Nov 24, 2018 07:17 Asia/Jakarta
  • 24 November 2018
    24 November 2018

Hari ini, Sabtu 24 November 2018 bertepatan dengan 16 Rabiul Awal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Penyelenggaraan Shalat Jumat Pertama

1439 tahun yang lalu, tanggal 16 Rabiul Awal tahun pertama Hijriah, menurut catatan sebagian riwayat Islam, Rasulullah Saw mendirikan shalat Jumat pertama.

 

Ketika Rasulullah dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah, sesampainya beliau di tempat kabilah Bani Salim bin Auf di wilayah Quba, beliau mendirikan shalat dan menyampaikan khutbah Jumat pertama itu.

Image Caption

 

Ibnu Marzban, Sejarawan Islam Wafat

 

1131 tahun yang lalu, tanggal 16 Rabiul Awal 309 HQ, Ibnu Marzan, sejarawan Islam meninggal dunia.

 

Abu al-Abbas Muhammad bin Marzban Damiri yang lebih dikenal dengan Ibnu Marzban, sastrawan, ahli bahasa dan guru balaghah. Ia termasuk penerjemah top Iran dan menerjemahkan lebih dari 50 buku berbahasa Persia ke bahasa Arab.

 

Al-Hawi fi Ululm al-Qurani wa al-Hamash termasuk tulisan dari Ibnu Marzban.

 

Abel Tasman Menemukan Tasmania

 

376 tahun yang lalu, tanggal 24 November 1642, Abel Tasman menemukan kepulauan Tasmania.

 

Abel Janszoon Tasman lahir di Lutjegast, Groningen pada tahun 1603 dan meninggal di Batavia, 10 Oktober 1659.

 

Ia adalah penjelajah dan pedagang berkebangsaan Belanda yang terkenal dengan perjalanannya pada 1642 dan 1644 untuk Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Ia juga menjadi orang Eropa pertama yang diketahui mencapai kepulauan Tanah Van Diemen (sekarang Tasmania) pada 24 November 1642 dan Selandia Baru serta melihat kepulauan Fiji pada tahun 1643.

 

Ia dan awak kapalnya berhasil memetakan cukup banyak bagian Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Pasifik yang mereka temui. Abel Tasman menghabiskan sisa hidupnya sebagai tuan tanah di Batavia dan meninggal di sana.

 

Rezim Pahlevi Menutup Masjid Javid Tehran

 

44 tahun yang lalu, tanggal 3 Azar 1353 HS, rezim Pahlevi menutup masjid Javid Tehran.

 

Hal itu dilakukan setelah Ayatullah Khamenei memberikan ceramah di sana pada 3 Azar 1353 HS. Para anasir rezim Shah Pahlevi menyerbu masjid dan atas perintah SAVAK masjid ini ditutup dan mereka menangkap Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh dan menjebloskannya ke penjara.

 

Ketika Imam Khomeini ra diasingkan ke Najaf, Irak, rezim Pahlevi tidak mengizinkan seorangpun melakukan aktivitas menentang rezim.

 

Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh, selain melakukan sejumlah aktivitas terpisah di forum-forum agama dan akademik, beliau juga menjadi imam masjid Javid Tehran. Ayatullah Mofatteh menggunakan masjid sebagai basis lokal untuk membentuk generasi muda Islam yang revolusioner. Beliau menjadikan masjid ini sebagai basis untuk membela nilai-nilai Islam.

 

Pada waktu itu, Syahid Mofatteh membentuk satu pusat muqawama dan mengundang para pejuang terkenal waktu itu seperti Syahid Muthahhari, Doktor Bahonar dan lain-lain untuk memberikan ceramah di sana. Di masjid ini, para pemuda agamis dan akademis, memanfaatkan pidato-pidato yang ada dan perpustakaan masjid yang cukup lengkap. Pengelola masjid juga menyelenggarakan kelas-kelas seperti tafsir, Nahjul Balaghah, akidah, ekonomi Islam, sejarah agama, sosiologi dan lain-lain.

 

Para pemuda hadir dengan penuh antusias mendengarkan ceramah-ceramah revolusioner dan masjid menjadi basis lain untuk melakukan aktivitas anti rezim Pahlevi. Dari masjid ini pengumuman dan pesan Imam Khomeini ra disebarkan dan ini dilihat oleh rezim Pahlevi sangat merugikan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menutup masjid Javid.