Jul 19, 2019 09:55 Asia/Jakarta
  • 19 Juli 2019
    19 Juli 2019

Hari ini, Jumat 19 Juli 2019 bertepatan dengan 16 Zulkaidah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Tir 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Rashid Al-Din bin Muhammad Al-Watwat Meninggal Dunia

 

867 tahun yang lalu, tanggal 16 Dzulqadah 573 HQ, Rashid al-Din al-Watwat meninggal dunia pada usia 93 tahun.

 

Rashid al-Din bin Muhammad bin al Djalil al-Umari yang lebih dikenal dengan Rashid al-Din al-Watwat lahir pada tahun 480 Hq di kota Balkh. Rashid al-Din masih keturunan dari Khalifah Umar bin Khattab.

 

Ia memulai pendidikannya di Madrasah Nizhamiah, Balkh dam berguru kepada Abu Saad al-Harawi. Setelah menguasai bahasa Persia dan Arab, Rashid al-Din kemudian pindah ke kota Kharazm. Kharazm waktu itu dipimpin oleh Abu al-Muzhaffar Alaa al-Daulah. Di awal masa pemerintahannya, Rashid al-Din al-Watwat mengabdi padanya hingga akhir hayatnya.

 

Rashid al-Din al-Watwat menguasai dua bahasa Arab dan Persia dengan sangat baik yang membuat ia disebut sebagai Dzul Lisanain (yang menguasai dua bahasa). Al-Watwat diakui kemampuannya dalam memilih kata dan menyusunnya dengan indah baik dalam bahasa Persia maupun bahasa Arab. Karya-karyanya antara lain, "Diwan Asy'ar Parsi", "Rasail al-Arabi", "Hadaiq al-Sahar fi Daqaiq al-Syi'r", "Mansyaat Farsi" dan lain-lain.

Image Caption

Ayatullah Muhammad Husein Kasyif Al-Ghita Wafat

 

64 tahun yang lalu, tanggal 28 Tir 1334 HS, Ayatullah Mohammad Hossein Kasyif al-Ghita meninggal dunia di usia 77 tahun dan dikebumikan di Najaf al-Asyraf, Irak.

 

Ayatullah Muhammad Husein Kasyif al-Ghita lahir dari keluarga ulama sekitar 1255 HS di kota Najaf, Irak. Di masa remaja, beliau mempelajari tingkat dasar ilmu-ilmu agama dan setelah itu belajar pada guru-guru besar seperti Akhond Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi dan Mirza Hossein Nouri. Beliau dengan cepat melalui semua tingkat keilmuan dan pasca wafatnya Allamah Yazdi, beliau menjadi marji yang ditaklidi banyak Muslimin.

 

Ayatullah Kasyif al-Ghita sepanjang hidupnya mendidik para pelajar agama. Selain itu, demi menyebarkan ajaran Islam, beliau juga mengunjungi negara-negara Islam dan berpidato di universitas dan pusati ilmu Mesir, Iran dan Palestina. Beliau termasuk ulama yang mewajibkan partisipasi ulama dan rakyat dalam urusan politik dan sangat memperhatikan masalah yang ada hubungannya dengan pemerintahan. Itulah mengapa beliau punya peran penting dalam gerakan-gerakan nasional Irak. Dengan dimulainya Perang Dua I, beliau pro aktif dalam gerakan perjuangan rakyat Irak melawan penjajah Inggris.

 

Sekalipun Ayatullah Kasyif al-Ghita memiliki banyak aktivitas sosial dan politik, tapi beliau tidak lupa menuliskan pikiran-pikirannya. Beliau menulis Tahrir al-Majallah dalam 5 jilid, al-Murajat al-Raihaniyah dalam 2 jilid, catatan pinggir Ain al-Hayat dan al-Siasah al-Huseiniah.

 

Gerakan Sandinista Menang

 

40 tahun yang lalu, tanggal 19 Juli 1979, perlawanan rakyat Nikaragua yang dipimpin oleh gerakan Sandinista, berhasil mencapai kemenangan dengan tergulingnya pemerintahan Anastasio Somoza Debayle.

 

Sebelumnya, Presiden Nikaragua adalah Jenderal Anastasio Somoza yang tewas tertembak tahun 1956. Ia digantikan oleh anaknya, Luis Somoza.

Gerakan Sandinista di Nikaragua

Pada tahun 1967, Luis Somoza digantikan oleh adiknya, Anastasio Somoza Debayle yang mendapat dukungan dari AS. Ketidakpuasan yang timbul di tengah-tengah rakyat memicu gerakan perlawanan dan kelompok gerilyawan Sandinista yang berhaluan kiri merupakan kelompok yang berjuang di garis depan dalam usaha penggulingan kekuasaan Somoza. Dalam gerakan perlawanan rakyat ini, 40.000 orang tewas dan lebih dari 200.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.

 

Setelah kemenangan Sandinista, AS mengorganisasi gerakan anti-Sandinista atau gerakan Contra, yang dananya diambil dari penjualan senjata AS kepada Iran, sehingga memunculkan skandal besar dalam dunia politik AS yang disebut sebagai "Skandal Iran-Contra".