Lintasan Sejarah 6 September 2019
-
Lintasan Sejarah 6 September 2019.
Habib bin Mazahir Ajak Kabilah Bani Asad Bantu Imam Husein
1380 tahun yang lalu, tanggal 6 Muharam 61 HQ, Habib bin Mazahir mengajak kabilah Bani Asad membantu Imam Husein as.
Umar bin Saad memperoleh sebuah surat dari Ubaidullah yang isinya demikian, "Aku tidak begitu saja menyerahkan pasukan berkuda dan pasukan berjalan kepadamu. Perhatikanlah bahwa aku memberikan tugas untuk melaporkan keadaan di sini setiap hari kepadaku."
Habib bin Mazhahir pada tanggal 6 Muharram 61 HQ meminta izin kepada Imam Husein as untuk mendekati kabilah Bani Asad yang hidup di dekat daerah itu dan mengajak mereka untuk bergabung. Beliau mengizinkan. Habib kemudian mendatangi mereka dan berkata, "Ikutilah perintahku hari ini dan bergegaslah untuk membantu Husein supaya kalian berada dalam kemuliaan dunia dan akhirat."
Sejumlah sembilan puluh orang bangkit dan bergerak menuju Karbala. Akan tetapi, di pertengahan jalan mereka bertemu dengan pasukan Umar bin Saad. Karena tidak memiliki pertahanan yang kuat, akhirnya mereka terpencar dan kembali ke rumah masing-masing.
Habib mendatangi Imam Husein as dan menceritakan peristiwa ini. Beliau hanya berkata, "Laa haula wa laa quwwata illa billah."
Surat Imam Husein as dari Karbala kepada saudaranya Muhammad bin Hanafiyah dan Bani Hasyim, "Seakan dunia sama sekali tak pernah ada (dan demikian inilah dunia yang berkesudahan tanpa arti), sementara akhirat adalah senantiasa."

Perang II India vs Pakistan Pecah
54 tahun yang lalu, tanggal 6 September 1965, setelah lebih satu bulan terjadi kekacauan di perbatasan India dan Pakistan, tentara India memulai serangannya ke Pakistan.
Ini adalah perang kedua yang terjadi di antara kedua negara akibat memperebutkan wilayah Kashmir. Perang ini berlangsung selama tiga minggu dan atas perantaraan Soviet, dilakukan gencatan senjata.
Pada tanggal 10 Januari 1966, para pemimpin India dan Pakistan memulai perundingan mereka di Tashkent ibukota Uzbekistan dengan mediator Perdana Menteri Uni Soviet. Di akhir perundingan Tashkent itu, dikeluarkan sebuah pernyataan bersama mengenai penyelesaian masalah Khasmir antara India dan Pakistan.
Puluhan Rakyat Gugur Akibat Ledakan Bom di Jalan Khayyam
37 tahun yang lalu, tanggal 15 Shahrivar 1361 HS, puluhan rakyat gugur syahid akibat ledakan bom di jalan Khayyam.
Ketika Republik Islam Iran tengah menghadapi perang tidak sebanding dengan pasukan Baath Irak dan mengorbankan banyak anak bangsa, musuh-musuh dalam negeri tidak tinggal diam. Mereka siap melakukan segala bentuk kejahatan dengan segala cara. Orang-orang bodoh dan fanatik ini membunuh warga Iran dengan slogan kebebasan.
Salah satu kejadian paling keji yang dilakukan kaki tangan Amerika di Ira adalah ledakan bom di kota Tehran, tepatnya di jalan Khayyam. Akibat ledakan itu lebih dari ratusan orang tewas dan luka-luka. Pada pukul 20.19 tanggal 15 Shahrivar 1361 Hs, ketika jalan Khayyam dan sekitarnya penuh dengan warga yang tengah mengantri untuk menaiki bus. Tiba-tiba sebuah bom dari sebuah jembatan di jalan ini meledak dan puluhan orang terbakar dan tewas seketika, sementara puluhan lainnya terluka.
Ledakan ini sedemikian hebatnya sehingga memecahkan kaca-kaca kantor dan rumah-rumah yang berada di sekitar daerah itu hingga jarak ratusan meter. Sementara suara ledakan itu terdengar hingga ke seluruh Tehran. Dalam ledakan itu sebuah bus dua tingkat yang sedang berjalan dan penuh dengan penumpang terbakar dan seluruh penumpangnya syahid. Di tempat ledakan terlihat lobang sedalam 5,1 meter dengan lebar mencapai 25 meter persegi.