Nov 28, 2019 10:17 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 28 November 2019.
    Lintasan Sejarah 28 November 2019.

Wafatnya Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi

857 tahun yang lalu, tanggal 1 Rabiul Tsani 584 HQ, Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia.

 

Mulla Ali bin Mulla Fathullah Nahawandi Najafi adalah seorang ulama besar Syiah abad 14 Hijriah. Beliau dikenal menguasai banyak disiplin ilmu mulai dari fiqih, ushul fiqih, rijal hingga sastra.

 

Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi merupakan murid Syeikh Murtadha al-Anshari dan Mirza Abolqasem Kalantari.

 

Tasyrih al-Ushul al-Shagir dan Muqaddimah al-Wajib merupakan sebagian dari karya ilmiah beliau. Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia pada 1 Rabiul Tsani 584 Hq akibat penyakit yang dideritanya dan di makamkan di pekuburan umum Wadi al-Salam, Najaf Asyraf, Irak.

Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani.

Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani Wafat

 

68 tahun yang lalu, tanggal 7 Azar 1330 HS, Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani meninggal dunia dalam usia 77 tahun dan dimakamkan di kota Qom.

 

Ayatullah Sheikh Abdolkareem Khuyini Zanjani pada 1253 HS lahir di kota Khuyin, bagian dari kota Zanjan dan sejak kecil telah belajar di madrasah agama. Kemudian, untuk menyempurnakan pendidikannya, ia pergi ke Qazvin dan setelah itu ke Najaf, Irak. Selama di Najaf, beliau belajar kepada Allamah Sayid Kazem Yazdi, Sheikh as-Syariah Isfahani, Akhond Mollah Mohammad Kazem Khorasani dan Mirza Mohammad Taqi Shirazi, hingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.

 

Setelah bertahun-tahun tinggal di Najaf, Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani kembali ke kota kelahirannya Zanjan dan memulai aktivitasnya menyebarkan agama, mengelola urusan Muslimin dan mendidik murid dan calon ulama.

 

Ulama besar ini di akhir usianya, setelah tinggal selama 40 tahun di Zenjan, ia pindah ke kota Qom dan mengajar kuliah untuk tingkat mujtahid. Beliau juga banyak meninggalkan karya tulis, seperti catatan pinggir untuk Urwah al-Wutsqa, syarah Kifayah al-Ushul dalam 2 jilid dan buku Fawaid.

Inggris Keluar dari Pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil

 

48 tahun yang lalu, tanggal 28 November 1971, Inggris keluar dari tiga pulau di Teluk Persia, yaitu pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil, dan kekuasaan atas tiga pulau ini dikembalikan kepada pemerintah Iran.

 

Keluarnya Inggris dari ketiga pulau tersebut adalah bagian dari rencana Inggris untuk keluar dari wilayah Mediterania dan Teluk Persia karena masalah ekonomi dan politk. Tiga pulau ini memiliki nilai strategis karena terletak di Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman.

 

Pulau Abu Musa, Tonb Besar dan Tonb Kecil diduduki oleh Inggris sejak tahun 1887untuk mengamankan jalur perdagangannya di Teluk Persia dan Samudera Hindia.