Lintasan Sejarah 15 November 2019
-
15 November 2019
Hari ini, Jumat, 15 November 2019 bertepatan dengan 17 Rabiul Awwal 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Aban 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi.
Kelahiran Rasulullah Saw
1494 tahun yang lalu, tanggal 17 Rabiul Awal 53 sebelum Hijriah, berdasarkan sebagian besar riwayat sejarawan Islam, Nabi Muhammad Saw terlahir ke dunia.
Ayah beliau bernama Abdullah yang berasal dari kabilah Bani Hasyim dan ibu beliau bernama Aminah. Sebelum dilahirkan, Muhammad Saw telah kehilangan ayahnya yang meninggal dunia akibat sakit dan ketika berusia enam tahun, ibu beliau juga berpulang ke rahmatullah.
Muhammad Saw kemudian diasuh oleh kakek beliau, Abdul Mutthalib, namun dua tahun kemudian kakek beliau wafat dan Muhammad Saw diasuh oleh paman beliau, Abu Thalib. Sejak muda, Muhammad Saw sudah digelari al-Amin karena kejujurannya yang amat dikenal masyarakat.
Sejak muda pula, beliau sering menyendiri di gua Hira' untuk bertafakur dan menjauhkan diri dari kehidupan jahiliah kaumnya. Ketika Muhammad Saw berusia 40 tahun, Allah Swt mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu dan memberi kabar mengenai pengangkatan beliau sebagai Rasulullah. Sejak itu, Muhammad Saw melaksanakan tugasnya sebagai rasul penyampai petunjuk Allah, dengan mengalami banyak penderitaan akibat penentangan dari kaum Musyrik. Kini agama Islam telah tersebar ke berbagai penjuru bumi dan menjadi agama terbesar di dunia.
Imam Jakfar Shadiq Lahir
1358 tahun yang lalu, tanggal 17 Rabiul Awal 83 HQ, Imam Jakfar Shadiq as, cucu Rasulullah generasi kelima, terlahir ke dunia di kota Madinah.
Sampai usia 12 tahun, beliau diasuh oleh kakek beliau, Imam Sajjad as, dan sembilan belas tahun kemudian dilaluinya di bawah bimbingan ayah beliau, Imam Muhammad Baqir as.
Imam Jafar Shadiq as hidup di masa ketika Dinasti Bani Umayah sedang mengalami kemunduran dan Dinasti Bani Abbasiah mulai merebut kekuasaan. Masa itu dimanfaatkan oleh Imam Jakfar Shadiq untuk menyebarkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan Islam yang murni dan hakiki.
Selain menguasai ilmu dan makrifat Islam, Imam Jakfar Shadiq juga menguasai ilmu kedokteran, kimia, matematika, dan bidang-bidang ilmu lainnya. Pada masa hidupnya, Imam Jakfar Shadiq as merupakan sumber rujukan ilmu dan beliau dikunjungi banyak orang dari berbagai penjuru dunia untuk meminta jawaban atas berbagai persoalan ilmu. Tercatat ada empat ribu murid yang belajar kepada Imam Shadiq, di antaranya Jabir bin Hayyan, seorang kimiawan muslim terkenal. Imam Shadiq as gugur syahid pada tahun 148 Hijriah.
Konferensi Berlin Dimulai
135 tahun yang lalu, tanggal 15 November 1884, dimulailah Konferensi Berlin di Jerman yang membahas pembagian koloni negara-negara Eropa di kawasan Afrika.
Konferensi yang berlangsung hingga bulan Februari tahun berikutnya itu, dihadiri oleh Perancis, Inggris, Rusia, Belgia, Portugis, Austria, dan Jerman. Tujuan utama penyelenggaraan konferensi itu adalah untuk menyelesaikan persengketaan di antara negara-negara peserta konferensi menyangkut perluasan daerah koloninya di Afrika. Saat itu, benua Afrika dikenal sebagai daerah yang memiliki sumber daya alam yang subur serta tenaga kerja orang-orang kulit hitam yang sangat murah.
Dalam konferensi itu dihasilkan kesepakatan bahwa setiap negara yang hendak memperluas daerah koloninya di Afrika diharuskan untuk memberitahu negara-negara lainnya. Namun kesepakatan konferensi ini tidak berhasil mengakhiri persaingan Negara-negara imperialis Eropa.
Allamah Thabathabai Wafat
38 tahun yang lalu, tanggal 24 Aban 1360 HS, Allamah Sayid Mohammad Hossein Thabathabai, seorang filsuf, mufasir, dan ulama besar Iran meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Beliau dilahirkan di kota Tabriz, sebuah kawasan di barat laut Iran, dari sebuah keluarga religius dan pecinta ilmu.
Allamah Thabathabai dikenal sebagai ulama yang memberikan warna kesegaran dalam dunia pengajaran keagamaan di hauzah ilmiah Iran. Dalam mengajarkan filsafat, tafsir, dan irfan di hauzah, Allamah memperkenalkan cara-cara baru. Hal yang sama ia lakukan dalam bidang penulisan.
Kitab Tafsir "al-Mizan", sebuah karya agung di bidang tafsir kontemporer, adalah salah satu karya tulisannya. Dalam kitab tafsir itu, untuk pertama kalinya dunia tafsir dikenalkan dengan metodologi tafsir baru yaitu penafsiran ayat dengan ayat.