Jan 08, 2019 15:38 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi Iran
    perkembangan teknologi Iran

Berdasarkan data Islamic World Citation Center, ISC, Iran di tahun 2017 dengan rata-rata produksi sains 21,62 persen pertahun, menjadi negara dengan kemajuan ilmu pengetahuan tertinggi di dunia dalam 20 tahun terakhir dan berhasil naik 38 peringkat.

Menurut keterangan ISC, laporan tentang produksi sains di Iran yang dirilis situs Web of Science, WOS, menunjukkan dokumen dan makalah-makalah ilmiah para peneliti Iran yang tercatat dalam 20 tahun terakhir, dari 983 makalah pada tahun 1376 Hs atau  1997 yang berjumlah 49.696 dokumen hingga akhir tahun 1396 Hs (2017) mengalami peningkatan lebih dari 50 persen.

Menurut ISC, 79,1 persen makalah ilmiah peneliti Iran yang dipublikasikan di situs WOS merupakan makalah kategori awal dan hal ini menunjukkan kredibilitas dan konten ilmiah serta nilai produksi sains Republik Islam Iran di level dunia.

Berdasarkan laporan Nature Index bulan Januari 2018, rata-rata pertumbuhan sains Iran di dekade terakhir mencapai 22 persen pertahun dibandingkan dengan negara dunia lain, sehingga menjadi negara dengan kemajuan tertinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

Sekelompok peneliti dari Universitas New York, berhasil menemukan unsur baru di tubuh manusia dan mereka mengklaim unsur baru ini berfungsi sebagai "peredam kejut" atau shock absorber yang terpasang di tubuh manusia secara alami.

Kemungkinan besar ini merupakan organ tubuh terbesar manusia. Sebelumnya orang membayangkan terdapat sebuah jaringan padat dan saling terhubung di seluruh tubuh manusia, sekarang jelas realitasnya adalah itu adalah sebuah jaringan perisai yang berfungsi sebagai peredam kejut.

Penemuan ini jika dikonfirmasi akan mengubah pengetahuan kita tentang tubuh manusia dan para ilmuwan mempertanyakan mengapa kemungkinan menyebarnya kanker saat muncul di beberapa bagian tubuh lebih besar dari yang lainnya.

Para peneliti mengatakan, organ tubuh yang baru ditemukan itu dinamai Interstitium dan ia ada di sekujur tubuh manusia, namun baru ditemukan.

Organ tubuh ini pada kenyataannya adalah perisai yang saling tersambung mirip dengan jalur yang dipadati oleh cairan. Anggota tubuh ini berada di bawah lapisan kulit, saluran pencernaan, paru-paru, saluran kemih, area sekitar pembuluh darah dan di antara otot.

Tubuh manusia menyimpan banyak cairan yang lebih dari setengahnya berada pada sel, sepertujuhnya mengalir di jantung dan pembuluh darah serta nodus limfa (kelenjar getah bening) dan sisanya mengalir di antara anggota tubuh manusia.

Saat ini para peneliti meyakini, jaringan yang menghantarkan cairan di antara anggota tubuh manusia, adalah sebuah organ yang dilengkapi dengan Interstitium yang terbentuk dari jaringan kolagen dan elastin.

Menurut para peneliti, sistem ini adalah sumber utama limfa (getah bening) yang memainkan peran inti bagi kerja sel-sel kekebalan tubuh manusia.

Para peneliti di Fred Hutchinson Cancer Research Center, Washington, Amerika Serikat menemukan sebuah antibodi baru yang terbentuk lewat transplantasi bagian khusus dari level protein yang ditemukan di seluruh jenis plasmodium atau parasit penyebab malaria di dunia dan dapat mencegah infeksi parasit.

Hari Malaria Sedunia

Dibandingkan dengan antibodi lain, CIS43 memainkan peran perlindungan yang lebih baik dalam menghadapi serangan malaria.

Menurut peneliti proyek penelitian ini sebuah protein berhasil ditemukan yang dapat digunakan untuk memproduksi sebuah vaksin yang menipu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi jenis antobodi ini.

Dalam penelitian tersebut, antibodi dipisahkan dari seorang yang dilindungi dan menerima vaksin uji coba mengandung parasit-parasit malaria yang dilemahkan. Hasil penelitian ini menunjukkan penemuan cara baru untuk mencegah penyakit malaria.  

Menurut para peneliti, ketika antibodi ini berpengaruh pada manusia, maka dapat disuntikkan secara langsung kepada para penderita malaria dan mungkin saja hingga 6 bulan mereka dapat disembuhkan.

Jika sudah berbentuk obat, maka ia harus dikonsumsi setiap hari. Berdasarkan laporan terakhir World Malaria Report 2016 yang dipublikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, WHO pada tahun 2015 sekitar 212 juta orang di dunia ini terserang penyakit malaria dan sungguh disayangkan 429.000 dari mereka meninggal dunia.

Malaria disebabkan oleh jenis protozoa parasit bernama plasmodium dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles.

Para peneliti Universitas MIT, Amerika berhasil mengidentifikasi karakteristik baru pada grafena yang akan memainkan peran signifikan di masa depan.

Menurut para peneliti, jika sampai hari ini baja dan berbagai jenis logam lainnya berperan penting dalam produksi banyak jenis barang, maka mulai sekarang grafena akan menjadi instrumen dominan untuk memproduksi berbagai jenis barang.

Grafena merupakan alotrop karbon yang berbentuk lembaran datar tipis di mana setiap atom karbon memiliki ikatan sp2 dan dikemas rapat dalam bentuk kisi kristal seperti sarang lebah.

Ia dapat dilihat sebagai sebuah jaring-jaring berskala atom yang terdiri dari atom karbon beserta ikatannya. Dengan merekayasa atom-atom senyawa ini, dapat diproduksi bahan lain.

Intan dan grafit keduanya terbentuk dari alotrop karbon, namun jelas kedua senyawa itu secara fisik dan nilai sangat berbeda. Intan merupakan senyawa yang sangat kuat dan grafit terkenal sangat tajam.

Akan tetapi para peneliti percaya, grafena 100 kali lebih kuat dari baja dan hal inilah yang selama ini terabaikan.

Kekuatan yang tinggi dari grafena di samping ketipisannya menjadikannya dapat digunakan di dunia teknologi.

Berdasarkan kajian Universitas MIT, fleksibilitas, konduktivitas yang transparan dan tidak bisa ditembus oleh sebagian besar jenis gas dan cairan, membuat grafena menjadi pilihan ideal untuk memproduksi barang-barang elektronik canggih.

Selama grafena masih memiliki karakteristik dan kinerja uniknya dalam waktu lama, ia diharapkan bisa digunakan untuk memproduksi barang-barang elektronik yang fleksibel dan padat, alat medis ramah lingkungan yang super mikro dan nano untuk menggerakkan tubuh manusia, menciptakan sel-sel surya, filter penyaringan air dan berbagai jenis semikonduktor.[]