Lintasan Sejarah 28 Desember 2018
-
28 Desember 2018.
Hari ini, Jumat tanggal 28 Desember 2018 bertepatan dengan tanggal 20 Rabiul Tsani 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Dey 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau:
Pertunjukan Film Pertama Di Dunia
122 tahun yang lalu, tanggal 28 Desember 1895, untuk pertama kalinya dalam sejarah perfilman, sebuah film cerita dipertunjukkan di depan umum.
Film ini dibuat oleh Lumiere bersaudara, inventor terkenal asal Perancis dan pelopor industri perfilman. Tempat pemutaran film itu adalah di Grand Cafe di Boulevard des Capucines, Paris. Sekitar 30 orang datang dengan dibayar untuk menonton film-film pendek yang mempertunjukkan kehidupan warga Perancis.
Sesungguhnya, pada awal 1885, telah diproduksi gambar bergerak pertama namun film karya Lumiere bersaudara yang dianggap sebagai film sinema yang pertama. Judul film karya mereka adalah "Workers Leaving the Lumiere Factory." Pemutaran film ini di Grand Cafe menandai lahirnya industri perfilman.
Gempa Bumi Terbesar di Eropa
109 tahun yang lalu, tanggal 28 Desember 1908, gempa bumi yang paling besar dalam sejarah Eropa terjadi di kawasan Sisilia dan Calabria, Italia selatan.
Tercatat sekitar 100.000 orang tewas dalam bencana tersebut. Sicilia dan Calabria terkenal sebagai "the dancing land" atau kawasan rawan gempa. Sebelumnya, yaitu pada tahun 1693, 60.000 orang tewas dalam gempa di Sicilia dan tahun 1783, 50.000 orang tewas akibat gempa di Calabria.
Gempa bumi yang terjadi di Italia selatan tahun 1908 ini berkekuatan 7,5 skala Richter dan terjadi pukul 5.20 pagi. Sembilan puluh persen dari bangunan di kedua kota, Sisilia dan Calabria, hancur.
Ayatullah Hossein Ghaffari Gugur Syahid
43 tahun yang lalu, tanggal 7 Dey 1353 HS, Ayatullah Hossein Ghaffari, salah seorang ruhaniwan pejuang Iran gugur syahid di dalam penjara rezim Shah Pahlevi.
Ayatullah Ghaffari dikenal sebagai ulama yang berilmu tinggi dan penuh perhatian terhadap lingkungan masyarakatnya. Melihat kezaliman yang dilakukan oleh rezim penguasa saat itu, Ayatullah Ghaffari tidak tinggal diam.
Beliau menulis buku-buku dan menerbitkan majalah yang isinya menentang kekejaman rezim Shah. Selain itu, beliau juga aktif berpidato menyuarakan penentangannya atas depotisme penguasa. Akibatnya, beliau berkali-kali ditangkap dan dipenjarakan. Akhirnya, setelah mengalami penyiksaan dalam penjara, Ayatullah Ghaffari gugur syahid.