Apr 30, 2016 05:19 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 15 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Tarara Lahir

 

1132 tahun yang lalu, tanggal 7 Rajab tahun 305 Hq, Ibnu Tarara, seorang ahli hadis dan sastrawan muslim asal Irak, terlahir ke dunia.

Ilmuwan muslim ini menulis banyak karya di bidang fiqih, namun tidak satupun yang bisa ditemukan. Karya Ibnu Tarara lainnya adalah di bidang sastra, yaitu berjudul "Al-Jaliis As-Shaalih Al-Kaafi wal Aniis An-Naasih Asy-Syaafi".

 

Buku sebanyak seratus jilid ini sebagiannya dimulai dengan hadis Nabi, lalu dilanjutkan dengan penjelasan atas hadis tersebut, dan kemudian diisi dengan hikayat dan syair-syair yang sesuai dengan hadis tersebut. Ibnu Tarara meninggal dunia pada tahun 390 Hijriah.

 

Syah Muhammad Berkuasa di Iran

 

187 tahun yang lalu, tanggal ¬7 Rajab tahun 1250 Hq, Syah Muhammad, raja ketiga dalam Dinasti Qajar Iran, meraih kekuasaannya.

Dalam masa pemerintahannya, dampak negatif peperangan mendiang ayahnya, Syah Fatah Ali, melawan Rusia dan ditandatanganinya perjanjian Gulistan dan Turkeman, mulai dirasakan rakyat. Menurut kedua perjanjian tersebut, sebagian wilayah barat laut Iran diserahkan kepada Tzar Rusia. Pada masa itu pula, Inggris dan Rusia mulai masuk ke Iran dengan tujuan ingin menguasai seluruh wilayah negeri itu.

 

Pada tahun 1264, Syah Muhammad meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya, Syah Nashiruddin.

Khalid Islambuli Dihukum Mati

34 tahun yang lalu, tanggal 15 April 1982, Khalid Islambuli, tentara yang membunuh Anwar Sadat, sang pengkhianat terhadap bangsa Palestina dan Mesir telah diberondong peluru.

Selain sebagai tentara yang layak, ia bekerjasama secara sembunyi-sembunyi dengan gerakaan Islam Jihad Mesir. Pasca penandatanganan perjajian Kamp David dimana Anwar Sadat pada waktu itu sebagai presiden Mesir telah mengakui pemerintah penjajah Israel secara resmi, teror terhadap pengkhianat pada ideologi Palestina tersusun di benak Khalid Islambuli. Rencana ini dilakukan pada 6 Oktober 1981 Masehi.

Ketika Anwar Sadat hadir di acara parade militer Mesir pada hari ulang tahun perang Oktober 1973 Masehi, Khalid Islambuli bersama sejumlah orang melakukan tembakan ke arah Anwar Sadat di saat para tentara dan mobil militer melawati podium acara. Setelah operasi keberanian ini, Khalid Islambuli ditangkap dan setelah melalui pengadilan yang lama, ia dihujani peluru pada usia 34 tahun. Saat diadili ia berteriak, “Hai Masyarakat! Aku telah membunuh Firaun Mesir!”

WTO Didirikan

 

22 tahun yang lalu, tanggal 15 April tahun 1994, di Maroko, ditandatanganilah kesepakatan pendirian organisasi perdagangan dunia atau WTO.

Pembentukan organisasi ini telah dirintis sejak era Perang Dunia II oleh Amerika dan Inggris. Pada tahun 1947, 23 negara maju dunia saat itu menandatangani perjanjian tarif dan perdagangan atau GATT, yang bertujuan mengurangi bea masuk perdagangan di antara negara-negara anggota dan menyelesaikan berbagai masalah perdagangan.

 

Dalam sidang-sidang GATT selanjutnya, disepakati pula pembentukan organisasi yang lebih mendunia sehingga pada tahun 1994 dibentuklah WTO. Namun dalam perkembangannya, AS dan negara-negara maju menggunakan WTO sebagai alat untuk menekan negara-negara berkembang demi kepentingan mereka.

Ayatullah Biyuk Khalilzadeh Wafat

15 tahun yang lalu, tanggal 27 Farvardin 1380 Hs, Ayatullah Sheikh Biyuk Khalilzadeh Murawwij meninggal dunia dalam usia 71 tahun dan dikebumikan di komplek pemakaman Golzar-e Shuhada di kota Ardabil.

Ayatullah Sheikh Biyuk Khalilzadeh Murawij dilahirkan di kota Ardabil, Iran pada tahun 1309 Hs. Setelah menyelesaikan jenjang pendidikan dasarnya, beliau di usia 17 tahun berhijrah ke Hauzah Ilmiah Qom untuk melanjutkan pendidikan tingkat tingginya. Di tingkat pendidikan tinggi ini beliau belajar kepada banyak guru di antaranya Ayatullah Sayid Hossein Boroujerdi, Sayid Mohammad Muhaqqiq Damad.

Ayatullah Sheikh Biyuk Khalilzadeh juga sempat mengenyam pendidikan di bawah asuhan Ayatullah Khomeini di kota Qom dan Ayatullah Yunus Ardabili di Mashad. Selanjutnya beliau pulang ke kampung halamannya serta aktif membimbing masyarakat. Beliau juga termasuk orang pergerakan di era sebelum kemenangan Revolusi Islam. Karena aktivitasnya tersebut, Ayatullah Sheikh Biyuk di dekade 1350-an Hijriah Syamsiah dilarang menyampaikan pidato di atas mimbar oleh penguasa.

Menjelang kemenangan Revolusi Islam, Ayatullah Biyuk aktif mengarahkan para pemuda ke jalan lurus dan mencegah mereka terjerumus ke dalam kesesatan atau kelompok-kelompok sesat. Ayatullah Murawij, pasca kemenangan Revolusi Islam mendapat mandat dari Ayatullah Khomeini untuk menjadi Imam Shalat Jumat di Ardabil dan dipilih warga kota ini sebagai anggota Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles-e Khobregan). Ayatullah Murawij di era Perang Pertahanan Suci juga maju ke medan perang dan aktif memberi semangat para pejuang Islam untuk melaksanakan kewajiban sucinya.