Lintasan Sejarah 31 Oktober 2019
-
Lintasan Sejarah 31 Oktober 2019.
Ibnu Atsir Jazairi Meninggal
811 tahun yang lalu, tanggal 2 Rabiul Awal 630 HQ, Ibnu Atsir Jazairi yang dijuluki Izzuddin, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis besar dunia Islam, meninggal dunia di kota Mosul, Irak.
Ibnu Atsir Jazairi dilahirkan tahun 555 HQ di Irak dan melewati umurnya di Mosul, Baghdad, dan Damaskus. Sejak usia muda, Ibnu Atsir menuntut ilmu di berbagai bidang agama dari ulama-ulama terkemuka saat itu, di antaranya Khatib Thusi.
Karya Ibnu Atsir yang paling terkenal adalah al-Kamil fi at-Tarikh. Di dalamnya dia mencatat kejadian-kejadian penting di dunia hingga tahun 627 Hijriah. Karya Ibnu Atsir lainnya berjudul Usdul Ghabah Fi Ma'rifah as-Shahabah yang terdiri dari tujuh jilid biografi 750 sahabat Rasulullah Saw.

Parlemen Ratifikasi UU Wajib Militer di Masa Perang Dunia I
104 tahun yang lalu, tanggal 9 Aban 1294 HS, parlemen Iran ratifikasi undang-undang wajib militer di masa Perang Dunia II.
Kedaulatan Iran dalam bahaya menyusul invasi pasukang asing ke Iran di tengah berkecamuknya Perang Dunia I. Kondisi Iran pada waktu itu sangat lemah. Karena pasukan keamanan yang dimiliki tidak terlalu disiplin dan kekuatannya masih terbatas. Pasukan keamanan tidak mampu berbuat apa-apa di hadapan pasukan asing. Di sisi lain, pemerintah juga tidak mampu mengambil tindakan apapun.
Di sebagian daerah memang melakukan perang gerilya melawan pasukan asing, namun perlawanan itu tidak banyak berarti. Hal itu disebabkan mereka tidak memiliki persenjataan yang cukup dan tidak terlatih untuk berperang.
Melihat kondisi yang ada, Parlemen Iran melihat satu-satunya cara adalah mengumpulkan calon-calon wajib militer dari kota dan desa-desa Iran. Guna memudahkan rencana ini, pada tanggal 9 Aban 1294 HS parlemen meratifikasi undang-undang wajib militer. Sesuai dengan UU Wajib Militer, setiap desa berkomitmen menyiapkan sejumlah orang bagi pemerintah untuk ikut dalam program wajib militer. Sementara pemerintah juga berkewajiban menjamin kebutuhan mereka yang mengikuti program wajib militer dan membantu keuangan keluarganya.
Indira Gandhi Tewas Diteror
35 tahun yang lalu, tanggal 31 Oktober 1984, Perdana Menteri India Nyonya Indira Gandhi tewas dibunuh dalam sebuah aksi teror yang dilakukan oleh dua orang pengawalnya.
Kedua pembunuh Gandhi yang kemudian diidentifikasi sebagai pengikut aliran Sikh itu melakukan tindakannya karena Perdana Menteri India tersebut dianggap bersalah telah mengeluarkan instruksi penyerangan terhadap kuil emas milik para pengikut Sikh yang terdapat di negara bagian Punjab.
Gandhi sendiri mengeluarkan instruksi itu karena warga Punjab yang mayoritasnya adalah pengikut Sikh menjadikan kuil emas sebagai markas perjuangan mereka untuk menjadikan Punjab sebagai sebuah negara merdeka.
Nyonya Indira Gandhi adalah putri Jawaharlal Nehru, salah seorang pemimpin kemerdekaan India. Gandhi naik ke kursi perdana menteri India pada tahun 1967, tiga tahun setelah kematian ayahnya. Selama memerintah, Gandhi dihadapkan kepada banyak persoalan, termasuk di antaranya pemberontakan kelompok separatis Sikh. Pemberontakan Sikh tersebut terus berlanjut sampai saat putra Indira Gandhi, yaitu Raziv Gandhi menjadi perdana menteri.