Jan 28, 2019 10:45 Asia/Jakarta
  • perkembangan teknologi kedokteran di Iran
    perkembangan teknologi kedokteran di Iran

Salah seorang ilmuwan keturunan Iran di Jurusan Teknik Mekanika Robotik di Carnegie Mellon University bersama sejumlah ilmuwan lain berhasil menciptakan material yang mampu memperbaiki diri bahkan setelah mengalami kerusakan mekanik yang banyak.

Material ini dari sisi fisika dapat memperbaiki diri sendiri dan dapat merekonstruksi sambungan-sambungan listrik yang terputus.

Material yang dibuat oleh para ilmuwan itu memiliki banyak kegunaan untuk kendaraan dan robot yang dioperasikan di lingkungan berbahaya.

Untuk menciptakan material ini, digunakan tetesan logam cair dalam sebuah Elastomer.

Elastomer adalah materi yang tersusun atas molekul berukuran panjang, atau polimer, ia mampu kembali ke bentuk semula setelah ditarik dan direntangkan ke ukuran yang relatif panjang dibandingkan dengan ukuran awalnya.

Tetesan logam cair ini terbuat dari gallium yang mampu mentransfer sinyal-sinyal elektronik tanpa gangguan.

Material ini dapat mentransfer listrik atau informasi dari bagian-bagian yang retak, berlubang atau bahkan bagian yang terpisah.

Menurut para peneliti, jika kita ingin memproduksi kendaraan-kendaraan yang sesuai dengan tubuh manusia dan lingkungan hidup, maka kita harus menggunakan bahan baru ini.

Kinerja material yang bisa memperbaiki diri dapat digunakan untuk memproduksi kendaraan dan alat-alat elektronik halus yang memiliki ketahanan luar biasa di hadapan jaringan dan organisme alam.

Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan oleh jurnal ilmiah Nature Materials.

Sekelompok peneliti yang dipimpin seorang ilmuwan keturunan Iran, Ali Khademhosseini yang bekerja di Universitas California, Amerika Serikat menemukan metode baru untuk mencetak jaringan alami rumit dari beberapa senyawa dengan menggunakan printer tiga dimensi.

Saat ini transplantasi organ tubuh dan pengobatan jaringan canggih banyak menghadapi masalah, karena jumlah pendonor yang sedikit atau sumber bahan alami yang ada, sehingga organ tubuh dan jaringan ini tidak berada dalam kondisi ideal dan cocok dengan penerima donor, selain itu mungkin saja tidak sesuai.

Oleh karena itu para ilmuwan lebih berminat untuk mengembangkan organ dan jaringan di laboratorium.

Metode baru ini menyediakan cadangan senyawa sehat dan steril yang tak terhingga, dan memberikan kesempatan pada para dokter dan ahli bedah untuk memanfaatkan bahan alami dalam penggunaan khusus.

Masalahnya adalah jaringan-jaringan hidup sangat rumit dan terdiri dari berbagai jenis sel, pembuluh darah, saraf dan struktur mekanik.

Metode alternatif untuk pekerjaan ini adalah menciptakan sebuah format dari material hidup seperti Etilena glikol, Diacrylate (PEGDA) dan Gelatin methacryloyl (GelMA).

Format semacam ini pada kenyataannya meniru struktur jaringan hidup dan bekerja seperti tulang rawan di tubuh seorang bayi.

Saat kelahiran bayi, sebagian besar tubuhnya terbentuk dari tulang rawan yang mengalami pertumbuhan dan berkembang.

seorang bayi

Dalam jaringan buatan, sel-sel punca tumbuh dalam sebuah format dan menggantikannya, dan Stereolithography merupakan salah satu metode untuk menciptakan format semacam ini.

Proses ini membutuhkan bantuan cahaya dan di dalamnya hydrogel dan sel punca diletakkan pada sebuah printer tiga dimensi dan pada saat bersamaan ketika cahaya terpancar, hubungan molekuler dan gel akan menjadi sulit.

Para peneliti dengan menggunakan metode ini, menciptakan sebuah printer yang memiliki satu chip atau microfluidic seukuran sebuah chip mikro.

Printer alami ini memiliki multi entri dan dapat mencetak satu material mengandung sel dalam satu waktu.

Selain itu ia juga dilengkapi oleh sebuah digital micro-mirror devices yang merupakan gabungan dari jutaan cermin yang mandiri.

Pada cermin-cermin otomatis itu tercipta sebuah model untuk setiap lapisan yang dicetak, saat cahaya membentuk gel.

Saat ini printer menggunakan empat bio-ink, akan tetapi jumlahnya bisa diperbanyak. Sampai sekarang printer ini digunakan untuk mencetak bentuk-bentuk sederhana, simulasi tiga dimensi jaringan otot dan jaringan-jaringan pencocokan otot dengan kerangka tulang dan tumor-tumor buatan disertai pembuluh darah.

Selain itu jaringan-jaringan sel yang diciptakan diletakkan di tubuh tikus dan tubuh hewan ini tidak memperbaikinya.

Menurut para peneliti, jaringan-jaringan adalah struktur yang rumit, oleh karena itu untuk menciptakan versi buatan yang bisa bekerja dengan benar, kerumitan itu harus kembali digambar ulang.

Menurut salah satu anggota staf pengajar Pusat Komunikasi Sains dan Teknologi Regional, dalam informasi yang dimuat situs ESI dan SciMapper untuk periode tahun 2017, Iran dalam bidang produksi makalah ilmiah di antara negara 30 negara dunia merupakan negara yang paling berpengaruh dalam kemajuan sains dunia dengan tingkat pertumbuhan makalah ilmiah 10 persen.

Sains adalah fenomena yang terus mengalami perkembangan dan perubahan.

Perubahan yang terarah dan dilakukan oleh kelompok-kelompok peneliti yang memiliki visi tertentu dan masing-masing bertanggung jawab atas sebuah bidang penelitian disebut sebagai Research Front.

Kelompok-kelompok peneliti atau Research Front itu memainkan peran utama dalam menentukan arah perkembangan sains di berbagai bidang studi.

Mereka membentuk kajian studi yang relatif baru namun berkembang dengan cepat dan secara potensial memiliki bobot ekonomi dan bisnis yang tinggi.[]