Apr 24, 2019 05:50 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 24 April 2019.
    Lintasan Sejarah 24 April 2019.

Ibnu Duraid, Sastrawan Arab Wafat

1119 tahun yang lalu, tanggal 18 Sya'ban 321 HQ, Ibnu Duraid, sastrawan Arab meninggal dunia di usia 98 tahun dan dikebumikan di komplek pekuburan Abbasiah di Baghdad, Irak.

 

Abu Bakar Muhammad bin Hasan Azdi yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Duraid lahir di kota Basrah, Irak pada 223 HQ. Ia belajar sastra Arab kepada guru-guru besar seperti Abu Hatim al-Sijstani. Setelah itu ia pergi ke Oman dan tinggal selama 12 tahun di sana.

 

Ibnu Duraid seorang yang cerdas dengan kekuatan hapalan yang luar biasa. Ia juga dikenal sebagai seorang dermawan. Ia lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk meneliti, mengajar dan menulis. Ibnu Duraid banyak menghasilkan murid-murid berkualitas seperti Abu al-Faraj Isfahani, Marzbani dan Seirafi.

 

Popularitas Ibu Duraid lebih dikarenakan perannya dalam sejarah penulisan bahasa Arab. Ia dikenal sebagai guru besar di bidang ilmu bahasa, puisi dan bahkan kritikus sastra. Ia diberi julukan A'lam al-Syu'ara dan Asy'ar al-Ulama.

Peresmian Berdirinya Radio Iran

 

79 tahun yang lalu, tanggal 4 Ordibehesht 1319 HS, peresmian berdirinya radio Iran.

 

Pada hari itu,  lembaga radio dibentuk dan untuk pertama kalinya dipancarkan siaran radio Tehran yang melaporkan kegiatan di dalam negeri. Di awal pendirian radio, lembaga radio berada di bawah pengawasan kementerian kebudayaan. Masa tayang pada mulanya hanya lima jam sehari dari satu antena pemancar.

 

Lima tahun pasca peresmian Radio Tehran, perlahan-lahan sebagian kota di Iran juga mulai mengudara secara terbatas dengan antena lokal, sehingga secara bertahap kekuatan pemancar ditingkatkan dan masa tayang bertambah dari sebelumnya.

 

Di akhir-akhir tahun 1319 HS, lembaga radio Iran berubah nama menjadi Kantor Publikasi dan Iklan dan pada tahun 1330 berubah lagi menjadi Lembaga Publikasi dan Radio yang berwenang menyiapkan informasi, film dan menginformasikan berita terbaru tentang Iran dan dunia.

 

Saat ini, jaringan radio Iran telah merata ke seluruh negeri dengan didirikannya jaringan radio lokal dan memiliki banyak program unggulan.

 

Astronot Pertama yang Gugur

 

52 tahun yang lalu, tanggal 24 April 1967, Uni Soviet mengumumkan gugurnya seorang kosmonot (nama lain astronot untuk bahasa Rusia), Kolonel Vladimir Komarov.

 

Dengan demikian Komarov menjadi orang pertama di dunia yang tewas dalam menjalankan misi angkasa luar. Kosmonot berusia 40 tahun itu beserta roket Soyuz 1 yang dia kendalikan sebenarnya sukses menjalankan tugas eksperimen di angkasa luar.Namun, ketika kembali ke bumi, parasut yang berguna untuk menahan laju kepala roket Soyuz ternyata tidak berfungsi dengan baik.

Akibatnya, kepala roket itu langsung menghujam ke permukaan tanah dari ketinggian sekitar 6,4 km. Komarov tewas seketika. Saat itu dia menjalankan misi angkasa luar yang kedua dalam karirnya.

Selain mendapat ucarapan bela sungkawa dari Partai Komunis Soviet, keluarga Komarov juga menerima ungkapan duka cita dari tim 47 astronot Amerika Serikat, yang saat itu masih bersitegang dengan Soviet di era Perang Dingin.