Israel Ancam Gaza dengan Perang Baru
Parstoday- Rezim Zionis Israel mengancam jika pasukan muqawama Palestina hingga akhir pekan ini tidak membebaskan tawanan Zionis, maka perang baru akan dimulai, dan rencana presiden Amerika untuk mengusir warga Palestina dari daerah ini akan dilaksanakan.
Ancaman Israel terhadap muqawama Palestina dirilis ketika Hamas menyatakan tidak akan menyerah pada tekanan dan ancaman Israel serta Amerika untuk membebaskan tawanan berdasarkan gencatan senjata.
Sementara itu, AFP melaporkan bahwa Mesir dan Qatar masih berupaya melakukan mediasi untuk mempertahankan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Menurut laporan Parstoday mengutip IRNA, Menteri Perang Israel, Israel Katz memperingatkan bahwa jika tawanan Israel tidak dibebaskan hingga hari Sabtu, maka Tel Aviv akan memulai perang kembali.
15 bulan perang di Jalur Gaza berhenti dengan kesepakatan ini bahwa Hamas akan membebaskan tawanan Zionis secara bertahap dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga memperingatkan bahwa kehidupan ratusan ribu orang tergantung pada pemeliharaan gencatan senjata, termasuk semua tahanan Israel yang tersisa dan warga Palestina yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Presiden AS Donald Trump, merujuk pada kurangnya kondisi kehidupan di Jalur Gaza akibat kerusakan yang meluas, meminta Mesir dan Yordania untuk menerima dan menampung penduduk wilayah tersebut serta mengurangi masalah di wilayah tersebut melalui relokasi penduduk.
Trump juga, dengan nada memerintah, meminta para pemimpin Mesir dan Yordania untuk bekerja sama melaksanakan rencana ini.
PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, Uni Eropa, Yordania, Mesir, Jerman, dan banyak negara lain menentang rencana tak terpuji dan rasis presiden Amerika untuk mengusir paksa warga Gaza. (MF)