Militer Israel Akui Kegagalannya dalam Memulangkan Tahanan
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rezim Zionis mengakui bahwa Israel telah menderita banyak korban jiwa karena tidak dapat memulangkan semua tahanan dari Jalur Gaza.
Menurut Pars Today, Eyal Zamir, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rezim Zionis pada upacara pelantikan Yaniv Asor sebagai komandan Wilayah Selatan, dan perpisahan Yaron Finkelman, komandan sebelumnya pada hari Rabu (12/3/2025) mengakui kompleksitas dan kesulitan perang, dengan mengatakan,"Perang masih berlangsung, perang ini rumit dan sulit, belum semua tawanan kembali, bahkan belum semua pengungsi kembali ke rumah mereka".
"Tentara Israel berkomitmen untuk menggunakan segala upaya untuk memulangkan para tahanan dan memberikan keamanan penuh bagi penduduk di wilayah sekitar Jalur Gaza," ujar Zamir.
Rezim Israel berupaya memperpanjang perjanjian gencatan senjata Gaza dengan tujuan pertukaran tahanan tanpa menarik diri sepenuhnya dari Jalur Gaza. Sementara itu, Hamas telah berulang kali menekankan komitmen penuhnya untuk melaksanakan perjanjian tersebut,dan menuntut agar Israel terikat oleh semua ketentuannya, dan telah meminta mediator untuk memulai negosiasi pada tahap kedua perjanjian, yang mencakup penarikan Israel dari Jalur Gaza dan penghentian pertempuran total.(PH)