Lintasan Sejarah 23 Oktober 2019
-
23 Oktober 2019
Hari ini, Rabu, 23 Oktober 2019 bertepatan dengan 24 Shafar 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Aban 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi
Ibnu Durustuwiyah, Ahli Nahwu Meninggal
1094 tahun yang lalu, tanggal 24 Shafar 347 HQ, Ibnu Durustuwiyah, ahli Nahwu meninggal dunia di Baghdad dalam usia 88 tahun.
Abu Muhammad, Abdullah bin Jakfar bin Muhammad bin Durustuwiyah, ahli nahwu, bahasa dan sastra Arab lahir di kota Baghdad tahun 258 Hq. Ia juga menguasai ilmu hadis dan dalam ilmu nahwu Ibnu Durustuwiyah mengikuti Ali bin Isa Rummani dan Mubarrad.
Ibnu Durustuwiyah banyak meninggalkan karya seperti al-Irsyad, al-Kuttab, Akhbar an-Nahwiyyin dan Ma’ani Syi’r.
Sayid Mostafa Khomeini Gugur Syahid
42 tahun yang lalu, tanggal 1 Aban 1356 HS, Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini, gugur syahid di rumahnya di kota Najaf, Irak, akibat teror dari antek-antek rezim Shah Pahlevi.
Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini adalah putra tertua Imam Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran. Beliau dilahirkan pada tahun 1309 di kota Qom, Iran dan setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau pergi ke kota Najaf untuk melanjutkan pendidikan. Karena kecerdasan dan kemampuannya yang tinggi, beliau telah mencapai derajat mujtahid pada usia 27 tahun dan sejak itu, selama 10 tahun beliau mengajar di Hauzah Ilmiah Najaf.
Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini selalu mendampingi ayahnya, Imam Khomeini, sepanjang tahun-tahun berat perjuangan melawan rezim Shah yang despotik.Pasca pengasingan Imam Khomeini ra ke Turki, beliau bersama-sama rakyat yang marah turun ke jalan menuju rumah para marji. Setelah gerakan ini, anasir Shah Pahlevi menangkapnya, tapi beberapa hari kemudian beliau dibebaskan dan diasingkan juga ke Turki.
Setelah beberapa bulan tinggal di Turki, sekitar bulan September 1965 beliau bersama ayahnya, Imam Khomeini ra pergi ke Najaf, Irak dan menggeluti pelajarannya. Namun lagi-lagi beliau ditahan oleh pihak Irak akibat akvitas yang dilakukannya menentang rezim Irak yang anti-Islam dan dibebaskan dengan syarat tidak boleh melakukan aktivitas politik. Akhirnya pada 1 Aban 1356 yang bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1977 beliau ditemukan meninggal secara mencurigakan dalam usia 47 tahun.
Syahidnya Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini ini semakin meningkatkan semangat rakyat Iran untuk meneruskan perjuangan revolusi mereka. Imam Khomeini dalam menyikapi kematian putranya, mengatakan, "Kesyahidan Mostafa merupakan rahmat tersembunyi dari ilahi."
Bom Meledak di Barak Angkatan Laut Amerika
36 tahun yang lalu, tanggal 23 Oktober 1983, sebuah truk berisi dinamit ditabrakkan ke barak Angkatan Laut Amerika di Beirut.
Sebanyak 241 tentara AS tewas akibat bom mati syahid seorang pejuang Lebanon ini. Dalam serangan mati syahid yang lain di hari yang sama, 58 tentara Perancis juga tewas. Tentara AS, Perancis, Inggris, dan Italia merupakan bagian dari pasukan multinasional yang pada bulan agustus 1982, dikirim ke lebanon untuk mengawasi pengusiran orang-orang Palestina dari negara itu.
Sejak tahun 1975, pecah perang antara orang-orang Palestina di Lebanon dengan kelompok Christian Phalange Party (Partai Kristen Palangis) dan kelompok-kelompok lainnya. Pada bulan Juni 1982, tentara Zionis memasuki Lebanon dengan tujuan untuk mengusir angkatan bersenjata Organisasi Pembebasan Palestina(PLO). Pada tanggal 17 September 1982, kelompok Christian Phalange Party dengan dukungan Israel, menyerbu kamp pengungsi Shabra Shatilla. Dalam penyerbuan selama 40 jam itu, para Phalangist memperkosa kaum perempuan palestina di kamp itu, serta membunuh 3300 orang, sebagian besar wanita, anak-anak, dan orangtua.
Alih-alih mendapat pembelaan, orang-orang Palestina malah diusir keluar dari Lebanon dan pengusiran itu diawasi oleh pasukan multinasional di bawah pimpinan Amerika.
Banyaknya tentara AS yang tewas akibat bom bunuh diri itu, membuat Presiden Ronald Reagan banyak mendapat kecaman. Akhirnya, pada bulan Februari 1984, tentara AS ditarik mundur dari Lebanon