Apr 26, 2016 13:30 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 6 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Haji Mirza Husein Nuri Tabrizi Wafat

117 tahun yang lalu, tanggal 27 Jumadil Tsani tahun 1320 Hq, Haji Mirza Husain Nuri Tabrizi, seorang ulama muslim Iran, meninggal dunia. Ulama ini sangat utama dalam ibadah, ketakwaan, kehati-hatian, dan penyucian jiwa. Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di bidang ilmu hadis, tafsir al-Quran, dan penjelasan mengenai ulama-ulama Islam. Semua itu ditulisnya degan penuh ketelitian dan kekhasan.

Beliau juga menulis mengenai Ahlul Bait Rasulullah Saw. Di antara karya beliau yang paling terkenal adalah "Mustadrak Wasail" yang berisi catatan kehidupan ulama-ulama besar muslim.

Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini Wafat

79 tahun yang lalu, tanggal 27 Jumadil Tsani tahun 1358 Hq, Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini, seorang ulama Iran, meninggal dunia di kota Baghdad.

Sejak masa mudanya, Mirza Mishkini telah menuntut ilmu kepada ulama-ulama besar sampai akhirnya beliau sendiri menjadi salah satu di atara ulama-ulama besar zaman itu. Beliau sangat menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, dan tafsir Quran.

Di antara karya-karya Mirza Mishkini adalah sebuah buku tafsir atas kitab "Makasib" karya Syaikh Murtadha Anshari.

Imam Khomeini Dibebaskan dari Penjara Shah

52 tahun yang lalu, tanggal 18 Farvardin 1343 Hs (7 April 1964), Pemimpin Gerakan Revolusi Islam Iran Imam Khomeini dibebaskan dari tahanan rumah oleh Rezim Shah Pahlevi.

Imam ditangkap pada tanggal 15 Khordad 1342 Hs (5 Juni 1963) dengan tuduhan telah melakukan tindakan menghasut massa melawan pemerintahan Shah. Peristiwa penangkapan Imam tersebut langsung menyulut kemarahan rakyat Iran. Di seluruh kawasan Iran, terjadi demonstrasi besar-besaran menuntut pembebasan Imam.

Demonstrasi itu awalnya dijawab oleh Shah dengan represi hingga tragedi berdarah 15 Khordad yang merengut nyawa sekitar lima ribu rakyat Iran. Akan tetapi, tindakan Shah itu malah semakin menyulut kemarahan rakyat. Shah kemudian agak memperlunak sikapnya. Imam memang masih ditahan. Tetapi, kali beliau menjalani tahanan rumah di Teheran. Keputusan Shah ini ternyata tidak menyurutkan gelombang protes rakyat. Mereka menuntut pembebasa Imam secara penuh.

Akhirnya, karena khawatir terhadap gerakan rakyat, Shah membebaskan Imam. Begitu berita pembebasan Imam ini tersebar ke seluruh Iran, rakyat di seantero negeri ini mengadakan pesta besar-besaran.

Bentrokan Berdarah di Rwanda

 

22 tahun yang lalu, tanggal 6 April tahun 1994, bentrokan berdarah antara dua suku besar di Rwanda, yaitu Suku Tutsi dan Hutu, dimulai.

Dalam waktu tiga bulan, kelompok ekstrimis Hutu membunuh secara massal sekitar 800 ribu orang Tutsi dan orang-orang moderat dari sukunya sendiri. Akibat perang besar ini, dua juta warga Rwanda terpaksa mengungsi ke tempat lain yang lebih aman.

 

Bentrokan antara dua suku besar di Rwanda ini memang memiliki akar sejarah sejak puluhan tahun lalu. Pada tahun 1994, sebenarnya sudah terjadi rekonsiliasi antara para pemuka suku. Disepakati bahwa mereka akan membentuk pemerintahan koalisi lewat pemilihan umum yang demokratis. Akan tetapi, pada bulan April tahun itu, terjadi insiden misterius berupa jatuhnya pesawat yang mengangkut Presiden Rwanda yang berasal dari Suku Hutu. Kelompok ekstrim Hutu menuduh Suku Tutsi berada di balik insiden tersebut dan langsung mengobarkan perang antar suku.

 

Suku Hutu yang merupakan kelompok mayoritas di Rwanda dikenal dekat dengan Perancis. Sedangkan Tutsi secara terang-terangan mendapatkan dukungan dari AS. Akhirnya, berkat dukungan AS, kelompok minoritas Tutsi berhasil meraih kemenangan dan hingga kini menjadi rezim yang berkuasa di Rwanda.

Ayatullah Sayid Abdolkareem Keshmiri Wafat

17 tahun yang lalu, tanggal 18 Farvardin 1378 Hs, Ayatullah Sayid Abdolkareem Keshmiri meninggal dunia dalam usia 73 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as di Qom, Iran.

Ayatullah Sayid Abdolkareem Keshmiri lahir pada 1305 Hs di Najaf al-Asyraf, Irak. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama di Najaf, beliau kemudian belajar kepada guru-guru besar seperti Sayid Abul Qasim Khui, Sayid Abdul ‘Ala Sabzavari, Sayid Abdulhadi Shirazi dan Sheikh Mohammad Kazem Shirazi.

Kecerdasannya membuat beliau mendapat ijazah ijtihad dalam waktu singkat dari Ayatullah Khui dan setelah itu beliau mulai memberikan kuliah filsafat di Hauzah Najaf. Dalam sehari beliau mampu mengajar 11 mata kuliah baik fiqih, ushul fiqih, filsafat dan sastra Arab. Selain mengajar, beliau juga banyak menulis buku dan melakukan penelitian.

Ketika rezim Baath Irak mulai ketat mengawasi ulama, beliau secara diam-diam pergi ke Iran bersama keluarga, tapi di perbatasan Iran dan Irak, seluruh karya ilmiahnya disita pasukan keamanan Irak. Di Iran, Ayatullah Keshmiri tinggal di Qom dan mendidik banyak murid.