Koalisi Pimpinan Saudi di Yaman Serukan Evakuasi Pelabuhan Mukalla
-
Serangan Saudi di Yaman
Pars Today - Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung apa yang disebut Dewan Kepresidenan Yaman menyerukan warga sipil, tentara, dan nelayan untuk mengevakuasi pelabuhan Mukalla di provinsi Hadramaut selatan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pada saat yang sama, media melaporkan serangan udara Saudi terhadap dua kapal Emirat di pelabuhan itu.
Menurut laporan IRNA pada Selasa (30/12/2025) pagi, mengutip Kantor Berita Resmi Saudi (SPA), koalisi pimpinan Saudi yang mendukung apa yang disebut Dewan Kepresidenan Yaman menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa permintaan untuk mengevakuasi pelabuhan Mukalla dilakukan karena pelaksanaan operasi militer.
Pernyataan itu juga menekankan bahwa tindakan ini diambil untuk melindungi warga sipil.
Keputusan ini diambil setelah Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki, Juru Bicara Pasukan Koalisi yang mendukung apa yang disebut Dewan Kepresidenan Yaman, mengumumkan Sabtu (27/12/2025) lalu bahwa menanggapi permintaan Rashad Al-Alimi, Kepala Dewan Kepresidenan Yaman, untuk mengambil tindakan segera guna melindungi warga sipil di provinsi Hadramaut dari pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh pasukan Dewan Transisi Selatan, setiap gerakan militer yang bertentangan dengan upaya bersama Arab Saudi dan UEA untuk mengurangi ketegangan akan ditangani secara langsung.
Ia mencatat bahwa tujuannya adalah untuk menarik pasukan Dewan Transisi Selatan, menyerahkan garnisun kepada pasukan Perisai Tanah Air, memberdayakan pemerintah daerah untuk melaksanakan tanggung jawabnya, dan melindungi nyawa warga sipil.
Serangan Udara Saudi di Pelabuhan Mukalla
Kantor Berita Saudi (SPA) juga melaporkan dalam berita terkini bahwa pasukan koalisi yang mendukung apa yang disebut Dewan Kepresidenan Yaman melakukan serangan udara terhadap dukungan militer asing di pelabuhan Mukalla, dan mengutip pernyataan koalisi, "Dua kapal yang membawa senjata memasuki pelabuhan Mukalla dari pelabuhan Fujairah, UEA, tanpa memperoleh izin pada hari Sabtu dan Minggu."
Koalisi yang mendukung Dewan Kepresidenan Yaman menambahkan dalam sebuah pernyataan, "Kedua kapal itu, yang datang dari Fujairah, menonaktifkan sistem pelacakan mereka dan menurunkan muatan besar senjata dan kendaraan militer untuk mendukung pasukan Dewan Transisi Selatan dan memicu konflik."
Pernyataan itu menambahkan, "Komando koalisi akan terus mengurangi ketegangan dan menerapkan gencatan senjata di Hadramaut dan Al-Mahra, dan akan mencegah dukungan militer dari negara mana pun kepada pihak Yaman mana pun tanpa koordinasi dengan Dewan Kepresidenan Yaman dan koalisi yang mendukung dewan itu.
Koalisi yang mendukung Dewan Kepresidenan Yaman menambahkan, "Operasi militer di Mukalla akan dilakukan sesuai dengan hukum humaniter internasional dan dijamin tidak akan terjadi kerusakan tambahan."(sl)