PBB: Perkembangan di Suriah Bahayakan Perdamaian dan Keamanan Internasional
Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB Urusan Suriah mengatakan bahwa perkembangan terkini di Suriah memiliki konsekuensi berbahaya bagi perdamaian dan keamanan regional dan internasional.
Kelompok teroris di utara dan barat laut Suriah menyerang posisi tentara Suriah di pinggiran barat Aleppo sejak Rabu pagi, 27 November.
Selama beberapa hari terakhir, tentara Suriah telah menargetkan wilayah yang diduduki teroris di negara ini.
Jaringan Sahab melaporkan, Geir Otto Pederson, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Urusan Suriah menunjukkan bahwa PBB memantau dengan cermat situasi di Suriah. Oleh karena itu, PBB telah berulang kali memperingatkan tentang risiko peningkatan ketegangan di negara ini.
Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Urusan Suriah menekankan kebutuhan mendesak bagi setiap orang untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional guna melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.
"Tidak ada pihak atau kelompok pihak berpengaruh di Suriah yang dapat menyelesaikan konflik Suriah dengan solusi militer" ujar Pederson.
Ia menyerukan agar partai-partai Suriah dan internasional segera bergabung dan serius dalam mencari solusi politik untuk mencegah pertumpahan darah orang-orang yang tidak bersalah dan mencapai solusi politik berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 2254.
Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB dikeluarkan pada 18 Desember 2015 untuk mengakhiri perang Suriah.
Resolusi yang merupakan peta jalan untuk mengakhiri krisis Suriah ini menekankan pada gencatan senjata dan penyelesaian politik atas krisis Suriah.
Selain itu, pembentukan pemerintahan persatuan nasional di Suriah dan penghentian segera serangan terhadap sasaran sipil merupakan isu penting lainnya dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.(PH)