Perkembangan Iptek di Iran dan Dunia (58)
-
perkembangan teknologi Iran
Penggunaan sinar laser dalam metode pengobatan akupunktur disertai dengan psikoterapi jangka pendek dalam depresi klinis, untuk pertama kalinya dilakukan oleh para peneliti Iran.
Menurut salah satu anggota Asosiasi Kedokteran Laser Iran, sinar laser hampir digunakan di seluruh cabang ilmu kedokteran.
Terapi laser atau laser dingin (cold laser) digunakan dalam pengobatan neurologi, psikologi dan untuk mengatasi gangguan tidur serta depresi.
Berdasarkan penegasan WHO, akupunktur juga dapat dilakukan dengan laser yang digunakan dalam pengobatan depresi bersama dengan obat.
Menurut para peneliti, dengan membandingkan empat metode pengobatan, diet, pengobatan akupunktur dengan laser dan sinar laser pada empat kelompok orang, penggunaan laser dibanding metode-metode lain, memberi hasil lebih baik.
Begitu juga penggunaan laser untuk orang-orang yang takut terhadap jarum suntik atau infeksi, dapat disesuaikan dengan metode pengobatan yang lebih tepat.
Obat anti-kanker dengan formula baru penemuan para peneliti Iran dalam waktu dekat akan segera dilempar ke pasar. Menurut para peneliti, penggunaan nano partikel penghantar obat dapat meningkatkan level penyerapan obat di sel-sel kanker.
Dalam penelitian ini perhatian dipusatkan pada kanker paru-paru dan beberapa kanker khusus perempuan, namun obat yang dihasilkan dalam penelitian juga efektif digunakan untuk mengobati jenis kanker lain.
Obat baru ini mencegah pertumbuhan sel kanker, sistem obat mengontrol kanker dan menyebabkan pertambahan usia pasien. Bahkan pada kasus-kasus dimana penyakit bertambah parah, penggunaan obat ini memberikan hasil yang baik.
Dengan memperhatikan hasil positif obat ini terhadap binatang yang dijadikan sampel ujicoba, penelitian ini juga sudah dikembangkan pada manusia dan memberikan hasil yang memuaskan.
Pengembangan sistem penghantar obat ganda juga dilakukan oleh para peneliti di proyek ini.
Dalam metode ini, pengobatan dilakukan berdasarkan kombinasi obat kimia dan obat herbal sehingga efek samping obat kimia, menurun dan efisiensi pada penyerapan dapat ditingkatkan.
Para peneliti Iran dalam sebuah penelitian juga mengkaji kemungkinan penggunaan serat nano pada semen untuk memperbaiki kualitasnya, sehingga dapat memperkuat dan menurunkan konsumsi semen.
Dalam beberapa dekade terakhir, produksi dan konsumsi semen di negara-negara dunia mengalami peningkatan secara signifikan.
Meskipun semen merupakan sebuah produk yang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun membawa banyak masalah lingkungan hidup sebagai dampak penggunaan produk tersebut, sehingga mendorong para peneliti untuk mengurangi masalah-masalah itu.
Menurut para peneliti, dalam penelitian ini digunakan dua jenis serat nano untuk memperbaiki kualitas mekanik dan mikrostruktur semen Portland, juga menurunkan pencemaran lingkungan hidup akibat produksi semen.
Penggunaan semen yang sudah dimodifikasi dengan serat nano dalam pembuatan beton, dapat menambah usia bangunan dan pada akhirnya menurunkan penggunaan semen serta permintaan atas produk ini serta mengurangi pencemaran lingkungan hidup.
Hasil dari ujicoba mekanis dan pengkajian atas karakteristik nanostruktur sampel menunjukkan, dengan penambahan montmorillonite nanoparticles secara bersamaan dengan titanium nanoparticles, sebagai alternatif pengganti semen yang biasa digunakan, tampak terjadi peningkatan kualitas mekanik dan perbaikan mikrostruktur semen.
Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah Construction and Building Materials pada tahun 2017.
Para peneliti Swedia baru-baru ini menyadari bahwa mekanisme tubuh manusia dapat melacak pertambahan berat badan dan dengan mengirim sinyal ke otak, berusaha mengurangi asupan makanan.
Para peneliti ini menemukan sebuah sistem pengatur lemak dalam tubuh. Mekanisme ini melacak penambahan berat badan sebagaimana kerja sebuah timbangan dan mengirim sinyal ke otak sehingga penerimaan bahan makanan dikurangi.
Jika penelitian ini dikonfirmasi, maka akan menjadi penelitian pertama tentang mekanisme pengaturan lemak badan manusia yang ditemukan 20 tahun terakhir.
Menurut kepala proyek penelitian ini, bukti-bukti tentang keberadaan sebuah "timbangan" yang tertanam di dalam tubuh manusia berhasil ditemukan.
Berat badan tercatat di anggota tubuh bagian bawah, sekarang jika berat badan bertambah, sinyal akan dikirim ke otak sehingga penerimaan makanan dapat dikurangi.
Para peneliti secara eksperimen menyadari masalah ini, dengan memasang kapsul-kapsul pengukur berat pada tubuh beberapa jenis binatang.
Setelah dua minggu eksperimen, binatang-binatang sampel ujicoba yang mengalami kegemukan, mengurangi makanan dan lemak yang dikonsumsinya.
Bersamaan dengan itu, tanda-tanda peningkatan toleransi glukosa dalam tubuh binatang-binatang itu tampak jelas. []