Lintasan Sejarah 22 April 2019
-
Lintasan Sejarah 22 April 2019.
Ibnu Syahr Asyub Wafat
852 tahun yang lalu, tanggal 16 Sya'ban 588 HQ, Ibnu Syahr Asyub, seorang ahli fiqih, tafsir, dan ahli hadis muslim, meninggal dunia.
Ibnu Syahr Asyub sejak kanak-kanak telah memulai pendidikannya dan pada usia delapan tahun, dia sudah menghapal al-Quranal-Karim. Dia menimba ilmu pada ulama-ulama besar saat itu, seperti Zamakhsyari, Muhammad Ghazali, dan Khatib Kharazmi.
Selain menguasai bidang agama, Ibnu Syahr Asyub juga dikenal sebagai penyair. Dia banyak menciptakan syair-syair yang memuji keutamaan Ahlul Bait rasulullah Saw. Syair-syair tersebut dibukukan dalam kitab "Manaqib Ali Abi Thalib".
Ibnu Syahr Asyub juga menulis buku-buku agama, di antaranya berjudul "Mutasyabihul Quran wa Mukhtalifuhu" dan "Ma'alimul Ulama".
Pembantaian Massal di Aljazair
58 tahun yang lalu, tanggal 22 April tahun 1961, tentara rahasia Perancis melakukan kudeta di Aljazair sehingga mengakibatkan terbunuhnya 1200 warga Aljir, ibukota Aljazair.
Kudeta ini dilakukan oleh Jenderal Salan, Jouhaud, Challe, dan Zeller karena menentang keputusan pemerintah Perancis yang memberikan hak otonomi kepada Aljazair.
Presiden Perancis saat itu, Charles De Gaulle memerintahkan agar aksi kudeta itu ditumpas dan dalam empat hari, para jenderal tersebut ditangkap.
Korps Garda Revolusi Islam Iran Dibentuk atas Perintah Imam Khomeini
40 tahun yang lalu, tanggal 2 Ordibehesht 1358 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan dibentuknya Korps Garda Revolusi Islam Iran, Pasdaran.
Di hari-hari pertama pasca kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, berdasarkan perintah Imam Khomeini ra kepada para pemuda revolusioner, sebagian dari mereka berkumpul dan merumuskan lembaga suci bernama Korps Garda Revolusi Islam.
Setelah beberapa waktu, Imam Khomeini ra pada 2 Ordibeshest 1358 Hs mengeluarkan perintah kepada Dewan Revolusi dan mengumumkan secara resmi pembentukan Pasdaran. Dewan Revolusi dengan segera mengambil langkah penting dengan membentuk Dewan Komando Sepah Pasdaran untuk mengorganisir lembaga revolusi ini.
Di awal-awal pengumuman yang dikeluarkan Pasdaran dicantumkan beberapa kewajiban umum seperti; membantu pelaksanaan urusan militer dan keamanan, memerangi kelompok-kelompok bersenjata anti revolusi, membela serangan dalam dan luar negeri, kerjasama dan koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran, pendidikan dan pelatihan moral dan ideologi, politik dan militer kader-kader Sepah Pasdaran dan lain-lain.
Sekalipun Pasdaran memiliki substansi militer, tapi militeristik pada dasarnya hanya satu bagian dari lembaga ini. Pasdaran adalah lembaga militer dibentuk searah dengan tujuan dan cita-cita Revolusi Islam seperti melindungi dan menjaga negara dan Revolusi Islam.
Korps Garda Revolusi Islam Iran memiliki idealisme ideologi agama, kemanusiaan dan universal.
Hari Revolusi Budaya Islam
39 tahun yang lalu, tanggal 2 Ordibehesht 1359 HS, di Iran diperingati sebagai Hari Revolusi Budaya Islam.
Pada 28 Farvardin 1359 HS, sejumlah mahasiswa Iran berhasil menguasai dan mengontrol Universitas Tabriz dan keesokan harinya kelompok Munafikin dan kelompok-kelompok lainnya menguasai Universitas Tarbiat Moallem. Menyusul ultimatum tiga hari yang dikeluarkan oleh Dewan Revolusi kepada kelompok Munafikin, rakyat revolusioner Iran pada 2 Ordibehesht 1359 berhasil menggagalkan upaya mereka dan Imam Khomeini ra menyambut aksi rakyat ini.
Setelah kasus itu, penting untuk menutup universitas-universitas Iran buat sementara waktu guna ada kesempatan yang cukup untuk melakukan perubahan mendasar dalam sistem pendidikan di universitas-universitas Iran. Kewajiban ini menjadi tanggung jawab Staf Revolusi Budaya dan universitas-universitas Iran akan dibuka kembali tepat di peringatan Persatuan Hauzah dan Universitas pada 27 Azar 1361 Hs.
Gerakan ini dilakukan dengan tujuan islamisasi universitas dan mengeluarkan anasir thagut dan akhirnya disebut sebagai Revolusi Budaya.