Mengapa Serangan terhadap Yaman Semakin Mengganas?
-
Ansarullah Yaman
Pars Today - Amerika Serikat, Inggris, dan rezim Zionis sekali lagi melancarkan serangan gabungan dan hebat terhadap Yaman.
Dalam serangan hari Kamis (9/01), Amerika Serikat dan Inggris menargetkan fasilitas penyimpanan senjata di selatan Sana'a dan di provinsi Amran di utara Yaman.
Menanggapi serangan tersebut, Militer Yaman menargetkan Wilayah Pendudukan Palestina dengan meluncurkan tiga drone.
Tentara Israel juga mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (10/01) bahwa jet-jet tempurnya telah menargetkan sasaran seperti “situs infrastruktur militer di pembangkit listrik Hezyaz" serta “infrastruktur militer di pelabuhan Hudaida dan Ras Isa” di pantai barat dan di dalam Yaman.
Pada Jumat malam, Radio Militer Zionis mengkonfirmasi partisipasi rezim ini dalam serangan di Yaman dan mengumumkan bahwa Angkatan Udara Israel menyerang Yaman dengan 20 pesawat tempur.
Media Zionis ini mengumumkan bahwa pasukan ini menargetkan tiga wilayah utama dengan melepaskan lebih dari 50 bom.
Channel 13 Rezim Zionis mengklaim bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur militer Houthi (Ansarullah), termasuk depot rudal dan pangkalan drone.
Serangan-serangan ini menunjukkan bahwa Amerika, Inggris, dan rezim Zionis berfokus pada Yaman.
40 hari setelah dimulainya genosida rezim apartheid Israel terhadap Jalur Gaza, Yaman memasuki perang dengan menyerang kapal-kapal yang terkait dengan rezim Zionis.
Dengan serangan yang ditargetkan terhadap kapal-kapal, Yaman berusaha mencegah kapal-kapal tersebut bergerak menuju Wilayah Pendudukan Palestina dan meningkatkan kerugian ekonomi rezim Zionis dalam perang terhadap Gaza, yang ternyata merupakan tindakan yang berhasil.
Hal lainnya adalah bahwa Amerika Serikat dan Inggris, untuk mendukung rezim Zionis, melakukan serangan terhadap Yaman dan telah melakukannya berulang kali terhadap Yaman.
Namun, serangan-serangan ini bukan hanya tidak menghentikan tindakan Yaman terhadap kapal-kapal yang menuju ke Wilayah Pendudukan, tetapi Yaman juga melancarkan serangan terhadap kapal induk Amerika dan kapal-kapal Amerika dan Inggris serta jantung Wilayah Pendudukan di kawasan dalam posisi membela diri.
Menanggapi serangan Kamis lalu, Militer Yaman menargetkan sebuah kapal induk dan beberapa kapal perang Amerika.
Pernyataan Militer Yaman menyebutkan, Kami menargetkan kapal induk Amerika Truman dan beberapa kapal perang negara itu di utara Laut Merah dengan sejumlah rudal dan drone.
Pernyataan ini menambahkan bahwa kami menetralisir serangan udara musuh yang baru terhadap negara kami, yang seharusnya dilakukan dari kapal Truman, dengan operasi ini dan memaksa kapal tersebut meninggalkan wilayah utara Laut Merah.
Penting untuk menyebutkan beberapa poin mengenai berbagai serangan yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris, dan rezim Zionis terhadap Yaman.
Poin pertama adalah bahwa Amerika Serikat dan Inggris, serta rezim pendudukan Al-Quds, tidak memiliki perkiraan yang tepat mengenai kemampuan militer Yaman.
Berdasarkan hal tersebut, para ahli meyakini bahwa operasi Militer Yaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, selain menghambat upaya Amerika Serikat dan Inggris untuk mematahkan blokade laut rezim Zionis, juga menunjukkan kekuatan militer yang tidak disadari Washington dan justru mengacaukan perimbangan.
Poin kedua adalah bahwa Amerika, Inggris dan rezim Zionis sedang melakukan Suriahisasi di Yaman dengan serangan mereka.
Menyasar infrastruktur dan khususnya instalasi listrik juga berada pada arah yang sama.
Faktanya, mereka berusaha menciptakan konflik internal di Yaman dengan menciptakan ketidakpuasan masyarakat dan pada akhirnya kurangnya dukungan masyarakat terhadap pemerintah yang berbasis di ibu kota Sanaa.
Tentu saja, pendekatan ini juga merupakan kesalahan perhitungan karena serangan beberapa hari terakhir ini dilakukan dalam situasi di mana ratusan ribu warga Yaman melakukan demonstrasi untuk mendukung pemerintah yang sudah mapan dan mendukung rakyat Palestina. Oleh karena itu, pemerintah Sanaa mendapat dukungan dari masyarakat.
Poin ketiga adalah bahwa serangan yang terus menerus ini tidak menghentikan warga Yaman untuk mendukung rakyat Gaza.
Oleh karena itu, pernyataan Militer Yaman menyatakan bahwa kami terus memenuhi tugas kami terhadap rakyat Palestina yang tertindas dan operasi kami tidak akan pernah berhenti kecuali agresi rezim Zionis di Jalur Gaza dan pengepungannya berakhir.(sl)