Lintasan Sejarah 12 April 2016
Hari ini, Selasa tanggal 12 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Mulla Sadra Lahir
Mohammad Ibrahim Qivami Shirazi atau yang lebih dikenal dengan Mulla Sadra atau Sadr al-Mutaallihin lahir pada 24 Farvardin yang bertepatan dengan 9 Jumadil Awal 980 Hq. Di masa mudanya ia mengenal Sheikh Baha'i yang memberikan fondasi keilmuan dan akhlak Mulla Sadra dan penyempurnaannya di tangan gurunya yang lain Mirdamad. Mulla Sadra memiliki banyak muridnya di antaranya Mulla Hadi Sabzavari dan Mulla Mohsen Feiz Kashani.
Mulla Sadra dikenal sebagai filsuf yang hidupnya berpindah-pindah. Pemikirannya dianggap melawan arus pemikiran yang ada. Hal ini membuat ia harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Akhirnya Mulla Sadra memilih menyepi di sebuah desa kecil bernama Kahak, sebuah desa di Qom.
Setelah kembali ke kota Shiraz, Mulla Sadra mulai dikenal dan banyak penuntut ilmu filsafat mulai mengelilinginya untuk mendapat semburan cahaya makrifatnya. Mulla Sadra dalam kata pengantar bukunya Asfar Arba'ah menulis, secara perlahan-lahan aku belajar dan seperti air terjun aku tiba. Aku bak laut penuh gelombang dihadapan para pencari ilmu.
Mulla Sadra menulis banyak karya ilmiah. Selama hidupnya Mulla Sadra telah melakukan ibadah haji dengan jalan kaki selama 7 kali dan pada perjalanan yang ketujuh ia meninggal dunia di Basrah.
Syihabuddin Suhrawardi, Syeikh Isyraq Wafat
850 tahun yang lalu, tanggal 4 Rajab 587 Hq, Abul Futuh Yahya bin Habasy Suhrawardi, filsuf muslim meninggal di Irak.
Abul Futuh Yahya bin Habasy Suhrawardi yang dikenal dengan Syihabuddin termasuk tokoh filsuf besar Islam yang juga memiliki kelebihan di ilmu-ilmu Islam seperti fiqih, hadis dan lain-lainnya. Beliau belajar filsafat dan ushul fiqih kepada Mujidduddin Jabali dan sejumlah guru lainnya.
Syeikh Syihabuddin merupakan pesalik Isyraq dan dikenal sebagai tokoh terbesar filsafat Illuminasi, dimana pemikirannya bersandar pada kasyf atau penyingkapan dan pancaran cahaya hati. Beliau menyebarkan pemikirannya ini dan kemudian melakukan sair dan suluk irfani. Dalam metode Isyraq, akal dan argumentasi tidak cukup untuk mengungkap kebenaran, tapi sair dan suluk irfani yang lebih penting untuk mencapai makrifat.
Filsuf Isyraq ini kemudian pergi kota Halab dan di sana terbukti beliau memiliki kemampuan keilmuwan di atas rata-rata. Tapi pandangan filsafat dan irfan Suhrawardi banyak memancing kemarahan para penentang pemikirannya. Setelah berlalu beberapa waktu ulama Halab menggunjing dan menuduh Syeikh Suhrawardi, akhirnya pihak penguasa memutuskan untuk menghukum mati beliau. Suhrawardi akhirnya meninggal dunia di usia 36 atau 40 tahun pada 4 Rajab 587 Hq.
Banyak penukilan terkait bagaimana Syeikh Suhrawardi dihukum mati. Sementara penguasa waktu itu kemudian menyesal setelah kematian Suhrawardi dan berbalik menjatuhkan hukuman berat kepada para penghasut.
Sekalipun beliau meninggal dunia dalam usia muda, tapi Syeikh Suhrawardi meninggalkan banyak karya baik dalam bahasa Arab maupun Persia seperti Hikmah al-Isyraq dan al-Mabda wa al-Ma'ad dalam bahasa Arab serta Avaz Par Jibril (Suara Sayap Jibril) dan Aql Sorkh (Akal Merah) dalam bahasa Persia.
Alexander Nikolayevich Ostrovsky Lahir ke Dunia
193 tahun yang lalu, tanggal 12 April tahun 1823 M, Alexander Nikolayevich Ostrovsky, penulis naskah pertunjukan yang beasal dari Rusia terlahir ke dunia.
Ia adalah seorang mahasiswa jurusan hukum yang banting setir dan menekuni penulisan naskah. Setiap tahunnya, Ostrovsky menulis sebuah naskah sejarah dan komedi yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu.
Ia sangat berpengaruh di dunia teater Rusia dan dikenal sebagai bapak penulis naskah pertunjukan Rusia pada masa Realisme. Karya-karya yang ditinggalkan Ostrovsky antara lain: "The Forest (1871)", "The Storm (1860)", "The Dowerless Girl (1879)", dan "The Poor Bride (1852). Seniman terkenal Rusia ini meninggal dunia pada Juni 1886.
Kaisar Matsuhito Mulai Berkuasa
149 tahun yang lalu, tanggal 12 April tahun 1867, Matsuhito, kaisar Jepang yang terkenal atas kebijakan reformasinya, memulai masa kekuasaannya.
Matsuhito meraih kekuasaan ketika Jepang mengalami kemunduran di berbagai bidang. Oleh karena itulah, setahun setelah berkuasa, Kaisar Matsuhito memulai gerakan reformasi dan revolusi sosial di Jepang.
Di antara kebijakan yang diambil Matsuhito adalah menghapuskan sistem feodalisme, memindahkan ibukota dari Kyoto ke Tokyo, dan menyusun UUD baru. Ketika kekuasaan Matsuhito berakhir tahun 1912, Jepang telah berhasil meraih banyak kemajuan. Namun, pada masa kekaisaran Matsuhito pula meletus perang antara Jepang dan Cina.