Perkembangan Iptek di Iran dan Dunia (66)
-
perkembangan teknologi Iran
Pada pemeringkatan di situs SCImago, peringkat Iran di arena internasional di bidang bioteknologi pada tahun 2016 naik satu tangga dibanding tahun sebelumnya dan berada di posisi ke-13.
Dalam pemeringkatan ini, Iran di antara negara-negara Timur Tengah di bidang produksi karya ilmiah bioteknologi berada di peringkat pertama dan Turki, Arab Saudi dan Mesir masing-masing berada di peringkat kedua hingga keempat.
Pada pemeringkatan situs SCImago tahun 2016, Cina berada di urutan pertama dunia, disusul oleh Amerika Serikat, India dan Korea Selatan.
Makalah ilmiah Universitas Teknologi Sharif Tehran berada di urutan pertama makalah yang paling banyak dikutip di antara makalah-makalah ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang waktu lima tahun, 2012-2017 di jurnal Transportation Research: Part E.
Jurnal ini merupakan salah satu jurnal yang dianggap punya kredibilitas tinggi di bidang transportasi yang diterbitkan oleh penerbit Elsevier Ltd. dengan kerja sama peneliti asal Belanda.
Makalah ilmiah ini tahun sebelumnya meraih peringkat ke-10 di antara seluruh makalah ilmiah, namun dengan lompatan yang cukup signifikan dalam jumlah kutipan, berhasil menduduki peringkat pertama.
Menurut keterangan salah satu penulis makalah ini, ketika terjadi gempa bumi, fasilitas-fasilitas yang dapat diakses di lokasi gempa untuk upaya penyelamatan dan bantuan lebih sedikit dari yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, pada situasi seperti ini lembaga-lembaga bantuan harus memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada secara efektif sehingga mendapatkan hasil kerja yang optimal.
Selain itu seringkali lembaga-lembaga bantuan itu kesulitan untuk mendapat informasi yang akurat saat bencana alam seperti gempa bumi terjadi, dan masalah ini menjadikan perencanaan dalam situasi krisis semakin rumit.
Oleh karena itu, dalam makalah tersebut diajukan sebuah model yang memungkinkan dilakukannya perencanaan darurat dengan efektivitas tinggi untuk mengevakuasi dengan cepat korban ke rumah sakit dan menyalurkan bantuan serta pelayanan yang dibutuhkan oleh korban.
Model-model semacam ini membantu para petugas untuk mengambil keputusan lebih baik pada kondisi labil dan krisis saat terjadi gempa.
Para peneliti Universitas Ferdows, Iran berhasil menemukan spesies baru laba-laba serigala (wolf spider) dari jenis Pardosa di timur laut Iran.
Mengingat penemuan ini bersamaan dengan meninggalnya Maryam Mirzakhani, matematikawan keturunan Iran dan profesor di Universitas Stanford, Amerika Serikat, maka laba-laba itu dinamai Pardosa mirzakhaniae.
Salah satu peneliti mengatakan, ordo laba-laba lebih dari 46.000 jenis yang sudah dikenali di seluruh penjuru dunia, adalah ordo dari varietas binatang ketujuh dan hingga kini di Iran lebih dari 668 jenis varietas berasal dari 51 keluarga. Makalah ilmiah terkait penelitian ini dimuat dalam jurnal ilmiah terkemuka Zootaxa.
Para peneliti Universitas Teknologi Amirkabir Tehran berhasil menciptakan sebuah batu bata yang sesuai dengan suhu lingkungan (ambient temperature) atau maksimal dengan suhu 60 derajat celsius.
Mereka memanfaatkan limbah pabrik pengolahan pasir untuk memproduksi bahan bangunan geopolymer. Menurut peneliti, volume limbah pabrik yang diperoleh dari proses pencucian aggregat dapat mencemari lingkungan.
Volume polusi gas yang tinggi dalam produksi batu bata juga bertentangan dengan prinsip pembangunan berkesinambungan. Oleh karena itu, para peneliti berusaha memanfaatkan limbah pabrik pengolahan pasir untuk memproduksi batu bata geopolymer modern, dengan sebuah metode ramah lingkungan.
Menurut peneliti Universitas Teknologi Amirkabir, metode ini tidak memerlukan suhu panas dan bahan bakar yang tinggi, dan batu bata bisa diproduksi bahkan dalam suhu lingkungan atau maksimal dengan suhu 60 derajat celsius.
Batu bata ramah lingkungan geopolymer yang dihasilkan dari limbah pabrik pengolahan pasir semacam ini diduga belum pernah dibuat sebelumnya dan berdasarkan bukti-bukti yang ada, hanya satu perusahaan di Australia yang melakukan penelitian untuk memproduksi batu bata dengan bahan yang tidak mirip limbah.
Batu batu geopolymer ini termasuk yang ramah lingkungan dan dapat digunakan secara luas dalam industri properti.
Para peneliti baru-baru ini berhasil melakukan proliferasi organ tubuh manusia pada sebuah chip untuk keperluan eksperimen obat. Para peneliti berhasil melakukan proliferasi sel-sel lapisan epitel perut pada sebuah chip.
Para peneliti di sebuah perusahaan rintisan (startup company) berlabel Emulate melakukan proliferasi sel-sel usus manusia dengan menggunakan sel punca, dan memanfaatkan jaringan sel ini untuk menguji coba obat penyakit pencernaan.
Para ilmuwan hanya membutuhkan satu tetes darah manusia untuk melakukan proses ini dan langkah penting ini membuka peluang kepada dokter untuk meramu obat-obatan yang sepenuhnya personal bagi setiap pasien.
Menurut keterangan direktur Emulate, proliferasi sel organ tubuh berdampak signifikan pada bagian konfirmasi obat. Sekitar 30 persen obat tidak melewati fase uji coba, karena pengetesan obat tersebut pada manusia sangat berbahaya.
Akan tetapi dengan menggunakan metode ini, obat-obatan dapat diuji coba pada organ tubuh manusia.
Chip yang dimaksud, terbuat dari polimer yang fleksibel dan mengandung kanal-kanal tipis serta dipenuhi ribuan sel aktif manusia.
Para peneliti sampai sekarang melakukan prolifeasi sel-sel jantung, paru-paru, otak bahkan placenta di dalam sebuah kotak seukuran satu baterai kecil.[]