Des 06, 2019 17:12 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 6 Desember 2019.
    Lintasan Sejarah 6 Desember 2019.

Abu al-Baqa Ukburi Wafat

825 tahun yang lalu, tanggal 9 Rabiul Tsani 616 HQ, Abu al-Baqa Ukburi meninggal dunia.

 

Abu al-Baqa, Abdullah bin Husein bin Abdullah Ukburi al-Baghdadi adalah ahli sastra, fiqih, tafsir dan ushul Fiqih. Ia mempelajari bahasa Arab kepada Ibnu Khasyab dan Yahya bin Najah. Sementara ilmu hadis dipelajarinya dari Abu Ya’la al-Farra.

 

Ukburi telah buta sejak kecil akibat penyakit cacar. Cara belajarnya dengan mendengar seorang membacakan buku untuknya dan dengan kemampuan hapalannya ia mencerap semua yang didengarnya. Setelah itu ia menuliskan apa yang didengarnya tadi.

 

Abu al-Baqa memiliki kekuatan hapalan luar biasa dan berhasil menulis banyak buku dengan cara ini. Syarah Mufasshal Zamakhsyari, I’rab al-Quran yang dikenal dengan Tafsir al-Bayan, I’rab al-Hadis dan lain-lain.

Ilustrasi pasukan NATO.

Pasukan NATO Mundur dari Teluk Persia

 

32 tahun yang lalu, tanggal 15 Azar 1366 HS, pasukan NATO mundur dari Teluk Persia.

 

Setelah negara-negara Barat menuduh Republik Islam Iran menebar ranjau di Teluk Persia, pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tiba di teluk ini dengan tujuan membersihkan ranjau yang ada. Namun operasi pembersihan ranjau selama sebulan di Teluk Persia ini hanya berhasil menemukan 4 ranjau.

 

Kegagalan ini memaksa pasukan NATO meninggalkan Teluk Persia pada tanggal 15 Azar 1366 HS.

 

Pada hakikatnya, tuduhan itu hanya alasan bagi negara-negara Barat untuk tetap hadir di Teluk Persia, setelah dalam perang 8 tahun yang dipaksakan rezim Saddam Husein lewat provokasi Barat gagal menggulingkan Revolusi Islam yang baru menang di Iran.

Masjid Babri.

Masjid Babri Dihancurkan Oleh Hindu Ekstrim

 

27 tahun yang lalu, tanggal 6 Desember 1992, masjid Babri yang terletak di kota Faizabad, provinsi Uttar Pradesh, India, dihancurkan oleh kelompok Hindu ekstrim.

 

Masjid ini dibangun pada tahun 1528 oleh Raja Zahiruddin Muhammad Babri dari Dinasti Timur India, di atas sebuah bukit.

 

Pada tahun 1855, seorang berdarah Inggris bernama HW Nobel secara sengaja melakukan kesalahan dalam mencatat dokumentasi  kawasan mesjid tersebut. Ia mencatat bahwa mesjid tersebut dibangun di atas reruntuhan candi tempat kelahiran Rama, salah satu dewa Hindu.