Belgia Hentikan Pinjaman €140 Miliar untuk Ukraina
-
Bendera Ukraina dan Belgia
Pars Today - Pemerintah Belgia telah menghentikan rencana Uni Eropa untuk membayar Ukraina sebesar €140 miliar dalam bentuk "pinjaman kompensasi" dari aset Rusia yang dibekukan di negaranya.
Menurut laporan IRNA pada Sabtu (29/11/2025) pagi mengutip surat kabar Inggris The Telegraph, Perdana Menteri Belgia Bart de Wever menekankan dalam suratnya kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bahwa ia tidak akan mendukung rencana tersebut tanpa jaminan kuat dari anggota Uni Eropa lainnya dan negara-negara pendukung Ukraina.
Menyatakan bahwa rencana pinjaman kompensasi tersebut pada dasarnya salah, Perdana Menteri Belgia mengingatkan bahwa di masa lalu dan dalam kasus-kasus serupa, aset yang dibekukan dari negara yang bertikai hanya digunakan untuk membayar kompensasi setelah perang berakhir.
Ia juga memperingatkan bahwa implementasi rencana ini dapat mengganggu proses pencapaian kesepakatan damai di Ukraina.
Menurut Telegraph, pinjaman itu akan dibayar dari aset Rusia yang dibekukan, yang sebagian besar disimpan di lembaga keuangan Euroclear yang berbasis di Brussel.
Menurut laporan ini, hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di Belgia bahwa jika Rusia mengambil tindakan hukum terhadap lembaga tersebut, Brussels dapat dimintai pertanggungjawaban dan dapat memicu krisis keuangan.
Selain aset yang dibekukan di Euroclear, diperkirakan sekitar 25 miliar euro aset Rusia juga dibekukan di bank-bank Uni Eropa, terutama di Prancis dan Luksemburg.
Belgia sebelumnya menekankan bahwa negara-negara lain yang memegang aset Rusia, termasuk Inggris, Kanada, Jepang, dan AS (anggota Kelompok Tujuh), harus berpartisipasi dalam rencana tersebut agar beban tidak sepenuhnya dibebankan kepada Brussels.
Keputusan ini muncul di tengah tekanan yang dihadapi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk masalah di front timur, skandal korupsi domestik, dan tekanan AS untuk menerima kesepakatan "tanah untuk perdamaian" dengan Rusia.
Uni Eropa berharap dapat menemukan solusi atas kekhawatiran Belgia pada pertemuan puncaknya pada 18-19 Desember.(sl)