Apr 07, 2019 04:47 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 7 April 2019.
    Lintasan Sejarah 7 April 2019.

Ibnu Thawus Meninggal Dunia

747 tahun yang lalu, tanggal 1 Sya'ban 693 HQ, Ghiyatsuddin Abu Muzaffar Abdul Karim bin Ahmad yang dijuluki Ibnu Thawus, seorang ahli fiqih dan sastrawan terkenal abad ke-7 Hijriah meninggal dunia di kota Kazhimain Irak.

 

Ibnu Thawus dilahirkan pada tahun 648 dan pada usianya ke-12 tahun, dia telah menghapal al-Quran dan setelah itu dia mempelajari sastra. Dia belajar kepada ulama-ulama besar, di antaranya Nashiruddin Thusi. Ibnu Thawus banyak meninggalkan karya penulisan dalam bahasa Arab.

 

Annemarie Schimmel lahir ke dunia

 

97 tahun yang lalu, tanggal 7 April 1922 Annemarie Schimmel,  Islamolog terkenal Jerman terlahir ke dunia.

 

Annemarie Schimmel amat berminat dengan peradaban Islam dan pada usia 19 tahun berhasil mencapai gelar doktoral dalam bidang penelitian Islam dari Universitas Berlin. Annemarie Schimmel menjadi pengajar selama bertahun-tahun di Universitas Jerman, Amerika dan Turki dalam bidang sejarah agama dan Irfan Islam.

 

Selain bahasa Jerman dan Inggeris, Schimmel juga menguasai bahasa Arab, Persia, Turki, Urdu dan Bengali untuk memudahkannya mempelajari Islam. Islamolog Jerman ini mempunyai kecenderungan khusus kepada Irfan Islam dan tokoh-tokoh seperti Hafez dan Maulawi, dua penyair besar Iran.

 

Professor Schimmel di sepanjang umurnya memperoleh berbagai hadiah dan piagam penghargaan. Dia banyak menulis buku, di antaranya ialah Muhammad Saw Rasul Tuhan, Wanita dalam irfan dan tasawuf Islam, Jalaludin Rumi dan Ghazaliyat Timur, Annemarie Schimmel meninggal dunia pada tahun 2003.

Imam Khomeini ra.

Imam Khomeini Dibebaskan dari Penjara Shah

 

55 tahun yang lalu, tanggal 18 Farvardin 1343 HS (7 April 1964), Pemimpin Gerakan Revolusi Islam Iran Imam Khomeini dibebaskan dari tahanan rumah oleh Rezim Shah Pahlevi.

 

Imam ditangkap pada tanggal 15 Khordad 1342 HS (5 Juni 1963) dengan tuduhan telah melakukan tindakan menghasut massa melawan pemerintahan Shah. Peristiwa penangkapan Imam tersebut langsung menyulut kemarahan rakyat Iran. Di seluruh kawasan Iran, terjadi demonstrasi besar-besaran menuntut pembebasan Imam.

 

Demonstrasi itu awalnya dijawab oleh Shah dengan represi hingga tragedi berdarah 15 Khordad yang merengut nyawa sekitar lima ribu rakyat Iran. Akan tetapi, tindakan Shah itu malah semakin menyulut kemarahan rakyat. Shah kemudian agak memperlunak sikapnya.

 

Imam memang masih ditahan. Tetapi, kali ini beliau menjalani tahanan rumah di Teheran. Keputusan Shah ini ternyata tidak menyurutkan gelombang protes rakyat. Mereka menuntut pembebasan Imam secara penuh.

 

Akhirnya, karena khawatir terhadap gerakan rakyat, Shah membebaskan Imam. Begitu berita pembebasan Imam ini tersebar ke seluruh Iran, rakyat di seantero negeri ini mengadakan pesta besar-besaran.