristik mekanis sel-sel yang sehat dan terkena kanker. Para peneliti mendesain, melakukan simulasi dan menciptakan mikrochip Elektroforesis dalam penelitian ini. Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan, berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik.

Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Dengan cara ini para peneliti membuktikan bahwa diagnosis kanker dan penyakit terkait darah, mungkin dilakukan dengan memanfaatkan karakteristik mekanis sel-sel tunggal.

Pada penelitian ini, digunakan sebuah sistem laboratorium di atas chip, Lab-on-a-chip (LoC) untuk mengkaji karakteristik mekanis sel. Dalam proyek ini juga diteliti fungsi kajian dan separasi jangkauan luas dari sel. Dalam uji laboratorium yang dilakukan, 25 persen terjadi perubahan dalam sel darah merah, 150 persen jumlah sel darah putih (neutrofil) terbanyak dan 60 persen dari salah satu jenis sel kanker payudara (T-45D). Jumlah ini jika dibandingkan dengan metode-metode lama cukup signifikan dan kinerja metode ini lebih unggul dari metode lama.   

Iran 3D printer

Seorang ilmuwan Iran juga berhasil menciptakan teknologi baru di bidang sensor biologis. Mahdi Javanmard dengan kerja sama sebuah tim peneliti dari Universitas Rutgers, Amerika Serikat berhasil menciptakan sejenis chip yang dilengkapi dengan sensor biologis dan bisa melacak keberadaan virus atau mikroba di sekitar manusia.

Teknologi ini dinamai "uji laboratorium di atas chip" dan chip tersebut sedemikian kecil sehingga dapat digunakan dalam alat-alat kecil atau teknologi terapan untuk mengontrol kesehatan. Chip ini juga dapat melacak bahaya keberadaan bakteri, virus dan pencemaran berbahaya di sekitar manusia. Menurut ilmuwan Iran ini, alat itu memiliki urgensitas khusus dalam dunia medis dan atau dalam kontrol kesehatan seseorang.   

Teknologi ini mencakup pemasangan barcode pada partikel mikro. Dengan kata lain, bagi chip untuk setiap partikel sudah disiapkan barcode khusus. Dengan bantuan barcode ini, selain partikel dapat diidentifikasi, juga bisa diteliti apakah ada tanda-tanda penyakit, bakteri, virus dan pencemaran udara. Saat ini, sensor-sensor biologis tersebut dapat diidentifikasi menggunakan peralatan besar, tapi alat ini bisa mempercepat proses dengan memanfaatkan bahan terapan yang bisa dibawa.  

Di tempat lain, para peneliti Universitas Rockefeller yang dipimpin seorang ilmuwan keturunan Iran, berhasil menemukan algoritma baru untuk melacak aktivitas neuron-neuron otak. Ali Pasha Vaziri bersama tim peneliti berhasil memanfaatkan sebuah metode berbasis mikroskop untuk mengkaji aktivitas neuron otak seekor tikus.

Algoritma ini membantu para peneliti untuk melacak sinyal-sinyal khusus di antara ratusan neuron dalam sebuah proses. Tujuan para ilmuwan ini adalah untuk memahami dengan lebih baik aktivitas otak dengan kontrol dinamis bagian-bagian terkait dan tiga dimensi jaringan neuron.

Penggunaan metode ini dalam otak tikus menghadapi kendala besar, karena untuk mencatat aktivitas neuron dalam waktu bersamaan, gambar juga harus diambil oleh sebuah kamera dalam waktu yang sama. Masalah ini semakin mempersulit identifikasi sinyal-sinyal yang dikirim dari sel-sel.

Sehingga pada penelitian-penelitian sebelumnya, neuron-neuron dalam gambar tampak sebagai sebentuk sel dalam jumlah banyak yang saling terhubung. Akan tetapi algoritma yang digagas Vaziri dan timnya memungkinkan untuk membidik neuron-neuron terpisah dan waktu pengiriman sinyal mereka. Para ilmuwan juga bisa mencatat sinyal-sinyal di dalam bagian tiga dimensi otak yang mengandung beberapa lapisan neuron.

Baru-baru ini juga dicapai kemajuan dalam iptek yang membuka kemungkinan penyembuhan total penderita penyakit. Para peneliti di Universitas California berhasil menemukan metode baru untuk menciptakan tulang rawan buatan yang sangat mirip dengan aslinya. Para peneliti berharap teknologi baru ini dapat membantu para penderita penyakit Arthritis sehingga mereka bisa hidup lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi baru ini dapat digunakan untuk mengganti jaringan tulang rawan yang cidera di bagian paha dan lutut. Tulang rawan adalah jaringan penting yang terdapat di antara tulang-tulang dan berfungsi untuk menggerakkan tubuh ke berbagai arah yang diinginkan.

Sebelum ditemukannya teknologi ini, sebagian besar upaya untuk membuat dan menggunakan tulang rawan tidak efektif dikarenakan banyaknya tekanan yang secara alami dirasakan oleh sendi dan rapuhnya tulang rawan buatan, akan tetapi kekurangan ini berhasil diatasi lewat penemuan para peneliti di Universitas California.

Para peneliti ini berhasil menciptakan jaringan tulang rawan baru yang enam kali lebih kuat dari tulang rawan buatan terbaik yang pernah dibuat sebelumnya. Arthrisis adalah salah satu jenis penyakit yang banyak ditemukan di dunia, di Amerika saja sekitar 30 juta orang mengidap penyakit ini.

Tulang rawan buatan baru ini sudah diuji coba pada kelinci, tikus dan kambing, rencananya akan diuji coba dalam jangka waktu yang lebih panjang sehingga bisa diperoleh izin dari Administrasi Makanan dan Obat, Amerika, FDA sehingga bisa digunakan pada manusia. []