Nov 27, 2019 10:26 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 27 November 2019.
    Lintasan Sejarah 27 November 2019.

Pembentukan Dar At-Taqrib Baina Al-Madzahib Al-Islamiyah di Kairo

105 tahun yang lalu, tanggal 29 Rabiul Awal 1336 HQ, dibentuk Dar at-Taqrib Baina al-Madzahib al-Islamiyah di Kairo, Mesir.

 

Lembaga ini dibentuk dengan tujuan mendekatkan mazhab-mazhab Islam. Pembentukan lembaga ini diprakarsai oleh Syeikh Mahmoud Syaltut, Syeikh al-Azhar dan Ayatullah al-Udzma Boroujerdi, marji terbesar Syiah.

 

Sebelumnya, tokoh-tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani, Syeikh Muhammad Abduh, Syeikh Muhammad Husein Kasyif al-Ghita, Syeikh Abdulmajid Salim dan Sheikh Mohammad Taqi Qommi telah melakukan pembicaraan di bidang ini.

 

Pasca terbentuknya Dar at-Taqrib Baina al-Madzahib al-Islamiyah, lembaga ini mempublikasikan majalah Risalah al-Islam. Majalah ini memuat artikel-artikel ilmiah tentang mazhab-mazhab Islam. Lembaga ini juga aktif menerbitkan buku dan melakukan penelitian mendalam tentang pendapat mazhab-mazhab Islam dalam pelbagai masalah fiqih serta penyusunan kaidah-kaidah fiqih baru.

Sheikh Mahmoud Shaltut.

Konferensi Tehran Bahas Cara Mengalahkan Jerman

 

79 tahun yang lalu, tanggal 27 November 1940, para pemimpin Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet, tiga negara yang menduduki Iran, menyelenggarakan konferensi di Tehran.

 

Konferensi ini digelar setelah AS terlibat dalam perang dunia kedua melawan Jerman. Dalam konferensi yang dihadiri oleh presiden AS Roosevelt, Perdana Menteri Inggris Churchill dan Pemimpin Uni Soviet Stalin itu, dibahas cara-cara untuk mengalahkan Jerman dalam perang dunia kedua.

 

Setelah empat hari berunding, para pemimpin ketiga negara menandatangani deklarasi bersama yang isinya adalah tekad untuk mengalahkan Jerman. Ketiga negara juga sepakat untuk meninggalkan Iran setelah perang berakhir.

Ilustrasi Hauzah Ilmiah Qom.

Hauzah Ilmiah Qom Protes Hukuman Mati Ulama Syiah Irak

 

45 tahun yang lalu, tanggal 6 Azar 1353 HS, Hauzah Ilmiah Qom melakukan protes atas hukuman mati ulama Syiah Irak.

 

Menyusul keputusan pemerintah Baath Irak untuk menghukum mati lima ulama pejuang Syiah, Hauzah Ilmiah Qom dan Mashad diliburkan dalam rangka memprotes langkah tersebut.

 

Pada tanggal 6 Azar 1353 ini juga para ulama seperti Ayatullah Sayid Shihab al-Din Marasyi Najafi, Sayid Mohammad Reza Golpaygani dan marji Syiah lainnya di Qom serta Ayatullah Milani di Mashad meliburkan kuliahnya.

 

Sebelumnya, rezim Baath Irak yang dipimpin Ahmed Hassan al-Bakr menangkap 150 ulama Irak dan mengeluarkan hukum lima dari ulama yang ditangkap itu harus dihukum mati.