Inilah Pesan Presiden RI kepada Penyuluh Agama
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i55026-inilah_pesan_presiden_ri_kepada_penyuluh_agama
Presiden Joko Widodo meminta warga Indonesia mewaspadai konflik sosial antar umat beragama. Menurut jokowi, sapaan akrabnya, di atas 80 persen lebih warga Indonesia melihat agama sebagai hal yang sangat penting bagi sendi kehidupan mereka.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 14, 2018 11:45 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo
    Presiden RI Joko Widodo

Presiden Joko Widodo meminta warga Indonesia mewaspadai konflik sosial antar umat beragama. Menurut jokowi, sapaan akrabnya, di atas 80 persen lebih warga Indonesia melihat agama sebagai hal yang sangat penting bagi sendi kehidupan mereka.

"Berbagai penelitian menunjukkan mayoritas warga Indonesia di atas 80 persen dari survei, melihat agama merupakan hal yang sangat-sangat penting. Di saat yang sama terpotret konflik sosial antar agama juga harus terus kita waspadai, kita antisipasi," kata Jokowi saat memberi pembekalan kepada 5.711 penyuluh agama se-Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018).

 

Jokowi menambahkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki 714 suku, 1.100 bahasa lokal dan punya adat istiadat berbeda-beda. Sebagai negara majemuk yang memiliki jumlah penduduk besar, Indonesia harus mampu mengatasi rintangan-rintangan yang ada.

 

"Saya pernah terbang dari Banda Aceh langsung ke Wamena waktu yang ditempuh 9 jam 15 menit. Kalau terbang dari London, Inggris, ke timur sampai Istambul, Turki, itu ada 6 sampai 7 negara yang dilewati. Artinya, negara kita ini sangat besar," ujar Jokowi menegaskan.

 

Melihat potensi konflik berbasis agama yang mengintai Indonesia, Jokowi berujar bahwa peran penyuluh agama di tengah masyarakat menjadi sangat penting.

 

"Sebagai penyuluh agama harus mengajarkan kepada masyarakat untuk tetap optimis, mengajak kerja keras berusaha agar negara ini menjadi negara besar," tegas Jokowi.

 

Jokowi punya keyakinan Indonesia pada 2030 bakal masuk 10 negara besar di dunia. Sedangkan pada 2045, Indonesia bakal empat negara terkuat di dunia.

 

"Maka, tugas penyuluh agama jangan menebarkan prasangka-prasangka," pesan Jokowi.

 

 

Dia menuturkan, konflik-konflik yang berakar permasalahan agama harus diantisipasi dan ini menjadi tugas bapak-ibu penyuluh agama.

 

"Pikiran positif akan memancarkan aura semangat untuk seluruh umat kita," kata Presiden Jokowi. Menurutnya, peran penyuluh agama sangat penting untuk menghadirkan agama yang tentu saja ramah untuk umat maupun kehidupan antarumat beragama.

 

Selain itu, penyuluh agama juga sebagai pemandu umat yang harus dapat menumbuhkan motivasi, harapan dan optimisme, bukan pembimbing yang menakut-nakuti dan menumbuhkan pesimisme.

 

Presiden menuturkan, agama dan negara harus dapat berjalan beriringan dan saling memperkukuh, bukan saling dipertentangkan.

 

"Negara memberikan perlindungan dalam berkeyakinan, dan agama memberikan panduan ilahiah bagi masyarakat dalam berperilaku dan bermasyarakat. Aparat pemerintah dan para pemuka agama harus selalu bekerja sama untuk membangun indonesia yang kokoh," tegasnyas.

 

Pemuka agama dan aparatur pemerintah diminta terus mengajarkan sikap toleransi dan saling pengertian serta bersinergi dan bekerja sama kepada seluruh umat.

 

"Bekerja sama untuk meningkatkan saling pengertian antaragama, antaretnis dan antarstatus sosial," tuturnya.

 

Presiden Jokowi mengapresiasi para penyuluh agama se-Jawa Tengah yang hadir pada acara itu, di mana tercatat sebanyak 5.711 orang, baik dari perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

 

"Luar biasa, kaerna saudara-saudara telah memberikan pengorbanan kepada negara, bangsa dan agama. Luar biasa atas komitmen saudara memperkuat kerukunan bangsa dan memperkokoh Bhineka Tunggal Ika," kata pernyataan Jokowi dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

 

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, penyuluh agama menempati posisi strategis saat ini. Mereka pada hakikatnya adalah penerang, penyambung lidah pemerintah dan masyarakat juga sebaliknya di tengah situasi negara yang rawan diguncang isu.

 

"Dalam menghadapi tahun-tahun politik tinggi, keberadaan penyuluh agama semakin menempati posisi urgensi yang tinggi. Maka sejak beberapa waktu lalu kami telah mengedarkan seruan bagaimana baiknya menyampaikan khotbah yang baik ke masyarakat," ujarnya.

 

Para penyuluh diharapkan mampu menjaga situasi yang aman, tentram, dan damai sebagaimana telah diajarkan dalam agama masing-masing.