Kunjungan Presiden RI ke Australia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i33530-kunjungan_presiden_ri_ke_australia
Setibanya di Bandara Kingsford-Smith, Sydney, Australia pada Sabtu (25/2/2017), pukul 06.57 waktu setempat atau 02.57, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo disambut hujan gerimis serta angin cukup kencang. Terlihat Presiden Jokowi yang sudah rapi dengan setelan jas hitam, kembali memegang payungnya sendiri sambil menggandeng Ibu Iriana Widodo saat keluar dari Pesawat Kepresidenan Indonesia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Feb 26, 2017 12:39 Asia/Jakarta
  • Kunjungan Presiden RI ke Australia

Setibanya di Bandara Kingsford-Smith, Sydney, Australia pada Sabtu (25/2/2017), pukul 06.57 waktu setempat atau 02.57, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo disambut hujan gerimis serta angin cukup kencang. Terlihat Presiden Jokowi yang sudah rapi dengan setelan jas hitam, kembali memegang payungnya sendiri sambil menggandeng Ibu Iriana Widodo saat keluar dari Pesawat Kepresidenan Indonesia.

Presiden Jokowi terlihat berhati-hati menuntun istrinya yang tampak anggun mengenakan busana berwarna hijau turun dari tangga pesawat tersebut. Presiden dan Ibu Negara disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema, Kepala Protokol Negara Australia Jared Marthin, serta Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Steven Ciobo.

 

Pada saat menyalami jajaran pejabat Australia yang menyambutnya, Jokowi tetap memegang payungnya sendiri tanpa kawalan ,dan diikuti sang istri di belakangnya.

Iriana Widodo yang berada di belakang suaminya langsung dipayungi oleh ajudan yang sudah siap di sana. Kedatangan Presiden Jokowi ke Australia kali ini dalam rangka peningkatan hubungan sebagai negara bertetangga.

 

Jokowi melakukan kunjungan di Australia pada 25-26 Februari 2017. Dalam kunjungan ini, kegiatan Presiden Jokowi diawali dengan menerima kunjungan kehormatan Premier of New South Wales, Gladys Berejiklian, dan pertemuan bisnis bersama pengusaha Australia. Kedua pertemuan tersebut dilaksanakan di ruangan pertemuan hotel tempat Jokowi menginap selama berada di Sydney.

 

Pada malam harinya, Presiden dan Ibu Negara akan dijamu makan malam tertutup oleh Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull beserta Ibu Lucy Turnbull di kediaman pribadinya. Agenda utama kunjungan Jokowi di Negara Kanguru tersebut adalah untuk meningkatkan hubungan sebagai negara tetangga.

 

Terakhir kali Jokowi menjejakan kaki di Australia di tahun 2014 untuk mengikuti KTT G20 di Brisbane. Sementara, kali ini menjadi kunjungan balasan setelah tahun 2015 lalu Perdana Menteri Malcolm Turnbull berkunjung ke Jakarta.

 

Turnbull seolah menjadi oase setelah hubungan kedua negara sempat tegang di bawah kepemimpinan mantan Perdana Menteri Tony Abbott. Saat berkunjung ke Jakarta, Jokowi sempat mengajaknya blusukan ke Pasar Tanah Abang. Warga Jakarta ketika itu memberikan sambutan yang sangat meriah kepada dua pemimpin negara.

 

Jokowi sempat berencana untuk ke Australia pada awal November 2016, tetapi ditunda karena situasi keamanan di dalam negeri yang tidak kondusif. Kini Jokowi berada selama dua hari di Sydney dan melakukan beberapa kegiatan termasuk berkomunikasi secara langsung dengan warga Indonesia yang bermukim di sana. Salah satu fokus dari kegiatan mantan Gubernur DKI itu di Australia yakni mendorong realisasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IACEPA).

 

Jokowi Yakinkan Pebisnis Australia

 

Presiden Jokowi langsung menggelar pertemuan dengan para pebisnis Australia di Hotel Shangri-La, lokasi tempatnya menginap. Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala BKPM Thomas Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

 

Dalam pembukaan pertemuan itu, Jokowi sempat melontarkan candaan ringan. Pasalnya, pertemuan ini dilakukan di akhir pekan. "Saya tidak tahu kalau di Australia seperti apa, tapi kalau di Indonesia, kadang kita bekerja saat akhir pekan. Bukan kadang kala, tapi sering," kata Jokowi tersenyum disambut tawa para pengusaha Australia.

 

Setidaknya ada 19 pengusaha Australia yang hadir dalam pertemuan itu. Setelah pertemuan ini, Jokowi dijamu makan malam secara pribadi oleh Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull beserta istri, Lucy Turnbull, di kediaman pribadi PM Turnbul.

 

Dalam pertemuan yang diikuti oleh beberapa Menteri itu, mantan Gubernur DKI itu coba meyakinkan pebisnis Negeri Kanguru bahwa Indonesia adalah tempat yang menjanjikan untuk berinvestasi.

 

Dengan mengutip data dari lembaga pemeringkat Fitch dan lembaga konsultan public relations global, Jokowi menunjukkan bahwa omongannya bukan sekedar isapan jempol.

 

“Beberapa waktu yang lalu, Lembaga Pemeringkat Moody’s menaikan status outlook Indonesia dari stabil ke positif. Jadi, kami sedang menikmati sentimen positif iklim investasi di Indonesia,” ujar Jokowi di hadapan para pengusaha.

 

Dari segi tingkat kepercayaan publik, Edelman menaikan ranking Indonesia sebanyak 13 peringkat ke posisi 71 (dalam skala 100). Bank Dunia juga merilis kenaikan peringkat Indonesia sebanyak 15 tingkat dalam hal kemudahan berusaha.

 

Tetapi, Jokowi paham saat ini pemerintah tengah menghadapi tantangan dari dalam negeri. Terutama terkait kondisi politik. “Memang pemilihan Gubernur DKI Jakarta ini banyak menyita perhatian. Tetapi, situasi politik dalam negeri akan kembali tenang setelah putaran pemilihan kedua berakhir pada bulan April mendatang,” katanya.

 

Teken Dua Nota Kesepahaman

 

Agenda kemudian berlanjut dengan menyaksikan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) di kediaman resmi Gubernur Jenderal Australia sekitar pukul 09:00 wakty setempat. Presiden Jokowi disambut oleh Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove dan Lady Cosgrove. Nota kesepahaman (MoU) yang diteken yakni di bidang kreatif dan kerja sama maritim.

 

“Saya senang menyambut kedatangan Presiden ke Australia. Kami menikmati pagi yang indah dengan berjalan pagi bersama, bertemu dengan masyarakat Australia, termasuk seorang ayah yang membawa bayi,” ujar Turnbull kepada media.

 

Pemimpin Partai Liberal itu berharap kedua negara bisa memiliki hubungan yang erat terutama dalam beberapa tahun belakangan. Sama seperti Jokowi, Turnbull juga berharap Kemitraan Komprehensif di Bidang Ekonomi (IACEPA) bisa segera terealisasi.

 

“Kita bisa melihat banyak kemajuan, seperti IACEPA. Hal itu dapat meningkatkan investasi. Saya juga melihat banyak kemajuan hubungan dalam beberapa tahun terakhir. Kami juga tentu menghargai solidaritas dan kedaulatan NKRI,” kata Turnbull.

 

Jokowi juga sepakat agar kedua negara tidak campur tangan dalam urusan negara lain. Hal ini terkait dengan adanya insiden di Australia yang kerap menyerukan agar Papua lepas dari NKRI.

 

Hubungan Militer Indonesia-Australia Pulih

 

Australia dan Indonesia menyatakan hubungan penuh militer kedua negara telah pulih. Sebelumnya, militer Indonesia menangguhkan kerja sama karena ditemukan materi pendidikan yang menghina Indonesia.

 

"Presiden Widodo dan saya telah sepakat untuk memulihkan secara penuh kerja sama pertahanan, pertukaran pelatih dan kegiatan," kata Turnbull pada konferensi pers di Sydney seperti dikutip dari Reuters, Minggu (26/2/2017).

 

Pengumuman itu dilakukan Turnbull bersama Presiden Joko Widodo, yang tiba di Australia pada Sabtu untuk kunjungan pertama sebagai presiden Indonesia.

 

Kunjungan Presiden Jokowi ke Australia terjadi kurang dari dua bulan setelah hubungan militer kedua negara ditangguhkan. Saat itu ditemukan materi pendidikan yang dianggap menghina Indonesia. Dalam materi tersebut dinyatakan bahwa Papua harus merdeka dari Indonesia dan mengejek ideologi Pancasila.

 

Peristiwa ini memicu pertikaian kecil diplomatik dan membuat panglima militer Australia meminta maaf pada bulan Februari. Kerja sama kedua negara berkisar pelatihan bersama dan kerja sama kontraterorisme untuk perlindungan perbatasan.

 

Indonesia dan Australia sendiri memiliki sejarah hubungan yang tambal sulam, namun kedua pemimpin tertarik untuk menekankan komitmen mereka terhadap hubungan yang kuat.

 

"Hubungan yang kuat dapat dibuat bila kedua negara menghormati integritas wilayah masing-masing, non-interferensi dalam urusan dalam negeri masing-masing dan kemampuan untuk mengembangkan kemitraan yang saling menguntungkan," kata Presiden Jokowi.

 

Sementara fokus utama dari kunjungan ini adalah pada keamanan dan isu-isu ekonomi, termasuk finalisasi kesepakatan perdagangan bebas bilateral pada akhir tahun ini. Pembicaraan juga menyentuh pada pariwisata, keamanan cyber dan hubungan sosial.

 

Sebelumnya, Jokowi kepada media Australia sempat mengatakan ingin melihat patroli bersama Indonesia-Australia di Laut China Selatan (LCS) jika tidak memicu ketegangan dengan China. Namun saat bertemu dengan Turnbull, tidak ada pengumuman tentang patroli bersama. Kedua negara sepakat untuk menekankan pentingnya menyelesaikan sengketa secara damai dan sesuai dengan hukum internasional.

 

"Sebagai bangsa dan negara perdagangan maritim, Australia dan Indonesia adalah mitra alami dengan kepentingan umum," kata Turnbull. Ia menambahkan, kedua negara akan terus berkolaborasi pada kontraterorisme, terutama menyangkut kembalinya milisi dari zona konflik Suriah dan Irak. (RA)