Bantuan Kemanusiaan RI untuk Muslim Rohingya
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i44357-bantuan_kemanusiaan_ri_untuk_muslim_rohingya
Bantuan berupa bahan pangan untuk pengungsi Rohingya dari pemerintah Indonesia kembali tiba di Bangladesh pada Sabtu.
(last modified 2026-03-07T18:24:46+00:00 )
Sep 16, 2017 14:07 Asia/Jakarta

Bantuan berupa bahan pangan untuk pengungsi Rohingya dari pemerintah Indonesia kembali tiba di Bangladesh pada Sabtu.

Menurut laporan Antara di Bandara Hazrat Shah Amanat, Chittagong pada Sabtu siang telah mendarat pesawat C130 Hercules TNI AU pada pukul 10.00 waktu setempat. Pesawat tersebut mengantarkan 10,5 ton beras bagi masyarakat Rohingya.

Selain itu, pada pukul 12.00 waktu Bangladesh juga mendarat Hercules TNI AU yang mengantarkan bahan pangan cepat saji, lampu dan generator listrik.

Pesawat A1316 tersebut tiba lebih awal pada pukul 11.50 dan segera menurunkan barang bantuan yang dibawa ke gudang penyimpanan pemerintah Bangladesh.

Total bantuan yang dibawa pada Sabtu adalah seberat 20 ton dengan rincian 10,5 ton beras dan 9,5 ton barang logistik dan keperluan darurat yaitu makanan instan, lampu darurat, selimut dan generator.

Hingga pada Sabtu, tim peninjauan kebutuhan bantuan Indonesia belum dapat masuk ke kawasan pengungsi di Coxs Bazar.

Kedutaan Besar RI di Bangladesh terus berupaya untuk mendapatkan izin dan pengawalan keamanan bagi tim untuk meninjau kebutuhan bantuan bagi etnis Rohingya. 

Sebelumnya, Bantuan kemanusiaan Indonesia untuk pengungsi Rohingya, yang salah satunya family kit, telah tiba di Bandara Hazrat Zhah Amanat, Chittagong, Bangladesh pada Jumat pukul 17.10 waktu setempat.

Menurut laporan Antara di Chittagong,Bangladesh pada Jumat, pesawat C130 Hercules TNI AU yang mendarat merupakan sorti (penerbangan) ketiga penerbangan bantuan kemanusiaan ke Bangladesh.Pesawat juga membawa bantuan berupa selimut dan tangki air darurat.

Usai menurunkan seluruh barang bantuan sekaligus mengisi bahan bakar selama satu jam, Hercules dengan nomor registrasi A1335 segera meninggalkan Bandara Chittagong menuju Lanud Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh. Lama penerbangan dari bandara di Chittagong ke Aceh akan memakan waktu selama empat jam.

Menurut Direktur Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan, bantuan tersebut diterima oleh pemerintah Bangladesh untuk dimasukkan ke gudang penyimpanan sebelum dibagikan.

Relawan kemanusiaan asal Indonesia mengatakan pembagian bantuan bagi pengungsi Rohingya harus dilakukan secara cermat dan aman agar tidak memicu kericuhan atau menimbulkan korban.

"Kerap kali ada insiden rebutan jotos-jotosan bahkan mereka tertabrak kendaraan karena ada yang bagi-bagi di pinggir jalan karena memang pengungsi di pinggir jalan bikin tenda bivak dan yang membagi-bagi, para donatur juga harus tertib bagi-baginya dan melihat sikon," kata Ketua Tim SOS Rohingya dari LSM Aksi Cepat Tanggap, Rahadiansyah, dihubungi Antara dari Chittagong pada Sabtu pagi.

Menurut Rahadiansyah, ada pengungsi pada Jumat (16/9) yang mengalami luka dan kritis akibat tertabrak bus umum saat berebut bantuan dari donatur yang membagikan di pinggir jalan.

Donatur yang membagikan bantuan, tambah Rahadiansyah, juga harus melihat keamanan bagi pengungsi yang mengambil barang-barang bantuan.

"Akan tetapi juga banyak yang tertib saat membagi-baginya dan pengungsinya juga mau teratur. Sehingga ini salah satu kasus saja dan mereka sangat merasakan manfaatnya mendapat bantuan oleh para donatur," jelas Rahadiansyah yang juga menjabat sebagai Manager Program Pemulihan Bencana ACT.

Dia mengimbau agar para donatur yang hendak membagikan bantuan dapat menghubungi kepala desa setempat di Kutupalong atau wilayah lain di Distrik Coxs Bazar sehingga pembagian berlangsung tertib dan aman.

"Agar disegani pengungsi, sebab mereka paham akan bahasanya dan budaya sehari-hari mereka hampir sama," demikian Rahadiyan.

Rahadiyan menambahkan bahwa warga Bangladesh di Coxs Bazar sangat kooperatif dengan donatur dalam menolong pembagian bantuan.

ACT asal Indonesia mendirikan posko bantuan bagi pengungsi Rohingya di Paduan Union, Chittagong.

Selain menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia yang menyumbang di Tanah Air bagi etnis Rohingya, ACT juga membuka pos pemeriksaan kesehatan bagi pengungsi.

"Bisa 50 orang kalau kita bawa bantuan lima truk, berarti satu ttruk 10 orang relawan kita dan dibantu warga lokal. Kami biasanya komunikasi dulu tuntas dengan kepala desa tujuan kami," ujar Rahadiyan menjelaskan kekuatan personel pendistribusian bantuan di Coxs Bazar.

Sementara itu, pemerintah Indonesia telah mengirimkan 20 ton beras, 1 ton gula, 10 unit tenda darurat, 7.000 helai selimut, 600 paket family kit, 900 paket sandang, sejumlah tangki air darurat melalui 4 sorti penerbangan C130 Hercules TNI AU sejak Kamis hingga Jumat malam bagi pengungsi Rohingya.