Apr 26, 2016 13:25 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 4 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Thahir bin Husein Wafat

1230 tahun yang lalu, tanggal 25 Jumadil Tsani 207 Hq, Thahir bin Husein meninggal dunia.

Thahir bin Husein merupakan salah satu komandan pasukan Harun al-Rasyid dan anaknya Makmun. Ia memimpin pasukan Bani Abbasiah dalam banyak perang dan sering memenangkannya.

Dalam konflik yang terjadi antara dua anak Harun al-Rasyid; Makmun dan Amin, Thahir bin Husein berpihak kepada Makmun dan membantunya. Keberpihakannya membuat Makmun mengangkatnya sebagai panglima perangnya. Dengan jumlah pasukan yang tak terbilang banyaknya, Thahir bin Husein bergerak dari Khorasan menuju Irak.

Thahir bin Husein setelah berperang cukup lama akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Amin dan menguasai kota Baghdad dan kota-kota yang berada di sekitarnya. Namun tidak berapa lama, Makmun mengeluarkan perintah memberhentikannya dari posisinya dan panglima perang Irak diserahkan kepada Hasan bin Sahl. (Tarikh Thabari, jilid 7, hal 117)

Komandan Bani Abbasiah ini akhirnya meninggal dunia di masa kekhalifahan Makmun. Hakim kota Baghdad waktu itu, Yahya bin Aktsam diutus mewakili Khalifah Makmun menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Abdullah bin Thahir, anak Thahir bin Husein yang diangkat Khalifah Makmun menjadi wali kota Riqqah. (al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir, jilid 10, hal 266)

Mohamma Ali Shah, Raja Lalim Qajar Wafat

92 tahun yang lalu, tanggal 16 Farvardin 1303 Hs, Mohammad Ali Shah, Raja Qajar meninggal dunia dalam usia 54 tahun di Eropa.

Mohammad Ali Shah lahir pada 1249 Hs di Tabriz dan setelah menyelesaikan pendidikannya dalam usia 17 tahun ia diberikan tanggung jawab urusan pemerintahan. Ketika Mozaffaruddin Shah berkuasa, ia diangkat sebagai pewaris kerajaan. Selain mengurusi wilayah Azerbaijan, saat ayahnya pergi ke Eropa, ia yang mengelola seluruh urusan kerajaan.

Setelah menjabat sebagai raja, ia menentang para pendukung Revolusi Konstitusi dan menciptakan banyak masalah bagi negara. Ia memerintahkan untuk menghancurkan gedung Dewan Syura Melli atau parlemen dan sejak itu pula masa itu disebut era penindasan.

Sikapnya itu ditentang keras para pendukung Revolusi Konstitusi di seluruh negeri dan berhasil menguasai Tehran lalu melengserkan Mohammad Ali Shah. Ia terpaksa meminta suaka ke Kedutaan Rusia dan setelah meninggalkan Iran. Beberapa waktu ia tinggal di Rusia, setelah itu menuju Ottoman dan tinggal di Eropa hingga wafatnya.

NATO Berdiri

 

67 tahun yang lalu, tanggal 4 April tahun 1949, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) secara resmi dibentuk di Brussel, Belgia.

Saat itu, ada 12 negara yang menandatangani piagam pendirian NATO yaitu Perancis, Luxemburg, Belanda, Inggris, Kanada, Denmark, Eslandia, Italia, Norwegia, Portugis, AS, dan tuan rumah Belgia. Inti dari piagam NATO adalah kesepakatan dari negara-negara penanda tangan tersebut untuk membentuk pertahanan bersama. Dengan demikian, segala bentuk serangan yang ditujukan kepada salah satu negara anggota NATO akan dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara lainnya. Beberapa tahun berikutnya, Jerman, Yunani, Spanyol, dan Turki ikut bergabung dengan NATO.

 

Pada saat yang hampir bersamaan, Perancis malah mengambil jarak dengan NATO. Pada tahun 1960, meskipun masih tercatat sebagai anggota NATO, Perancis mulai menarik pasukannya dari NATO dan mengurangi ketergantungannya di bidang keamanan kepada pakta pertahanan tersebut.

 

Pembentukan NATO sebenarnya adalah konsekwensi dari situasi perang dingin pasca Perang Dunia II. Uni Soviet yang berhaluan komunis dianggap oleh negara-negara Barat sebagai ancaman. Karena itu, ketika Uni Soviet mengalami keruntuhan awal tahun 90-an, NATO berusaha keras mencari justifikasi atas keberadaan organisasinya. Apalagi sejumlah negara Blok Timur, termasuk Rusia sendiri, pada akhirnya memilih bergabung dengan NATO.

 

Dengan demikian, NATO semakin kehilangan identitasnya. Yang terlihat pada NATO kemudian adalah dominasi kuat AS atas berbagai kebijakan organisasi. Karena itu, sejumlah negara mulai meminta agar dominasi AS itu dikurangi.

Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani Wafat

62 tahun yang lalu, tanggal 16 Farvardin 1333 Hs, Ayatullah Modarres Khiyabani meninggal dunia pada pada usia 76 tahun dan dikebumikan di kota Tabriz.

Ayatullah Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani lahir di kota Tabriz sekitar tahun 1257 Hs. Setelah menyelesaikan pelajaran tingkat dasar dan menengah hauzah ilmiah, beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah Mirza Abol Hassan Angaji dan Mirza Sadegh Mojtahed Tabrizi.

Beliau juga sempat belajar kepada Sayid Sadr ad-Din Sadr dan Mohammad Ali Shah Abadi dan diberi izin mengeluarkan fatwa (mujtahid) serta mendapat ijazah meriwayatkan hadis dari Syeikh Muhammad Husein Al Kasyif al-Ghitha dan Sheikh Agha Bozourgh Tehrani.

Modarres Khiyabani di akhir usianya selama 12 tahun mengajar di Madrasah Sepahsalar dan tekun melakukan riset serta menulis buku, sehingga meninggalkan banyak karya ilmiah. Sebagian dari karya penting beliau adalah buku Raihanah al-Adab dalam 8 jilid yang menjelaskan tentang kehidupan lebih dari 5 ribu ulama. Beliau juga menulis Qamus al-Ma'arif dan Farhang Now Bahar yang memuat 19 ribu kata Persia. Selain itu beliau juga menulis buku Farhang-e Baharestan yang mencakup 55 ribu kata dan kalimat berbahasa Persia.