Apr 25, 2016 15:21 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 31 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Muhsin bin Ali Tanukhi Wafat

1053 tahun yang lalu, tanggal 21 Jumadil Tsani tahun 384 Hq, Muhsin bin Ali Tanukhi, seorang sastrawan dan sejarawan muslim, meninggal dunia pada usia 55 tahun.

Muhsin bin Ali memiliki kemampuan yang tinggi dalam syair dan sastra. Dalam waktu yang sangat singkat, ia menghasilkan banyak karya sastra. Tanukhi memperlajari ilmu dan agama yang berkembang di zamannya dalam waktu yang singkat. Setelah itu dia bekerja di bidang peradilan.

Di antara karya-karyanya adalah buku "Al-Faraj ba'das-Syiddah" yang berisi kumpulan fakta sejarah dan sosial yang ditulisnya dengan teliti dan gaya penulisannya yang khas.

Rene Descartes Lahir

 

420 tahun yang lalu, tanggal 31 Maret tahun 1596, Rene Descartes, filsuf, matematikawan, dan ahli fisika asal Perancis terlahir ke dunia. Karena kecerdasannya, segera setelah menamatkan pendidikannya di bidang filsafat dan matematika, Descartes langsung dipercaya mengajar di perguruan tinggi. Pemikirannya yang cemerlang di bidang filsafat membuatnya dipercaya oleh sebagian orang sebagai Bapak Filsafat Moderen.

 

Di antara karya tulisan Descartes adalah buku-buku berjudul "Dasar-Dasar Filsafat", "Pemikiran Metafisika", dan "Pembahasan tentang Kelembutan Ruh". Descartes meninggal dunia pada tahun 1650.

Ayatullah Ibrahim Khansari Wafat

103 tahun yang lalu, tanggal 12 Farvardin 1292 Hs, Ayatullah Sayid Mohammad Ibrahim Khansari meninggal dunia dalam usia 60 tahun dan makamkan di dekat pamannya di Isfahan.

Ayatullah Sayid Mohammad Ibrahim Khansari lahir dari keluarga agamis pada 1232 Hs di Isfahan. Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat dasar dan menengah kepada pamannya, Sayid Mohammad Bagher Khansari dan belajar kepada sejumlah guru-guru besar, beliau mencapai derajat ijtihad. Beliau kemudian mengajarkan ilmu-ilmu keislaman seperti fiqih dan ushul fiqih dan berhasil mendidik banyak murid.

Ayatullah Ibrahim Khansari kemudian menjadi rujukan para mukallidnya dan beliau sendiri menulis banyak buku. Selain itu, Ayatullah Ibrahim Khansari banyak melakukan dialog dengan pendeta dan ilmuwan Kristen soal kenabian Muhammad Saw. Sekalipun beliau telah menyampaikan argumentasi secara ilmiah, tapi mereka tidak menerima. Oleh karenanya, Ayatullah Khansari mengajak mereka untuk bermubahalah, tapi mereka tidak setuju.

Teror Terhadap Penumpang Kereta Api Palestina

 

68 tahun yang lalu, tanggal 31 Maret tahun 1948, dalam kelanjutan aksi teror yang digelar orang-orang Zionis di Palestina, sebuah kereta api penumpang yang datang dari Kairo, Mesir, menuju kota pelabuhan Haifa di Palestina diledakkan oleh sekelompok orang Zionis yang tergabung ke dalam organisasi teroris Stern. Dalam insiden tersebut, 40 penumpang kereta api tewas dan 60 lainnya menderita luka-luka serius.

 

Empat hari sebelumnya, insiden serupa terjadi di kawasan yang sama. Dalam peristiwa tersebut, 24 warga Palestina tewas dan 61 laninya cedera. Tindakan orang-orang Zionis tersebut adalah bagian dari rangkaian operasi teror yang dilakukan orang-orang Israel dengan tujuan agar jumlah pengungsi Palestina yang semakin bertambah banyak hingga orang-orang Israel bisa lebih leluasa mendirikan rezim Israel Raya.

Referendum Historis di Iran

37 tahun yang lalu, tanggal 12 farvardin tahun 1358 Hs yang bertepatan dengan tanggal 1 April tahun 1979, Iran menyelenggarakan referendum untuk menentukan bentuk pemerintahannya.

Menyusul kemenangan Revolusi Islam di bawah pimpinan Imam Khomeini, dilangsungkan sebuah referendum monumental untuk membentuk pemerintahan baru hasil pilihan rakyat selepas tumbangnya rezim diktator Shah Pahlevi. Hasil referendum tersebut menunjukkan bahwa 98, 2% rakyat Iran memilih untuk bernaung di bawah sebuah pemerintahan Islami.

Sejak gerakan revolusi mencapai kemenangannya, rakyat Iran sebenarnya sudah diketahui menginginkan sebuah pemerintahan Islami. Akan tetapi, untuk membungkam berbagai agitasi kaum arogan dunia, Imam Khomeini tetap memerintahkan penyelenggaran referendum ini. Dengan hasil seperti ini, negara-negara Barat betul-betul kehilangan isu politik untuk mengguncang pemerintahan Islami di Iran.Karena berdirinya sebuah pemerintahan religius yang berlandaskan nilai-nilai Islam ini didukung oleh mayoritas mutlak rakyat Iran.

Keanggotaan Mesir pada Liga Arab Digantung

 

37 tahun yang lalu, tanggal 31 Maret tahun 1979, negara-negara anggota Liga Arab sepakat untuk menggantung keanggotaan Mesir dalam organisasi tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Reaksi keras itu diambil oleh Liga Arab menyusul tindakan Mesir yang bersedia menandatangani Perjanjian Camp David dengan rezim penjajah Israel, Januari tahun 1978. Peristiwa tersebut juga menandai semakin dikucilkannya Mesir dari pergaulan internasional.

 

Segera setelah Mesir menandatangani perjanjian Camp David, sejumlah negara Arab dan muslim langsung memutuskan hubungan diplomatiknya dengan negeri piramid itu. Situasi ini berlangsung sekitar satu dekade. Pada akhir tahun 80-an, dengan upaya keras AS dan juga mengendurnya sikap anti Israel yang ditunjukkan oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), status Mesir sebagai anggota Liga Arab kembali dipulihkan.